Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 305 : Di Baliknya


__ADS_3

Sekembalinya kami berdua ke desa, Olien tampak terkejut saat mendengar Cleo berbicara, dia bahkan menjatuhkan penyiram tanaman di tangannya.


"Aku pasti bermimpi."


"Tidak, ini semua berkat Tuan Kazuya hingga aku bisa berbicara kembali."


"Syukurlah."


Keduanya saling berpelukan.


"Ngomong-ngomong Cleo, kau tidak memakai apapun di balik bajumu."


"Aku sengaja."


Setelah kami berhasil menangkap komplotan itu, kami pergi ke desa Kumikumi untuk menangkap kepala desanya yang telah menyuruh mencuri pakaian dalam.


Dia mengatakan festival ledakan sangat jarang diikuti banyak kontestan karenanya dengan pakaian dalam dia ingin menarik banyak pengunjung untuk datang, sayangnya rencananya telah gagal dan akhirnya harus mendekap di penjara dalam waktu lama.


Sementara untuk festivalnya sendiri masih akan dilanjutkan mengingat beberapa orang telah menunggunya sejak lama.


Kurasa semuanya sudah kembali sedia kala, harusnya begitu.


Aku menawarkan bantuan untuk mencari kedua orang tua Olien dan Cleo namun keduanya menolak, mereka tidak keberatan hidup seperti ini lagipula mereka sudah tahu alasan kenapa keduanya di tinggalkan.


Itu karena.


Orang tua mereka bercerai dan memutuskan untuk meninggalkan keduanya di desa agar mereka bisa menikah lagi.


Sungguh tidak bertanggung jawab.


Kurasa aku harus lebih baik pada kedua gadis ini, selagi tersenyum aku mengelus rambut keduanya.

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba?"


"Diamlah, kalian yang akur."


"Kami selalu akur satu sama lain."


Aku hanya melambaikan tangan sebelum kembali berjalan menuju kediamanku di atas desa, sebelum itu aku memutuskan untuk mengunjungi taman bunga yang dijadikan tempat tinggal bagi para peri kecil.


Ukuran mereka sebesar ibu jari atau sedikit lebih kecil dari itu, dan mereka sedang sibuk membangun.


"Tuan Kazuya, mau mampir?" suara itu berasal dari peri yang terkenal di sini, namanya Tingkerbel, penampilannya imut serta ceria.


"Aku tidak bisa masuk ke dalam rumah kalian, meski begitu kalian semua sepertinya sedang sibuk."


"Um... penduduk kami bertambah banyak tahun ini, kurasa akan lebih banyak peri yang bermunculan."


"Syukurlah kalau begitu."


"Ini semua berkat Tuan Kazuya, kami semua selalu berterima kasih pada tuan."


"He-hentikan."


"Aku hanya membantu sedikit, sisanya kalian harus bisa saling membantu satu sama lain."


"Iya."


Sesampainya di masionku aku melihat Riel dan Nermia sedang duduk di kursi selagi menikmati teh yang diseduh oleh Marina.


Aku pun duduk di depan mereka.


"Apa suamiku telah selesai dengan urusannya?" tanya Riel sesudah menyeruput tehnya.

__ADS_1


"Sudah, aku harap dalam waktu dekat ini tidak ada masalah yang datang lagi."


"Harusnya suamiku tidak usah terlibat dengan hal merepotkan, kita bisa menyewa seseorang untuk melakukannya," balas Nermia.


"Soal itu kurasa cukup sulit, jika orang lain kurasa mereka akan membutuhkan waktu yang lama."


"Begitu."


Marina memberikanku teh yang dia seduh untukku.


"Silahkan."


"Ah iya."


Sensasi harum teh memang obat yang paling baik untuk merilekskan tubuh yang kelelahan.


Setelah bersantai aku berkunjung ke alam para Dewa Dewi, sebelumnya tempat ini membeku seutuhnya akan tetapi semuanya telah kembali semestinya, ketika aku berdiri beberapa Dewi mengerumuniku.


"Jadi kau yang menyelamatkan kami."


Aku hanya menjawab dengan senyuman biasa, bagaimanapun mereka benar-benar terlalu dekat hingga entah itu Ristal atau Ariel muncul dan menghalangi mereka semua.


"Dia suamiku, kalian mundurlah."


"Benar, cepat bekerja kembali.. gara-gara kalian dunia harus dihentikan selama ini."


Walau kecewa akhirnya mereka menjauh dariku.


Ariel maupun Ristal memegangi tanganku lalu menyeretku bersamanya.


"Lebih baik jangan terlalu sering kemari, para Dewi itu genit, kau tahu?"

__ADS_1


"Aku setuju dengan Ristal."


Sejujurnya merekalah yang sangat genit.


__ADS_2