Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 414 : Festival Desa


__ADS_3

Hari yang ditunggu semua orang akhirnya tiba juga, sekitar ratusan orang telah memenuhi pusat desa termasuk para pengunjung dari luar desa.


Aku dan tiga pelayanku Gabriela, Amnestha dan Rin berkunjung ke setiap kios untuk mengecek keadaan mereka, kios sendiri di bangun di perkarangan akademi yang sangat luas.


Dibanding mengecek aku lebih ke arah membeli makanan mereka dan mencoba rasanya.


"Yang ini enak, dan ini enak juga."


"Aku suka dengan saus pedas."


"Aku juga."


"Kukira kalian bakal tampil sebagai idol nanti," kataku lemas dan yang menjawab adalah Rin.


"Kami hanya tampil di hari ketiga."


"Begitu, aku cukup senang melihat kalian dengan pakaian seperti itu, terlihat masih muda."


Ketiganya mengembungkan pipi.


"Kami memang masih muda."


Atau sejujurnya karena abadi mereka akan terus muda sampai kapanpun.


"Kalau begitu tuan Kazuya, kami akan pergi ke sana," ucap Amnestha dan aku mengangguk mengerti.


"Kalian bersenang-senanglah."


Aku duduk di salah satu kursi selagi melihat orang berlalu lalang, jika dikatakan seluruh ras ada di tempat ini termasuk para Arch Priest dari kota suci yang dikawal beberapa pendeta.


Karena wajah mereka tertutup itu membuat semua orang penasaran.


Selly dan Sella muncul lalu merangkul tanganku dari samping.

__ADS_1


"Suamiku ada di sini."


"Kami mencarimu kemana-mana."


"Yah, aku sudah dewasa jadi tidak perlu dicari karena tidak akan mungkin tersesat."


"Berhentilah bercanda di saat seperti ini," kata Selly hingga Sella mengangguk mengiyakan.


Mereka terlalu menempel hingga aku kesulitan bergerak.


"Waktu aku dan Selly pertama kali bertemu suamiku, kami berdua yakin bahwa suamiku akan menjadi orang hebat seperti ini."


"Bukannya kita berfikir bahwa kita mungkin akan digunakan setiap malam di atas ranjang."


"Selly, kau terlalu jujur."


"Aku lupa, tolong lupakan perkataan barusan."


Lupakan pala lu.


"Kalian berdua kembali menjadi orang menyebalkan sekarang," kataku dengan wajah bermasalah dan Selly melanjutkan.


"Dulu posisi kami berdua hanya pelayan, terlebih kami terlihat bahenol mana mungkin tuan kami tidak melakukan hal dewasa."


"Aku bahkan mengumpulkan bukti saat kita semua menginap, jika kami hamil kami bisa meminta pertanggung jawaban dan uang sebanyak yang kami inginkan," tambah Sella.


Syukurlah saat itu aku tidak melakukan apapun pada keduanya.


"Jadi bagaimana dengan festivalnya, kalian menyukainya."


Keduanya mengangguk kemudian menambahkan.


"Walau kami sekarang sudah tidak ikut berpetualang, kami sangat menikmatinya... benar Sella."

__ADS_1


"Benar Selly."


"Aku juga mungkin nanti tidak akan bisa berpetualang sebebas ini lagi."


Keduanya mengalihkan pandanganku selagi memiringkan kepala.


"Ah, aku belum mengatakannya... aku akan menghilangkan kekuatan ini dan menjadi manusia biasa."


"Mustahil."


"Apa itu benar?"


Aku mengiyakan.


"Karena itulah aku ingin memperkuat desa dengan menempatkan penjaga dan beberapa orang yang bisa diandalkan di desa ini."


Selly dan Sella saling menatap satu sama lain lalu berdiri di depanku selagi berpose.


"Jika suamiku kembali lemah, bukannya kita bisa memulainya dari awal?"


"Yang dikatakan Selly benar, setelah putri kami dewasa bagaimana kalau kita kembali menjadi petualang."


"Bukannya itu berlebihan."


"Kenapa tidak, dulu kita bertiga berpetualang bersama... kita bisa memulainya lagi dan membantu suamiku naik level."


Aku hanya membalasnya dengan senyuman, jika dunia telah damai kekuatanku sudah tidak diperlukan lagi bahkan dengan kemampuan orang di desa ini aku tidak yakin akan ada seseorang yang ingin membuat kerusakan di tempat ini.


Selly dan Sella memegangi lenganku.


"Bukan waktunya bermalas-malasan, mari bersenang-senang."


"Aku juga berpikiran sama."

__ADS_1


Perkataan itu adalah perkataan yang sama saat aku bertemu dengan mereka, hanya saja saat itu aku diminta untuk melawan monster.


__ADS_2