
Virda dan Deus merubah dirinya menjadi sosok Lich sesungguhnya dengan jubah hitam serta tubuh yang hanya menyisakan tulang berulang, masing-masing keduanya mengeluarkan pedang Grandbell selanjutnya pedang itu berubah kembali menjadi sebuah sabit raksasa.
Ini sama seperti pedangku yang berubah menjadi busur.
Aku pun mengeluarkan pedang yang sama.
"Pedang itu tidak pantas dipegang olehmu."
Virda terbang ke arahku lebih dulu sementara Deus menyusul dari belakang, selagi tubuhku mundur aku menghantamkan pedang tersebut pada senjata mereka hingga menciptakan kembang api bersamaan suara yang memekakkan telinga.
Satu sabit melewati leherku, kemudian sabit lain telah muncul di belakangku, bagaimanpun menggambarkannya dua lawan satu memang sesuatu yang merepotkan terlebih jika mereka lawan yang kuat.
Aku mengayunkan pedangku dari atas dan Virda menahannya dengan ujung sabit sementara Deus mengambil sudut berbeda lalu menembuskan sabitnya dari punggungku menembus dada.
Walau aku abadi, tetap saja itu cukup menyakitkan.
Aku menendang perut Virda kemudian disusul tendangan lain untuk menjatuhkan Deus, sabitnya masih tertancap di tubuhku hingga aku harus menariknya sendiri.
Seorang yang membuat pedang Grandbell adalah orang yang berdiri di tempat lain selagi memperhatikan dalam diam, mereka hanya menggunakan kekuatannya.
Aku menghancurkan sabitnya dengan mudah kemudian tanpa terduga Deus memelukku dari belakang.
Matanya bersinar emas dan jubahnya seolah terbakar.
"Akan kubawa kau bersamaku."
Dia berusaha meledakan dirinya bersama tubuhku, sesuatu yang dilakukan secara sia-sia, pasalnya aku masih bisa berdiri dengan santai walaupun di sekitarku telah menjadi kawah raksasa.
"Aku akan membunuhmu?"
Tepat saat Virda akan mengayunkan sabitnya Neffiel berdiri di depannya lalu menahan tubuhnya.
"Hentikan Virda, kau tidak akan bisa mengalahkannya bahkan aku juga, sudah jelas dia dewa kegelapan... kita mundur."
"Maaf saja tapi aku tidak bisa membiarkan kalian pergi."
Aku mengikat keduanya dengan tali sihir hingga mereka berdua tak bisa bergerak bahkan memaksa tubuh Virda juga kembali sedia kala.
Aku mendesah pelan lalu menghilangkan pedangku sebelum mendekat ke arah Neffiel, tentu saja yang ada di dalamnya bukan Neffiel sesungguhnya melainkan roh ibunya.
"Kau menjadikan anakmu sebagai alat balas dendam, bukannya itu terlalu kejam."
"Aku ibunya aku berhak melakukan apapun yang kumau."
"Kau tidak berhak, seorang ibu hanya berhak memastikan anak-anak mereka mendapatkan kebahagiaannya.. tapi kebencianmu pada manusia telah membawanya ke dalam kesengsaraan."
"Kau tidak tahu apapun?"
"Aku tahu semuanya... suamimu berasal dari tempat yang melarang penduduknya menikahi ras lain dan kau juga sama."
Neffiel tergagap.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"
"Aku membaca dokumen yang ada di kota suci."
"Tak kusangka mereka mencari tahu tentangku sejauh itu."
"Kalian mengabaikan peraturan tersebut kemudian lari saat kau mengandung anakmu, beruntung kau berhasil selamat, namun suamimu tidak demikian."
"Hentikan, aku tidak ingin mendengarnya."
Aku terus melanjutkan.
"Suamimu dibunuh di depan matamu sendiri."
"Karena itulah aku membunuh seluruh desa kami berdua tinggal, sayangnya kebencianku tidak hilang dan aku bersumpah akan merubah seluruh ras menjadi Undead."
"Kau memiliki tujuan yang aneh."
"Apa maksudmu?" dia balik bertanya dengan bingung.
"Masamu dan masa sekarang sudahlah berbeda, berkatmu banyak orang-orang yang mengubah peraturan agar hal serupa tidak terjadi, kini orang-orang bisa menikah dengan ras berbeda."
"Mustahil? Kau bercanda?"
"Aku mengatakan hal sesungguhnya, lagipula karenaku... elf tidak akan memiliki keturunan laki-laki dan mereka hanya bisa menikah dengan pria dari ras lain, tentu anak-anak mereka akan terlahir seperti elf juga."
Neffiel atau kusebut ibunya hanya diam tidak berbicara dan aku beralih ke arah Virda.
"Aku ini Lich, aku jelas akan membunuh manusia."
"Sebelumnya kau hidup seperti apa?"
"Aku tinggal di desa kecil yang sederhana, saat itu desa kami dirampok dan aku bisa melarikan diri, di saat akan mati... dialah yang menyelamatkanku dan memberikanku kekuatan untuk membalas dendam."
"Jadi begitu."
Aku berkata keduanya.
"Jadi sekarang apa yang akan kalian lakukan? Aku bisa mengembalikan kalian ke wujud seperti semula hanya saja sebagai syarat kalian berdua akan melayaniku selamanya."
Keheningan terasa di antara kami semua.
"Kenapa kau ingin melakukannya?"
"Aku hanya ingin membalas budi pada putrimu di masa lalu dan untukmu aku memiliki ide yang cukup menarik."
"Kau ingin melecehkanku?"
"Kurasa lebih dari itu," jawabku jahil.
"Aku ingin melihat seperti apa dunia yang sekarang, aku akan menerimanya."
__ADS_1
Aku beralih pada Virda.
"Baguslah, untukmu.. sebelumnya hidupmu cukup sulit... tidak salahnya memulainya dari awal dan hidup dengan kebahagiaan."
"Aku tidak tahu akan menjadi seperti apa, tapi aku menerimanya," teriak Virda frustasi.
Dengan ini sepakat.
Aku melepaskan ikatan dari keduanya kemudian memunculkan layar-layar di sekelilingku.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Virda.
"Membuat tubuh kalian yang baru, pertama untuk ibu Neffiel."
"Panggil saja aku Ardina."
"Aku mengerti."
Sama seperti saat seseorang membuat karakter game dari permainan RPG di awal, aku juga melakukan hal sama.
Pertama aku menentukan tinggi dan berat badan, kelamin serta hal detail lainnya, aku juga memberikan pakaian.
Untuk Ardina aku memberikan wujud elf seperti putrinya hanya saja rambutnya sedikit pendek.
Kutekan 'oke' hingga tubuh Ardina yang kubuat muncul dari lingkaran sihir.
"Kenapa dadanya besar?"
"Karena aku suka yang besar."
"Apa putriku akan baik-baik saja terus bersama denganmu."
Aku hanya menjawab dengan senyuman masam, kemudian beralih ke arah karakter kedua.
Aku memberikan wujud wanita elf juga untuk Virda dengan tubuh loli dan juga dada besar, untuk pakaiannya kuberi jubah dengan tudung kelinci agar terlihat imut.
Untuk rambutnya berwarna biru.
"Ka-kau? Kau memberikanku tubuh seperti itu."
"Kau tidak bisa menolak," jawabku puas.
"..."
"Atau aku buat dadamu mengecil saja."
"Tolong jangan lakukan itu, paling tidak dadanya terlihat dewasa."
Di desaku sudah terlalu banyak karakter dewasa, karakter loli sangat dibutuhkan sekarang.
"Aku akan memindahkan jiwa kalian, berdirilah di lingkaran yang kubuat."
__ADS_1
Aku mengaktifkan sihirnya, selanjutnya cahaya menelan mereka berdua.