Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 171 : Elona


__ADS_3

Setelah selesai, aku mencuci pakaian semua penghuni masion bersama yang lainnya.


"Kalian punya pakaian dalam yang bervariasi."


"Jika kau terus melihatnya pekerjaan ini tidak akan pernah selesai," atas pernyataan Rusina, aku akhirnya meminta maaf.


Membersihkan masion, mencuci, berbelanja, memasak kemudian berkerja di toko bunga Teresa dan baru malam harinya bersantai di bar Elona untuk segelas minuman dingin.


Itulah yang kulakukan setiap harinya.


"Pasti kau sangat sibuk."


"Aah, Selly dan Sella sudah melahirkan dan yang lainnya sedang hamil jadi semua pekerjaan aku ambil alih."


"Haha suami yang bertanggung jawab, kau tidak ingin menyuruh pelayan saja."


"Kupikir aku lebih menikmatinya seperti ini, lagipula dunia telah damai, yang bisa kulakukan hanya hidup seperti kebanyakan orang lain."


"Begitu."


Aku menerima minuman tambahan sampai seseorang duduk di sampingku, tanpa bertanya aku tahu dia adalah Asteropedia. Semenjak dia tahu dunia luar dia selalu datang kemari dan menikmati kehidupan yang seharusnya.


"Tolong pesan Wine."


"Yo, segelas wine sudah tiba," balas Elona.


"Fuaah... enaknya."


"Kalau kau terlalu banyak minum dadamu tidak akan membesar."


"Mana mungkin, dadaku selalu tumbuh beberapa milimeter setiap harinya dan akan berhenti di ukuran G."


Aku meragukan hal itu.


"Ah benar," seolah mengingat sesuatu Asteropedia memberikanku sebuah tumpukan kertas yang dibuatnya, Elona juga memperhatikan.

__ADS_1


"Apa itu?"


"Ini komik, jangan bilang?"


"Hoho, aku berpikir akan membuat perusahaan seperti penerbit novel dan komik setelah pekerjaanku selesai di akademi itu, lagipula aku akan dapat bayaran kan?"


Aku mengernyitkan alisku atas pernyataan tersebut, kukira dengan memberikan semua buku itu sudah cukup tapi dia malah meminta uang juga.


"Akan kubayar sebanyak yang kau mau."


"Hoho, itu sudah seharusnya."


Aku melihat setiap gambar yang dia buat dan itu benar-benar indah untuk dikatakan, hanya saja.


"Ini terlalu vulgar, paling tidak selalu jaga untuk menutupi bagian pentingnya dan garis panelnya tidak merata," aku mengatakannya seperti seorang editor frofesional.


"Aku masih baru belajar, nanti juga aku pasti akan membuat karya hebat, seperti Naruto, Death Note dan lainnya."


Dia banyak belajar rupanya.


Aku tersenyum sebagai balasan lalu melanjutkan.


"Kalau sudah selesai aku ingin melihat karyamu lebih dulu."


"Ah, tentu saja..... aku sudah punya ide untuk membuat cerita dimana pria malang yang datang ke bar hanya untuk mendapat hiburan kecil dari kehidupannya yang sulit."


Aku menarik wajahnya hingga Asteropedia tertawa.


"Kau sedang mengejekku kan."


Elona hanya tertawa kecil dan berkata.


"Aku hanya bisa mendoakan kalian supaya mendapatkan apa yang ingin kalian lakukan."


"Terima kasih."

__ADS_1


"Bagaimana denganmu Elona? Apa kau memiliki sesuatu yang ingin kau lakukan?" tanyaku.


"Sejujurnya aku berasal dari kota jauh dari sini, aku hanya ingin pergi ke makam suamiku dan bertemu anak perempuanku yang tinggal di panti asuhan sejak lama."


Aku maupun Asteropedia terkejut secara bersamaan.


"Kau sudah menikah dan memiliki putri."


"Tentu, bagaimana bisa wanita bahenol sepertiku belum menikah, aku memiliki alamat putriku sejak lama tapi aku belum bisa menemuinya, dia pasti masih membenciku soal apa yang terjadi?"


Aku balik bertanya.


"Apa yang terjadi?"


"Sebenarnya aku mencampakkan mereka berdua, aku ini bukan wanita baik dan aku selalu merasa menyesal," ucapnya tidak bisa menyembunyikan kesedihan.


Karena itulah saat aku mengajak dia pergi ke kota suci, Elona selalu berkata bahwa dirinya sama sekali tidak pantas untuk mengunjunginya.


"Bagaimana kalau kita mengunjungi putrimu?"


"Itu mustahil, aku tidak sanggup."


"Lebih baik memastikan semuanya sekarang daripada sama sekali.. Bukannya kau selalu pergi dari bar untuk melihatnya."


"Bagaimana kau tahu?"


"Aku hanya bertanya-tanya saat aku datang terkadang kau tidak ada."


Asteropedia memotong.


"Kami juga akan ikut."


"Tentu saja."


Di saat seperti ini peran teman sangat dibutuhkan.

__ADS_1


__ADS_2