Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 479 : Melawan Miguel


__ADS_3

Akane melompat di atas kepala para prajurit musuh sebelum akhirnya mendarat di bawah selagi mengayunkan pedangnya. Dia menebas beberapa orang sebelum melemparkan kembang api ke arah kerumunan.


"Panas, panas."


"Itulah akibatnya main-main denganku, Selly dan Sella masuk duluan aku akan mengatasi yang di sini."


"Kau yakin?"


"Um... kita harus segera menyelamatkan Michella dan para Arch Priest lainnya."


"Baiklah."


Akane membentangkan pedangnya untuk menutup jalan.


"Kalian harus menghadapiku dulu."


Dia mengayunkan kembali pedangnya yang mana menciptakan bilah api hitam yang membuat seluruh orang-orang itu meledak ke udara.


"Apa-apaan gadis ini, dia sangat kuat."


"Kalian jangan mundur, kita masih menang jumlah, serang."


Mereka semua melompat secara bersamaan dan saat itu juga mereka terjungkal secara bersamaan pula. Melihat musuhnya terbaring tak berdaya Akane menyinggungkan senyuman puas namun lawan yang harus dihadapi selanjutnya membuat senyuman itu menghilang.


"Kau cukup hebat untuk seorang gadis kecil "


"Miguel."


"Kau mengenalku?"


"Kudengar kau orang yang membantai satu kota seorang diri."


"Lebih tepatnya satu negara."

__ADS_1


Miguel menjilat ujung bibirnya sebelum melesat maju, dia melompat selagi mengayunkan bilah pedangnya dengan cepat seperti seorang yang menari dengan anggunnya.


Pedangnya memanjang layaknya seekor ular kemudian melukai bahu kiri Akane.


"Pedangku memiliki kemampuan khusus di mana dia bisa bergerak layaknya ular, dengan ini kau akan mati."


Akane menepisnya ke udara menciptakan percikan kembang api ke udara.


"Apa?'


"Aku bukan gadis lemah, aku sudah jadi kuat."


Dengan kecepatan tinggi Akane melesat selagi mengirim tendangan lurus sayangnya sebelum mengenai Miguel dia telah menghilang dan muncul di belakang Akane.


"Kemampuan berpindah tempat."


"Tepat sekali."


"Akuma Ougi.... Kagutsuchi."


"Tidak secepat itu."


Pedang Miguel mulai membentuk dirinya seperti sebuah perisai yang mampu menahan serangan Akane.


"Aku yang menang."


Ujung pedang yang mirip kepala ular itu meluncur ke depan, walau bisa ditahan oleh pedang Akane sebagai gantinya tubuh Akane terdorong sejauh 10 meter menembus rumah di belakangnya menghasilkan ledakan ke udara.


"Ohok, ohok."


"Kuakui kau kuat tapi sampai kapan kau bertahan... memanjanglah wahai pendangku."


Pedang itu menusuk tanah kemudian muncul tepat di bawah kaki Akane yang terkejut, sekali lagi Akane menahannya akan tetapi sekarang tubuhnya di kirim ke atas langit.

__ADS_1


Begitu jauh hingga pemandangan kota tampak kecil baginya.


"Kau sekarang akan tahu rasanya menjadi seperti telur yang dijatuhkan dari ketinggian."


"Kau?"


Akane meluncur jatuh dengan kecepatan tinggi, dalam ketegangan itu dia mengeluarkan kembang api berbentuk roket kemudian menyalakannya, dengan momen itu tubuhnya ditarik ke bawah lebih cepat.


"Uwaaah.."


Sebelum menghantam tanah kembang api itu berbelok, tepat saat Akane menjatuhkan dirinya kembang api tersebut menghantam tubuh Miguel membuatnya sedikit gosong.


"Apa-apaan itu? Kini aku mulai serius."


Dengan gerakan cepat Miguel muncul dan menghilang di sekeliling Akane selagi mengayunkan pedangnya, beberapa tebasan bisa dihalau olehnya sementara sisanya menyayat tubuh Akane, membuat darah menetes dari luka goresnya.


"Aku akan mempermalukanmu lebih dulu sebelum membunuhmu."


"Kau tidak akan bisa melakukannya, karena kau akan mati," perkataan Akane terkesan dingin dan gelap.


Miguel terhenti seketika saat menatap kedua mata Akane yang berubah, saat dia ingin melarikan diri karena sensasi ketakutan tubuhnya telah terbelah dua bagian.


"Da-sar monster."


Seluruh bangunan di belakang Miguel juga terpotong-potong hingga sulit menyebutnya sebuah rumah lagi.


"Aku berhasil yataa."


Melihat itu seluruh pasukan musuh berhamburan.


"Iblis, lari."


"Tunggu, siapa yang kau panggil seperti itu... aku manusia."

__ADS_1


__ADS_2