Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 71 : Menumpang Sementara Waktu


__ADS_3

Karena masionku hancur kini untuk sementara waktu kami tinggal di kediaman Ronald, sebelumnya aku ingin mencari penginapan tapi mereka malah melarangku.


Dan kini cukup banyak orang yang memenuhi ruangan tengah, mereka adalah Selly, Sella, Riel, Nermia, Hesna, Amnestha, Rin, Gabriela, Marina, Ronald, Lolia dan terakhir Lili.


Sebanyak itulah, mereka semua hanya sedang bersenang-senang selagi menyanyikan lagu bersama, baru kali ini tempat tinggal hancur, mereka malah merayakannya.


Ada apa dengan dunia ini?


Gumamku dalam hati selagi meminum teh yang seharusnya bisa menenangkan malah memiliki efek berbeda.


"Sekarang bagaimana kalau kita suruh Selly menyanyi," kata Ronald yang sudah mabuk.


"Aku padai melakukannya, lihat aku."


Ketika aku asyik menyaksikan pertunjukan itu sebuah kaki terbang ke arah wajahku.


"Sialan, apa yang kau lakukan?"


"Cepat lepaskan aku, paling tidak berikan aku pakaian."


Ah benar, aku melupakan satu orang lagi, yang barusan menendangku adalah tawanan kami bernama Ikaros, aku memanggil salah satu pelayan di kediaman Ronald dan memintanya untuk memberikan pakaian pelayan.


Walau Ikaros sempat menolak dia tidak punya pilihan selain mengenakannya.


"Kau terlihat imut dengan pakai itu."


Tubuhku kembali di tendang olehnya.


"Sakit sekali."

__ADS_1


"Rasakan, apa untungnya kau menyanderaku, kuyakin sekarang para malaikat tinggi akan menyerang tempat ini."


"Soal itu, Gabriela kau ada di sana?"


"Aku di sini tuan."


"Gabriela? Maksudmu Gabriela itu?"


"Kau sudah melihatnya sejak tadi masa kau tidak mengenalnya."


Saat Gabriela masuk ke dalam ruangan ganti ekpresi Ikaros memucat.


"Kenapa Anda ada di sini?"


"Aku cukup kecewa karena kau lama menyadariku."


"Penampilan Anda sangat berbeda, dulu ada sedikit ge.." sebelum Ikaros menyelesaikan perkataannya mulutnya telah ditutup rapat tangan Gabriela.


"Aku sexy."


"Aku sexy."


Mendapatkan tekanan tersebut Ikaros langsung mengangguk-anggukan kepalanya beberapa kali, wanita memang menakutkan.


"Jadi apa Nal dan Ferida berulah lagi?"


"Soal itu, tuan Nal ingin menikahi nona Riel karena itulah hal seperti tadi terjadi, tolong maafkan aku, aku tidak tahu bahwa nona Gabriela tinggal di sini juga."


"Soal itu lupakan saja, menurutku banyak malaikat yang lebih cantik tapi kenapa orang itu tertarik pada gadis polos sepertinya."

__ADS_1


"Soal itu mungkin karena pusaka yang akan diterima bagi pria yang menikahi nona Riel."


Gabriela mencengkeram bahu Ikaros dengan erat.


"Ceritakan lebih banyak padaku."


Aku diam-diam mendengar dan fakta pusaka itu memanglah benar, orang tua Riel tepatnya ayahnya adalah seorang penempa ternama di atas langit, suatu hari dia telah berhasil menciptakan sebuah busur dengan kekuatan penghancur luar biasa yang mana bisa menghancurkan pulau dengan mudah.


Awalnya senjata itu diciptakan sebagai senjata untuk mengalahkan iblis yang berencana mengambil alih tempat tinggal mereka, sayangnya sebelum seseorang menggunakannya ayah Riel lebih dulu meninggal, sebelum ia meninggal ia mewariskan busur itu kepada siapapun yang menikahi putrinya, karena baginya pilihan anaknya pasti akan jauh lebih baik.


Selain orang yang ditunjuk Riel tidak ada yang bisa menggunakannya lagi.


Sejak itu semua pria mulai mendekati Riel sampai Nal pun ikut campur juga, bagaimanapun siapa yang berhasil menyelamatkan tempat tinggal mereka akan dinobatkan sebagai penguasa.


Karena itulah orang itu melakukan penyerangan sampai sejauh ini.


"Masalahnya cukup merepotkan, sudah jelas mereka akan datang kemari, jadi apa yang akan tuan lakukan?"


"Tentu saja menghajar mereka, semua orang bilang tinju lebih baik dari berbicara."


"Bukannya malah sebaiknya, jika bertarung pastikan tuan tidak melukai mereka terlalu parah."


"Aku akan menahan diri."


Ikaros menatapku dan Gabriela secara bergantian dengan wajah kebingungan.


"Kenapa nona Gabriela memanggil orang ini dengan tuan?"


"Sudah jelas, dia majikanku," balas Grabiela selagi mengarahkan kedua tangannya ke arahku.

__ADS_1


"AAAAAAPAAAAAAAAAAAA???"


__ADS_2