Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 165 : Bersama Para Siswa Akademi Ini


__ADS_3

Kejadian sebelumnya.


Selagi menikmati teh hangat di ruang tamu, semua istriku sedang disibukan dengan hobi baru mereka yaitu menjahit boneka.


Rin, Amnestha dan Gabriela juga turut bergabung bersama Rusina dan Marina. Aku sempat bertanya pada Felisa kenapa dia melakukan ini semua dan ia menjawab bahwa semua boneka ini akan dikirimkan kepada panti asuhan yang berada di ibukota.


Selagi hal itu baik aku akan selalu mendukung siapapun, karena Selly dan Sella sedang sibuk jadi aku menggantikan mereka bekerja. Aku mengalihkan pandangan ke arah Aerith.


Aerith selalu pulang pergi antara kerajaan Riselwood dan Weisvia meski begitu dia terlihat baik-baik saja dan bersemangat..


Aku bersyukur akan hal itu.


Berkat monster yang berkurang di tempat itu, kerajaannya sudah aman sekarang.


Memakai mantelku aku mengikuti jalan setapak yang telah diselimuti salju, orang-orang terlihat sedang sibuk membersihkan salju di sekitar rumah mereka, diantara mereka ras naga yang paling mudah melakukannya.


Mereka hanya menyemburkan api dari mulutnya sehingga salju mencair. Aku ingin menjadi naga.


Sesampainya di toko Teresa yang berada di kota, aku masuk ke dalam pintunya dan melihat sosok Teresa sedang menyemprotkan air ke tanamannya.


"Kazuya."


"Istriku tak bisa datang hari ini, aku ingin menggantikannya bekerja dalam beberapa hari."


"Seharusnya kau tidak usah sejauh itu, aku tidak masalah, lagipula saat musim dingin tidak banyak orang datang kemari."


"Mustahil?" teriakku.


"Tidak usah kaget juga kali."

__ADS_1


Aku mendesah pelan.


"Bagaimana orang-orang bisa hidup tanpa bunga dari Teresa, bunga Teresa telah memberikan berbagai keindahan serta aroma yang harum yang mampu membuat siapapun memiliki kehidupan berwarna, aku tidak menyangka orang-orang melewatkannya karena musim dingin."


Teresa menatapku dengan wajah bermasalah.


"Mau aku pukul kepalamu dengan palu besi?"


"Soal itu tolong jangan lakukan, aku cuma bercanda... karena sudah datang kemari, aku akan mencoba merawat tanamannya."


"Terima kasih."


Tak lama kemudian beberapa orang bermunculan, kebanyakan adalah pria yang meminta karangan bunga untuk kekasihnya.


"Datang lagi."


"Semoga pernyataan cintamu berhasil."


"Masa muda sungguh menyenangkan."


"Apa Teresa tidak pernah merasakan masa muda?" ketika aku mengatakan itu aku dikejar-kejar dengan palu olehnya.


Alchemist bisa membuat apapun dengan mudah.


Aku bersembunyi di salah satu pemuda yang tiba-tiba masuk.


"Anu, apa yang sedang kalian lakukan?"


"Maafkan aku, apa kau membutuhkan bunga?" kata Teresa ringan.

__ADS_1


"Adikku sedang sakit, aku kira aku ingin memberikannya bunga."


"Begitu, silahkan."


Aku hanya melihat punggung pemuda itu dari kejauhan, kalau saja dia elf pasti Teresa akan senang namun sayangnya elf pria tidak akan pernah ada lagi.


"Maaf, pria elf sudah..."


Sebelum aku mengatakan sesuatu Teresa memukul perutku hingga kesakitan.


"Kenapa kau memukulku?"


"Hanya ingin saja, di musim dingin kita tutup lebih awal jadi pastikan pekerjaannya selesai."


"Laksanakan Bu."


Kurasa Teresa hanya ingin mengatakan itu bukan masalah. Setelah selesai membantu pekerjaan Terasa di cuaca dingin ini akan sangat menyenangkan jika mandi di kolam air panas.


Saat mengalahkan Alexius aku mempunyai sedikit poin yang kugunakan untuk membeli skill Teleportasi, menggunakan skill tersebut aku pergi ke dungeon atau tepatnya ke lantai 100 di mana di sana ada kolam air panas yang bisa kugunakan berendam.


Aku melepaskan pakaianku lalu memasukan tubuhku ke kolam demi bisa bersandar di batu.


"Tidak ada hal nyaman selain berada di kolam air panas," ketika aku bergumam itu keempat sosok yang tidak pernah aku kira muncul di depanku.


Mereka adalah Arthur, Clara ,Pireta serta Luis.


Aku mengangkat tanganku untuk menyapa mereka.


"Yo, kalian datang kemari juga," kataku demikian hingga mereka berteriak,"Heh," secara bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2