Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 180 : Awal Dari Perjalanan


__ADS_3

Beberapa hari setelah kepergian Aurora aku menjalani kehidupan seperti biasanya. Aku menimba air di sungai untuk menyirami kebunku dan terkadang aku juga membantu penduduk desa untuk memperbaiki rumah mereka yang bocor.


Suatu hari aku memutuskan untuk pergi ke hutan, walau sebentar paling tidak aku berharap aku bisa bertemu Aurora di tempat itu, hanya saja dia tidak pernah kembali.


Ketika aku kembali ke desa hal menakutkan telah terjadi, aku sempat mendengar tentang kemunculan pasukan raja kegelapan Behemoth, tapi tak kusangka mereka menyerang desaku.


Beberapa penduduk dibunuh di depan mataku begitu saja, orang tuaku dibunuh monster sekarang mereka juga ingin merebut rumahku.


Aku mendecapkan lidah sebelum menerjang ke arah salah satu penunggang kuda hitam, mereka adalah bagian dari pasukan Behemoth.


Aku melompat dana dengan cepat menjatuhkannya ke tanah, saat dia kebingungan kuambil pedangnya lalu kutancapkan tepat di matanya hingga dia hancur menjadi debu.


Para penunggang lain mulai berlarian ke arahku, jika harus dikatakan aku pasti akan mati sekarang, saat aku berfikir itu tiba-tiba panah menghujani mereka hingga hancur.


Dari atas bukit aku melihat kumpulan pasukan dari kerajaan yang dipimpin oleh pahlawan bernama Alexius.


Aku sudah mendengar hal tentang dirinya yang menyelamatkan benua ini dari pasukan iblis seperti ini, meski begitu dia datang terlambat.


Apanya yang disebut pahlawan?"


Aku bangkit selagi mengepalkan tinjuku dengan erat, menggigit ujung bibirku hingga darah mengucur dari sana.


Jadi ini yang dimaksud Aurora waktu itu.


Dunia tidak akan berubah hanya dengan sosok pahlawan.

__ADS_1


Aku berjalan meninggalkan orang-orang di belakangku.


"Oi tunggu bocah."


Aku mengabaikan perkataan Alexius itu.


"Semuanya telah tewas," potong salah satu pasukan beramor gelap.


"Sialan, jika begini aku tidak akan mungkin mendapatkan penghargaan dari raja."


Mendengar itu aku menatap Alexius dengan tatapan menghina.


Penghargaan? Kau baru saja membiarkan orang-orang tak bersalah mati begitu saja, padahal desa ini sangat menaruh harapan padamu, orang-orang selalu membicarakanmu dan memujimu tapi yang kulihat sekarang hanyalah orang busuk yang menjijikan.


Jika di dunia ini sama sekali tidak ada kedamaian, maka aku hanya harus menjadi sosok yang ditakuti semua orang dan menciptakan kedamaianku sendiri, entah itu melebihi pahlawan atau raja kegelapan.


Selagi memikirkan itu aku berlari ke dalam hutan, tidak ada tempat untuk kembali selain tempat ini, jika tidak salah ada sebuah gua di dekat aliran sungai air terjun, saat aku datang ke sana aku melihat seseorang sedang duduk di atas batu, ia memiliki sayap serta lingkaran cahaya di kepalanya menandakan bahwa dia berasal dari ras malaikat.


Berbicara soal penampilannya dia mengenakan gaun putih dengan pita di bagian dadanya, satu hal yang mencolok darinya bahwa tubuhnya sedikit gemuk atau mungkin lebih.


Aku menyapanya karena dia terlihat sedih.


"Kau baik-baik saja?"


"Uwaah.." karena terkejut dia jatuh ke dalam sungai, karena tubuhnya besar dia kesulitan untuk bangun jadi aku membantunya.

__ADS_1


"Jangan-jangan kau sedang mengincar tubuhku."


Itu kata yang diucapkannya setelah aku membantunya.


"Aku tidak bermaksud mengagetkanmu, entah kenapa aku minta maaf."


"Karena kau mengerti kesalahanmu aku akan memaafkannya, namaku Gabriela Askar salah satu dari tiga malaikat tertinggi.


"Dengan penampilanmu, aku meragukannya."


"Karena terlalu banyak makan aku malah jadi seperti ini, orang-orang mulai mengejekku, karena itulah aku lari dari tempat asalku dan memutuskan tinggal di sini."


"Begitu, semoga berhasil."


Kalau saja dia tidak memegangi tanganku aku ingin sekali segera pergi dari sini.


"Tolong aku, aku tidak tahu apapun soal tempat ini, izinkan aku ikut bersamamu."


Dia mungkin malaikat yang suka bermalas-malasan.


"Meski kau bilang begitu aku juga tidak terlalu bisa membantu, aku sudah kehilangan rumahku dan juga aku ini orang desa."


"Tak masalah, lebih baik bersama seseorang dibanding sendiri seperti ini, aku akan menjadi bawahanmu juga."


"Aku ini berniat menjadi orang jahat."

__ADS_1


"Aku tidak keberatan, jangan tinggalkan aku sendirian."


Jika begini sulit untuk menolaknya.


__ADS_2