Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 236 : Rencana Dari Dunia Bawah


__ADS_3

Di dalam sebuah kegelapan sebuah papan hitam putih terlihat begitu jelas, di sana berdiri pion-pion catur raksasa yang menghiasinya dan di salah satunya duduk seorang pria berambut merah dengan jubah berkibar tertiup angin.


Aura yang diberikan dari penampilannya begitu misterius.


Tak lama kemudian seorang wanita mendatanginya, wanita itu memiliki aura tidak kalah dengannya, dia mengenakan pakaian seminimal mungkin untuk menampilkan seluruh ekor dari belakangnya.


Rambut sebahunya di cat warna hitam sama seperti ke sepuluh ekor di belakangnya, dia bukan rubah ataupun serigala melainkan seekor kucing.


"Ada apa Mary, tidak biasa pemimpin dari tujuh batalion datang mengunjungiku?"


"Ini perintah dari Raja Dunia Bawah, kau harus pergi ke dunia itu dan menghancurkannya?"


"Bisakah aku menolaknya."


"Untuk seorang manusia yang terlempar ke dunia ini, kau tidak bisa menolak, Akemi."


"Padahal aku sudah senang bisa tinggal di sini dengan santai... lalu bagaimana dengan proyek yang kalian lakukan?"


Akemi kembali bertanya.


"Kami sudah menyebarkan kristal kehancuran ke semua dunia yang dikelola oleh Dewa maupun Dewi, sayangnya seluruh dunia kecuali dunia yang akan kau kunjungi sekarang saja yang waktunya tidak berhenti."


"Itu aneh sekali, ada kemungkinan ada faktor yang membuat dunia itu menjadi satu-satunya dunia yang masih hidup."

__ADS_1


"Aah, jika seluruh dunia telah hancur maka hanya dunia bawah yang masih tersisa, dan saat itu Dewi maupun Dewa hanya akan menjadi budak kita para iblis."


"Menjadi manusia satu-satunya yang masih hidup sepertinya aku tidak keberatan."


Akemi melompat jatuh ke bawah mengibarkan jubahnya ke udara lalu berjalan melewati Mary.


"Aku akan membawa pasukanku."


"Di sana ada orang yang sangat kuat, berhati-hatilah."


"Kau tidak perlu cemas, aku pasti bisa membunuhnya.


***


Sementara itu di alam Dewi, Keempat Dewi hanya duduk selagi meminum teh mereka.


"Apa yang terjadi dengan kalian berdua?" yang bertanya itu adalah Hecate.


"Sebenarnya Kazuya menyuruh kami bekerja di kebun anggur, walau melelahkan cukup menyenangkan juga." balas Ristal.


"Heh... kalian sangat beruntung bisa menjalani hidup seperti manusia, benarkan Hecate?"


"Meskipun sekarang kalian bukan perawan."

__ADS_1


"Dewi itu selalu perawan sampai kapanpun," Ariel mengatakannya dengan pipi memerah.


"Aku cuma bercanda, kau tidak boleh mengatakan hal memalukan begitu, pada gadis kecil sepertiku."


"Hecate sendiri yang memulainya."


Amnesianya meletakkan game di tangannya lalu melanjutkan.


"Lalu bagaimana soal dunia kita yang membeku? Bahkan kita juga harus menghentikan waktu seluruh dunia."


Semua pandangan terarah kepada Ristal yang menyeruput tehnya.


"Kita hanya bisa menunggu saja, dunia bawah sudah melakukan pergerakan tanpa sepengetahuan kita, kerugian yang kita alami memang sangatlah buruk, akan tetapi jika naga itu tidak membekukan dunia kita, aku yakin rencana Raja Dunia Bawah sudah terwujud saat itu."


"Kami juga merasa seperti itu."


Ariel membuka mulutnya.


"Rasanya tidak adil menyerahkan nasib seluruh alam semesta pada suamiku."


"Aku juga merasa begitu Ariel, tapi kita tidak memiliki jalan lagi, yang bisa kita lakukan untuknya hanya menghiburnya saat dia kelelahan, mari kita lakukan bertiga."


"Dasar orang dewasa, kalian hanya memikirkan soal seperti itu," kata Hecate memotong, lalu menambahkan.

__ADS_1


"Kita hanya bisa bersabar sampai Kazuya melalui jalannya sendiri dan menyelesaikan semua masalahnya secara perlahan, lagipula "Sistem Dari Dunia Ini" telah kita titipkan padanya.


Ketiga Dewi yang mendengarkan hanya bisa menyeruput tehnya dalam diam.


__ADS_2