Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 259 : Sebuah Ramalan


__ADS_3

Hari ini aku mulai menempelkan beberapa poster tentang pengkhianatan di kota di mana isinya perdana menteri telah merencanakan semua ini hingga mempenjarakan ratu dan putri sebagai tahanan.


Di sela-sela itu, seseorang menarik perhatianku, dia hanya duduk di sebuah gang yang luas selagi memperhatikan ayam di depannya yang sedang mengeram.


"Lagi sibuk?" tanyaku selagi menempel poster di sampingnya.


"Biasa, lagi kerja."


"Kerja apaan?" teriakku.


"Nunggu ayam bertelur."


"Hoh, semoga beruntung."


Aku pergi tanpa mengatakan apapun lagi, bagaimanapun ayam itu ayam jantan karena itu, sampai kapanpun ayamnya tidak akan pernah bertelur.


Aku kembali berjalan dan menemukan banyak orang yang melakukan hal sama. Apa ini kota orang stres? Aku memutuskan untuk bertanya kepada penjual roti selagi membeli beberapa untuk kumakan sendiri.


"Tuan pasti berasal dari luar kota."


"Aku belum tahu ada kota seperti ini, apa mereka semua menjadi gila?"


"Sebenarnya dulu...."


Setelah mendengar penjelasannya aku akhirnya mengerti sesuatu, dahulu kala ada seorang peramal yang mengunjungi kota ini, setiap hal yang diramalkannya menjadi kenyataan.


Misal dia mengatakan bahwa bisnismu akan bangkrut dalam tiga hari.

__ADS_1


Maka dalam sekejap hal itu terjadi.


Tak hanya itu, beberapa pasangan yang dikatakan akan berselingkuh pun ternyata menjadi kebenaran. Setiap paginya orang-orang sudah mengantri di penginapan wanita itu hanya untuk mendapatkan ramalan


Tentu tak hanya ramalan buruk, dia juga meramalkan hal baik.


Hingga suatu hari pandangan penduduk mulai berubah, orang-orang mulai sering bertanya tentang bagaimana caranya mereka mendapatkan uang tanpa perlu bekerja keras.


Itu tentu bukanlah sebuah ramalan hingga si peramal beberapa kali menolaknya, kendati demikian penduduk tidak pernah menyerah dan terus mengerumuninya.


Hingga akhirnya si peramal mengatakan hal yang mengejutkan.


"Jika kalian ingin mendapatkan uang dengan mudah, kalian harus menunggu ayam jantan bertelur, jika hal itu terjadi maka kalian akan mendapatkan uang dengan mudah namun jika setiap harinya belum ada telur yang keluar kalian harus terus bekerja keras."


Orang-orang akhirnya melakukan apa yang dikatakan peramal itu, sebelum akhirnya dia pun melanjutkan perjalanannya.


Kejadian itu sudah berlalu sejak lama bahkan mereka semua telah lupa seperti apa wajah si peramal.


Dan hal ini terus dilanjutkan dari generasi ke generasi.


Ada nasihat yang kita petik atas kejadian ini, bahwa ketika manusia berhenti bekerja keras maka mereka tidak akan mendapatkan apa yang mereka inginkan sebagai hasilnya, dan ketika mereka sadari mereka telah jatuh ke dalam lubang keputusasaan.


Aku membeli beberapa roti untuk dibawa pulang selagi melirik poster yang sebelumnya aku tempel, banyak orang yang terlihat berdiri memperhatikan dengan harapan di wajah mereka.


Aku menggunakan skill terbang dan melesat meninggalkan kota tersebut, ketika aku melihat ke bawah padang rumput, ada seorang wanita berkisar di umur 40-an bersama suami dan anaknya yang masih remaja.


Di pinggirnya ada kereta kuda yang tampak kehilangan rodanya, aku memutuskan untuk turun dan membantu mereka.

__ADS_1


Ada kerusakan di penyangganya meski begitu aku dengan mudah memperbaikinya.


"Terima kasih banyak."


"Bukan apa-apa, hal ini mudah bagiku," balasku pada si pria yang kembali bersama anaknya ke dalam kereta, sementara istrinya berkata ke arahku.


"Ngomong-ngomong apa Anda sebelumnya mampir ke kota di depan sana?"


"Ah benar."


"Bagaimana kotanya?"


"Di sana penduduknya sangat rajin dan bekerja keras," jawabku apa adanya.


"Begitukah, aku pernah mengunjungi kota tersebut ketika dalam perjalanan, karena sekarang aku sudah tua... kukira aku akan menghabiskan masa tuaku bersama keluargaku di kota tersebut."


"Begitu, aku pikir orang-orang di sana sangat berterima kasih pada si peramal."


Wanita di depanku hanya tersenyum sebagai jawaban.


"Kalau begitu aku pamit."


"Oh yah tuan."


"Ada apa?"


"Sepertinya tuan akan memikul beban berat ke depannya."

__ADS_1


Aku tersenyum lalu berkata, "Aku sudah tahu," dan kemudian kembali terbang.


__ADS_2