Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 279 : Dewa Kegelapan


__ADS_3

Para Undead mulai menyerangku serempak, bagiku hal ini tidak lebih dari seekor nyamuk yang mendengung di telingaku.


Aku hanya menggunakan satu tangan untuk merobohkan mereka semua, kemudian kugunakan sihir ledakan tingkat menengah untuk menghancurkan mereka agar tidak dibangkitkan kembali.


Mengetahui rencananya gagal, Leonel mengirimkan bayangannya ke arahku mulut mereka menggigitku dari segala arah, kaki, tangan dan bahu sementara aku hanya diam tak bergerak.


Beberapa pemberitahuan otomatis muncul di jendela menuku bersamaan suara yang terdengar masuk ke dalam kepalaku.


[Peningkatan ketahanan +20]


[Peningkatan resistensi racun +20 ]


[Peningkatan Fisik +20]


Semua statusku ditingkatkan menurut seberapa kuat musuh yang kuhadapi, sejauh ini belum sampai 50 atau bahkan 100.


"Sebenarnya kau siapa?" tanya Leonel sedikit gelisah.


"Kau belum pernah mendengar namaku, bukannya kalian sudah lama hidup."


Paling tidak mereka hidup di zaman Behemoth.


"Aku sama sekali tidak mengenalmu."


Wajar saja nama bahkan wajahku memang sedikit berbeda, jika ditanyakan aku lebih suka yang sekarang karena aku lebih terlihat keren.


"Dewa Kegelapan," mendengar perkataanku Leonel tertawa, dia mungkin menganggapnya sebuah lelucon.


"Jangan bercanda, Dewa Kegelapan tidak mungkin hidup di era ini.. dia memang telah mengalahkan monster maupun Behemoth, namun dikatakan dia dibunuh oleh pahlawan."

__ADS_1


Aku tersenyum kecil, setidaknya aku tahu bahwa kau cukup terkenal.


Aku melanjutkan.


"Sebelumnya kaulah yang menculik Neffiel, karena itu aku akan membunuhmu tanpa ragu."


"Membunuhku... jangan bercanda."


Bayangannya kembali menyerangku dari segala arah, orang ini sama sekali tidak pernah belajar tentang menyerah, merasa geram dia sendiri yang menyerangku.


Aku mencengkeram wajahnya lalu membakarnya sampai meledak menyisakan tulang berulang tanpa daging sedikitpun.


"Aku memang lebih suka berpenampilan seperti ini," katanya demikian.


Aku melemparkannya jauh ke depan dengan hantaman yang cukup keras hingga dia bangun dengan pergelangan sendi berputar tak karuan.


"Kau terlalu meremehkan manusia, bagaimana jika aku menunjukan sesuatu yang menarik."


[Intimidasi tingkat atas diaktifkan]


Untuk berjaga-jaga tingkat intimidasinya ada di peringkat raja iblis.


"Apa-apaan dengan hawa membunuh ini? Tanganku tak bisa digerakkan."


Leonel memaksakan dirinya mengeluarkan Grandbell di tangannya, kemudian mengayunkannya di udara untuk menciptakan bilah bayangan.


Aku pun melakukan hal sama untuk menangkisnya hingga wajah Leonel tergagap.


"Pedang itu?"

__ADS_1


"Aku menerimanya dari Rafael, pedang ini cukup banyak membantuku di masa lalu, tapi sekarang bahkan dengan tidak menggunakannya aku sudah cukup mengalahkanmu."


"Jangan sombong kau."


Leonel menerjang ke arahku dia mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dan aku menerimanya dengan sepenuh hati dengan kepalaku.


Alih-alih kepalaku yang hancur pedang Garandbell miliknya hancur berkeping-keping.


"Mu-mustahil? Ba-bagaimana bisa?"


Semua pertahananku mencapai 100 persen, saat Leonel hendak melarikan diri aku segera mencekik lehernya dan mengangkatnya ke atas.


"Biar aku beritahu hal manarik, selain membunuh raja iblis dan Behemoth, aku telah menghabisi lebih banyak dari yang semua orang pikirkan.


Jendela statusku memunculkan jumlah yang telah kuhabisi selama ini, aku hanya harus menyebutkannya.


"Aku telah membunuh monster sebanyak 900 juta, membunuh iblis sebanyak 800 juta dan lain-lain sebanyak lebih dari 100 juta, apa menurutmu kau lebih kuat dariku?"


Leonel mengigit bibirnya.


"Aku tidak ingin mati di sini, impian kami sebentar lagi akan tercapai."


"Berhentilah memimpikan hal bodoh. Manusia menjadi mayat hidup, itu sama saja dengan mereka mati."


"Sialan kau," teriaknya sebelum akhirnya tubuhnya terbakar dan hancur menjadi debu.


Aku mengibaskan tanganku lalu melirik ke arah sisanya yang berjalan menghampiri.


"Ritualnya sudah selesai bukan, sekarang bagaimana kalau kita mulai pestanya," kataku demikian.

__ADS_1


__ADS_2