Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 450 : Festival Dan Awal Perjalanan


__ADS_3

Beberapa hari selanjutnya, sesuai yang kujanjikan puluhan kios telah dibangun di lapangan luas, setiap kios diisi paling sedikit dua orang yang dengan senang menawarkan hasil tulisan mereka dalam bentuk buku.


"Silahkan."


Beberapa barisan antrian tampak menghalangi langkahku kendati demikian aku masih bisa sampai ke tujuanku yaitu kios yang dijalankan oleh Asteropedia dan muridnya bernama Beresford.


"Kalian tampak sibuk memberikan senjata pembunuh masal itu."


"Apa maksudmu dengan senjata pembunuh masal, ini adalah karya terbaik di tahun ini," balas Asteropedia selagi memberikan buku yang sudah di tanda tangani olehnya pada penggemarnya yang mayoritas wanita ini.


"Terima kasih, ceritanya sungguh membuat deg-degan."


Blok ini memang menakutkan, sebagai sopan santun aku juga akan membeli satu.


"Akhirnya kau mengakui karyaku."


"Aku penasaran dengan adegan itu."


"Hohoh kau tidak akan kecewa."


Setelah dari kios miliknya aku melanjutkan untuk mengelilingi tempat ini, kulihat Mamisa dan teman-temannya sedang bercosplay gadis penyihir lengkap dengan tongkat bersinar sementara semua orang berlomba-lomba untuk memfoto mereka khususnya dari perusahaan majalah yang di kelola elf.


"Imutnya."


"Tolong lihat kemari."


"Baik."

__ADS_1


Aku sudah sering melihat acara ini, jadi tidak ada istimewanya bagiku yang membuatku senang hanya ekpresi semua orang yang terlihat bahagia.


Aku sudah mengirim pelayanku untuk mengurus soal bandit dan juga aku telah menghabiskan waktu sebanyak yang bisa kulakukan untuk istri dan putri-putriku yang lain, kini sudah waktunya untuk pergi ke dunia yang Selly dan Sella pernah tinggali.


Di depan semua orang tepatnya di halaman mansionku, semua orang mengantar kepergian kami bertiga, Selly dan Sella memeluk Seri dan Serin begitu erat.


"Mama akan pergi cukup lama, tolong jaga diri kalian."


"Jangan khawatir mama, kami akan selalu menunggumu... kami sudah besar."


Keduanya mengatakan hal sama di waktu bersamaan pula. Aku ingin membawa semuanya ke sana hanya saja tempat itu bukanlah tempat aman untuk dikunjungi malah jauh lebih sulit dari dunia ini.


Hanya kami bertiga yang pergi adalah pilihan terbaik, aku menyerahkan semua wewenang pada pelayanku hingga Selly dan Sella menyatukan kedua tangan mereka untuk menciptakan lubang hitam di atas kami berdua.


Lubang itu menarik kami bertiga masuk hingga,


Saat kusadari aku sudah berbaring di padang rumput luas dengan aroma rumput yang memenuhi udara melintasi bunga-bunga yang tumbuh dengan indahnya.


Selly dan Sella berdiri dengan wajah puas selagi melihat sekitar.


"Kita pulang Selly."


"Benar Sella."


Aku mengikuti mereka.


"Kalian yakin tidak ingin menyembunyikan diri kalian."

__ADS_1


"Jangan khawatir, waktu telah berlalu sekian lama aku tidak yakin orang-orang masih ingat pada kami," kata selly.


"Begitukah."


Saat kami berpapasan dengan seorang pria pencari rumput, aku bertanya padanya.


"Maaf pria asing apa kau bisa menunjukkan kami lokasi kota terdekat?"


"Jika tidak salah di balik gunung di sana ada kota yang masih berdiri, kau bisa datang ke sana."


"Masih berdiri?" kataku ragu.


"Hampir seluruh wilayah di sini telah dihancurkan oleh makhluk bencana kalian mungkin tidak akan menemukan kota yang masih utuh. Ngomong-ngomong dari mana kalian?"


Sella yang menjawabnya.


"Kami dari wilayah Install."


"Dari provinsi jauh itu kah... kudengar wilayah itu telah rata dengan tanah."


Selly maupun Sella sedikit terkejut meski begitu aku segera menimpa perkataan pria di depan kami.


Dia masih berfikir bahwa kami hanya seorang pengungsi dari sana dan itu jangan sampai berubah.


"Kalau begitu kami akan pergi sekarang."


"Berhati-hatilah."

__ADS_1


"Terima kasih."


__ADS_2