Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 336 : Hari Yang Santai


__ADS_3

Beberapa minggu berikutnya aku mengundang semua orang yang menangani pembangunan desa ke ruanganku.


"Kerja bagus kalian semua, desa sudah selesai dibangun dan malam ini kita adakan pesta, baru setelahnya kalian bisa libur selama dua Minggu ke depan," atas pernyataanku mereka semua menarik nafas lega.


Pekerjaan membuat desa bukanlah hal mudah untuk dilakukan, terlebih saat membuatnya sekaligus dengan akses jalannya.


"Untuk Lolia setelah senggang kita akan membangun akademi yang bisa menampung semua orang untuk bersekolah jadi gunakanlah waktu istirahatmu dengan baik."


"Dimengerti."


"Dan untuk lainnya bisa kembali ke pekerjaan sebelumnya setelah selesai berlibur."


"Baik."


Aku hanya bisa melihat punggung mereka hingga menghilang dibalik pintu, aku sudah menyelesaikan pekerjaanku karena itu aku memutuskan untuk mencari bahan makanan yang enak untuk pesta nanti.


Sebaiknya aku mengajak siapa?


"Kurasa ini giliranku yang pergi bersamamu."


Seorang muncul dari jendela selagi menjawab gumamanku. Dia adalah Rusina Helbet seorang bangsawan Viscont yang menumpang tinggal di masionku walaupun aku sudah membeli rumahnya dengan harga mahal.


Dia memiliki penampilan seperti bangsawan pada umumnya dengan gaun Eropa mengembang serta topi bundar untuk menutupi rambut pirang panjangnya.


Dia seekor rubah ekor sembilan namun dia bisa menyembunyikan ekor maupun telinganya dengan baik.


"Kenapa kau berada di sana?" kataku datar.


"Aku ingin tahu apa kau selalu melakukan hal yang enak-enak di ruangan ini bersama wanita."

__ADS_1


Aku hanya menjawab dengan helaan nafas panjang, tak kusangka aku bisa mendengar hal seperti ini dari rubah yang dikenal sebagai orang paling bijaksana.


Rusina duduk di mejaku lalu merogoh ke dalam belahan dadanya untuk mengambil kipas di sana, tak hanya kipas dia juga mengambil selembaran kertas dari dalamnya.


Bagaimana cara dia melakukannya adalah misteri.


Ia memberikan selembaran tersebut sementara kipasnya dia ayunkan untuk dirinya sendiri, aku membacanya sekilas.


"Bukannya ini wilayahmu?" teriakku.


"Lihat baik-baik, wilayahku telah diserang para kepiting raksasa... aku kesulitan mengatasinya karena itu, maukah kau melakukannya, bukannya kepiting juga makanan laut paling enak."


Aku tidak bisa menyangkalnya sih.


"Lokasinya berdekatan dengan laut, kurasa aku akan sekalian mengundang seluruh penghuni masion ikut juga."


"Itu ide bagus, aku juga setuju... lebih banyak orang lebih bagus."


"Aku biasa tidak mengenakan apapun saat di pantai, kau pasti akan menikmatinya."


Katharina bahkan tidak mengenakan apapun sepanjang hari, aku ragu ada yang bisa memecahkan rekornya.


Tepat jam 9 pagi, aku menggunakan gerbang perpindahan untuk memindahkan seluruh penghuni masion.


Istriku, putriku, kemudian para pelayanku dan juga sebagai pengecualian aku juga mengundang Katharina dan Dorothy, tentu saja Rusina juga ikut. Kecuali tiga orang itu, semua orang mengenakan pakaian renang yang indah.


Para putriku bersama-sama membuat istana pasir, para pelayanku bermain voli sementara para istiku berjemur di bawah payung yang teduh, untuk sisanya hanya bermain air.


Aku sedikit menundukan kepalaku selagi menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Sepertinya tidak ada yang mau menangkap kepitingnya, bagaimana menurutmu Dorothy?" tanyaku padanya yang seperti biasa bersantai di kepalaku.


Rusina menepuk punggungku tiba-tiba, dia benar-benar tidak mengenakan apapun.


"Rasanya aku sangat bebas."


"Kau akan malu jika seseorang melihatmu."


"Jangan khawatir, aku sudah melindungi area ini dengan sihirku selain kita tidak ada yang bisa keluar dan masuk... terlebih, jika melihat dari luar area kita hanya terlihat seperti kabut asap berbetuk kubus.


"Apa kabut itu juga bisa menyembunyikan tubuhmu."


"Kalau disembunyikan banyak orang yang kecewa kau tahu."


Katharina melambai ke arah Rusina selagi berteriak.


"Ayo berenang."


"Aku datang, selamat berjuang Kazuya."


Rusina berlari lalu terjatuh ke pasir dan mulai berlari kembali.


"Jika semua bangsawan sepertinya kerajaan ini tidak akan bertahan lebih lama, benarkan Dorothy, Dorothy?"


Dia sudah berjalan jauh.


"Meong, meong."


"Dasar pengkhianat," teriakku.

__ADS_1


Pada akhirnya aku sendiri yang bekerja.


__ADS_2