
Garius terus menembak ke arahku sementara aku berlarian ke arah belakang bangunan.
"Kau mirip seperti tikus yang terpojok oleh seekor kucing, apa kau benar-benar seorang pahlawan."
Aku menciptakan busur lalu membalas serangannya dengan panah yang kuselesatkan hingga Garius juga menjadi bangunan sebagai pelindungnya.
"Dari awal aku tidak menganggap diriku pahlawan."
DUAAAR!!
Bangunan di depanku hancur begitu juga bangunan Garius, ini lebih mirip seperti pertarungan tank baja dari jarak jauh.
"Railgun Impact."
"Burning Arrow."
Kedua serangan itu saling bertubrukan menghasilkan ledakan gema yang menghancurkan sekelilingnya.
Garius adalah seorang dari dunia lain jika bukan karena kau pernah datang ke dunianya akan sulit untuk mengindentifikasi senjata apa yang digunakannya.
Dalam kepulan asap aku menerobos maju selagi mengirim tendangan, yang kukira Garius masih di tempatnya dia sudah berada di atas genteng selagi menembak Railgun.
Aku dengan baik berguling di tanah sebelum kembali bersembunyi di bangunan.
__ADS_1
"Untuk seorang yang di kagumi banyak orang, ternyata kau bisa membuat sesuatu seperti ini."
"Kagumi, aku tidak butuh rasa kagum dari para budak... kalian ada hanya untuk menjadikan diriku sebagai penguasa sejati."
"Penguasa, biar kuberitahu... hal itu tidak menyenangkan kau tahu."
"Memangnya kau tahu apa?"
Aku meluncur ke depan selagi mengirim beberapa panah ke arah Garius, dia bisa menghindarinya dengan melompat ke bangunan lain akan tetapi aku dengan baik mengikutinya hingga saling membenturkan busur maupun Railgun di udara.
Kami menjaga jarak satu sama lain dalam diam.
"Hell fire."
"Area Field... Zona Penghakiman."
Sebuah rahang besi sudah siap menangkapnya dari bawah, mulut itu berusaha menutup sayangnya Garius menahannya dengan kedua tangannya agar tidak tertutup.
"Aku tidak akan menyerah di sini, penantianku selama ini tidak akan terbuang sia-sia."
Aku yang menyaksikan dari atas berkata.
"Saat kau berpikir ilmu pengetahuan bisa digunakan untuk mengambil hak setiap orang, saat itu juga kau sudah kalah."
__ADS_1
Aku mengarahkan tanganku dan siap mengakhiri semuanya, para robot yang bermunculan di sekelilingku terus menembakan peluru mereka menghantam langsung tubuhku.
Beberapa bisa menembus perisaiku tapi aku mengabaikannya.
"Orang yang telah membiarkan iblis merasuki hatinya sudah tidak akan bisa melihat cahaya lagi."
Bersamaan itu rahang lebih besar muncul lalu menelannya tanpa sisa, api yang membakar desa telah padam bersamaan kota yang telah kuperbaiki.
Yang tersisa dari sosok Garius hanya nama yang tercoreng serta Railgun yang tergeletak begitu saja. Aku mengambil senjata itu lalu menghancurkannya.
"Di dunia ini lebih baik tidak ada senjata seperti ini lagi."
Setelah selesai aku membangkitkan keluarga raja maupun semua orang di ibukota ini, dengan ringan aku menjentikkan jariku dan ribuan koin emas berjatuhan memenuhi ruangan singgasana, semua orang yang melihat hanya bisa menelan ludahnya dalam diam.
"Ini adalah hutang yang kubayar, mulai sekarang jauhi kerajaan lainnya.. jika kalian membuat onar lagi aku juga kan menghancurkan kerajaan ini."
Mendengar itu semua orang langsung memucat. Aku sebenarnya tidak ingin menghidupkan mereka hanya saja jika aku biarkan semua rakyat di sini akan kehilangan rumah mereka dan aku tidak ingin bertanggung jawab untuk itu.
Aku berbalik lalu berjalan di atas tumpukan emas lalu muncul di ibukota Weisvia dua, orang-orang yang sudah kukirim sebelumnya telah kembali termasuk para komandannya yang menjaga ibukota ini.
Dengan ini akhirnya selesai juga.
Aku mengangkat tanganku dan teriakan semua orang menyatu dengan tawa suka cita.
__ADS_1