Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 426 : Proyek Dari Keabadian


__ADS_3

Dibantu arahan Noella kami sampai di sebuah rumah yang terbengkalai, karena sudah lama ditinggalkan pemiliknya, itu malah mirip seperti sebuah reruntuhan.


Tanaman Ivy memenuhi setiap sisi tembok bersamaan lumut yang menempel baik di antaranya.


Ada patung aneh di sana, saat aku menyentuhnya aku menggunakan skill penilaiku dan itu merupakan jalan menuju ruangan rahasia bawah tanah.


Setelah menyusuri lorong yang panjang kami semua tiba di sebuah ruangan luas di mana di tengahnya tampak sebuah pecahan kaya serta air menggenang di lantainya.


"Matamorfosis," aku membaca tulisan yang berada dipuing-puingnya.


"Apa itu?" tanya Rara.


"Sebuah nama proses perubahan dari sebuah ulat menjadi kupu-kupu."


"Begitukah."


"Mari kumpulan semua berkas di tempat ini."


Atas pernyataanku keduanya mengangguk mengiyakan.


Aku duduk di kursi lalu membaca semua dokumen yang telah kami kumpulkan, setelah 30 menit aku akhirnya tahu sesuatu tentang tempat ini.


"Kau menemukan sesuatu?" sekarang giliran Noella yang penasaran hingga aku membalas.


"Ini merupakan lab rahasia persembunyian doktor Garius, di sini ia mengembangkan suatu proyek yang di sebut proyek dari keabadian."


Keduanya tampak terkejut selagi melirik tempat pecahan kaca mengikuti pandanganku.


"Itu sesuatu yang luar biasa, bagaimana cara membuatnya?"


"Dia menggunakan kristal untuk menghisap seluruh energi kehidupan banyak manusia lalu memasukannya ke dalam tubuhnya."

__ADS_1


"Dengan kata lain?"


"Dia hanya seorang pembunuh."


Keheningan terasa diantara kami berdua, Noella tampak terpukul karena baginya dia mengangumi sosok Garius.


"Itu bohong kan?"


"Sayangnya itu benar.... jika kau mau membuktikannya aku bisa membuat ulang metamorfosis untukmu secara singkat, hanya saja kau juga akan abadi, sebagai ganti energi kehidupan aku akan menggantinya dengan energi kehidupan milikku yang tidak terbatas. Apa kau mau?"


"Hidup abadi adalah sesuatu yang dikejar oleh manusia, apa aku berhak mendapatkan hal seperti itu?"


"Meksi abadi jika seseorang membunuhmu kau juga akan mati, ini hanya bentuk keabadian yang membuat umur sangat panjang seperti elf."


Keabadian pada dasarnya dibagi dua, satunya adalah keabadian yang baru kujelaskan sementara satu lagi adalah keabadian mutlak milikku, jika pun tubuhku hancur seluruh bagiannya akan menyatu kembali hanya saja jika itu musuhnya adalah diriku yang lain ataupun Dolla mereka bisa menggunakan [Area Field] yang menghilangkan keabadian.


Jadi manapun memiliki kelemahan.


"Bagaimana denganmu?"


"Kurasa aku tidak memerlukannya, hanya kembali ke wujudku sedia kala sudah cukup."


"Begitu, setelah aku membantu Noella aku akan membuatkanmu tubuh yang baru."


"Tunggu sebentar, apa dari awal kau bisa melakukannya?"


Saat aku mengangguk mengiyakan Rara melompat ke arahku.


"Kenapa kau tidak bilang dari awal?"


"Aku hanya ingin tahu kau orang jahat atau bukan."

__ADS_1


"Kau terlalu berhati-hati, tapi yah sudahlah aku bisa mengerti alasanmu itu."


Aku menggunakan skillku dan membuat ulang tabung raksasa metamorfosis sedia kala.


"Sekarang Noella lepaskan pakaianmu?"


"Bukannya itu, jika kau melihatnya kau harus menikahiku?"


Aku menghela nafas panjang.


"Aku memang sedikit menyukaimu, kurasa aku akan menikah denganmu."


"Hore... kalau begitu tolong bantu aku melepaskan pakaianku."


"Lakukan saja sendiri," kataku lemas.


Setelah Noella membuka semuanya aku membuatnya tertidur sebelum akhirnya memasukannya ke dalam tabung yang mana dalam sekejap air merendamnya, aku memasangkan tabung oksigen jadi semuanya tidak ada masalah.


Rara yang berdiri di sampingku dalam wujud boneka berkata.


"Kau tiba-tiba saja berubah pikiran, apa yang membuatmu jadi seperti ini?"


"Kurasa aku tidak memiliki waktu yang panjang untuk menyelamatkan kerajaan ini."


"Alasannya?"


"Garius mencoba untuk menguasai dunia ini, aku yakin dia sudah mengambil alih kerajaan yang membuat kerajaan ini berhutang."


Aku mengambil kertas yang kubaca lalu menunjukan gambar di dalamnya yang merupakan robot raksasa berbentuk kotak dengan tinggi 2 meter, serta memiliki tangan dan kaki layaknya manusia. Tak hanya itu mereka juga memegang senjata api.


Melihat itu Rara seketika tak bisa berkata apa-apa, bukan karena dia tidak tahu apapun akan tetapi robot inilah yang merusak desanya serta membunuh semua orang yang dikenalnya termasuk adik dan orang tuanya.

__ADS_1


"Benda itu yang menghancurkan desaku, aku berasal dari kerajaan itu," katanya dengan nada terpukul.


__ADS_2