
Aku tadinya memutuskan untuk berisitirahat di kamarku namun, saat aku sadari aku telah berada di dunia lain atau tepatnya di alam mimpi dimana aku duduk bersama dua Dewi yang sebelumnya aku temui.
Salah satunya Dewi yang aku kagumi bernama Ristal dan satunya lagi Dewi Ariel.
Dewi Ariel telah kehilangan kandidatnya karena itu dia telah dikeluarkan dari kompetisi yang mereka lakukan karena itu juga aku akan selalu menemukannya bersama Dewi Ristal di sini.
"Aku kembali lagi ke sini toh."
"Kau terdengar seperti tidak nyaman berada di sini Kazuya," kata Dewi Ristal sedikit kecewa.
"Yah, bukan seperti itu juga.. aku senang bisa bersama dua Dewi yang cantik seperti kalian hanya saja sesekali biarkan aku tidur seperti orang rasakan."
"Di tolak," jawab singkat Dewi Ristal sedangkan Dewi di sebelahnya senyum-senyum sendiri.
"Aku dibilang cantik Ristal."
"Syukurlah Ariel aku melihat pernikahanmu sekarang."
"Oi."
Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Dewi Ariel tapi kurasa hidupnya sangat sulit.
Mari lupakan itu, ada yang lebih penting yang harus dibahas.
"Oh yah Dewi Ristal, sebelumnya aku lupa untuk menanyakannya tapi aku sedikit penasaran siapa Selly dan Sella itu sebenarnya?"
"Mereka berdua mantan ratu iblis"
"Ratu iblis."
Aku menyeruput tehku dalam tenang.
Lalu
__ADS_1
Buakh.
Menyembur dari mulutku.
"Seriusan?"
"Tentu saja, memangnya kau tidak merasa aneh kedua orang itu terlalu kuat untuk disebut wanita biasa. Ariel juga sudah tahu itu."
"Ah iya, mereka berdua ratu iblis yang sempat menyerang ke dunia Dewi, kebetulan Dewi Ristal yang mengalahkan mereka berdua lalu dia mengirimkan mereka untuk membantumu."
"Memang boleh melakukan itu?" aku balik bertanya.
"Itu hanya bonus untukku lagipula mereka juga disuruh tidak terlalu ikut campur dan hanya bertugas mendorongmu ikut dalam kompetisi yang sedang kami lakukan... bukannya mereka lembut."
"Lembut apanya?"
Pertanyaanku tak mendapatkan jawaban apapun.
Aku merasa bahwa Dewi Ristal hanya tidak mau mendapatkan masalah dari kedua pelayanku itu.
Jika Selly dan Sella cukup kuat untuk datang ke alam Dewi, mereka berarti lebih kuat dariku.
Aku tidak membayangkannya.
Ariel berkata ke arahku.
"Apa kau tidak ada sesuatu yang ingin dikatakan padaku?"
"Tidak."
"Soal penampilanku?"
"Jika ditanya begitu kenapa penampilanmu selalu terbuka?"
__ADS_1
Ariel memerah hingga Dewi yang duduk di sebelahnya merangkulnya.
"Ia mengenakan pakaian seperti ini untukmu, tadinya aku akan memukulmu jika kau tidak memujinya."
"Kau ini Dewi kan?"
Kami bertiga hanya menghabiskan waktu dengan obrolan santai sampai saat aku membuka mataku hari sudah sore.
Sebuah ketukan terdengar dari luar pintu.
"Tuan Kazuya, anda baik-baik saja?"
"Ah, aku hanya ketiduran barusan."
Aku bergegas membuka pintu dan kutemukan Nermia yang berdiri di sana dengan celemek terikat di tubuhnya.
"Begitu, hari ini aku dan Selly yang bertugas memasak... apa ada permintaan khusus? Aku bisa memaksakan apapun yang tuan inginkan, sup daging, ikan bakar atau mungkin aku?"
Sesekali Selly dan Sella harus dipisahkan.
"Kalau begitu, aku memilih yang terakhir... selamat makan."
Aku segera berada di belakang Nermia lalu menggigit bahunya.
"Kyaaa. Bukan ini yang aku maksud?"
Aku tertawa kecil.
Sepertinya sudah cukup aku menjahilinya.
Ketika Nermia berlari menuruni tangga aku mengikutinya dari belakang, kulihat dia bersembunyi di belakang Selly.
"Jika tuan ingin memakan Nermia, tolong makan aku lebih dulu."
__ADS_1
"Yah, aku cuma bercanda... ngomong-ngomong apa kalian mencium bau terbakar?"
"Masakannya," Selly dan Nermia buru-buru berlari ke dapur sementara aku hanya mendesah pelan.