Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 111 : Serangan Ke Kastil Raja Iblis


__ADS_3

Aku meminta Selly dan Sella untuk tetap berada di penginapan sementara aku beserta pasukan yang sebelumnya, pergi ke kastil raja iblis.


Demi hal ini aku telah membeli skill [Teleportasi] untuk membawa semuanya pergi ke wilayah tersebut, tanpa berkata apapun lagi kami langsung menyerang kastil tersebut, beberapa pasukan tengkorak mulai bermunculan seiring waktu.


Karena aku telah mengalahkan pemimpin mereka di Kota Bendungan Andreas jadi yang tersisa hanyalah musuh yang lemah, membiarkan seluruh pasukan mengatasinya aku menerobos ke dalam kastil dan kutemukan seseorang duduk di sana dengan kepala terkulai lemas atau tepatnya raja iblis Disolva telah terbunuh dengan seluruh pedang menancapnya dari segala arah, seseorang telah lebih dulu datang kemari hingga aku merasakan sosok janggal yang datang dari belakangku.


Aku berbalik dan...


SRAK!


Kedua tanganku terputus begitu saja ke bawah bersamaan pedang yang meluncur tanpa seseorang memegangnya seolah itu dilemparkan dengan kecepatan tinggi.


Aku melihat sesosok wanita Oni berdiri terbalik di langit-langit seperti seorang ninja.


"Bagaimana rasanya, apa menyakitkan?"


"Sial."


Wanita itu memiliki rambut merah dengan kulit gelap dan mata seperti orang mati.


"Kenapa kau ada di sini dan membunuh raja iblis?"

__ADS_1


"Ah ini hanya rencana dari pemimpin kami, aku membunuhnya dan mengatakan bahwa kaulah yang melakukannya dan menantang seluruh raja iblis untuk datang ke kerajaan Weisvia."


Ketika tanganku menyatu kembali aku menyerang wanita itu dengan segala kemampuanku, hanya dengan jentiknya jari kemampuan cincinku menghilang dalam sekejap.


"Bagiku kau sangat lemah, kenapa pemimpin sangat berhati-hati denganmu?"


Tidak, sudah jelas kemampuan para Oni lebih menakutkan bahkan hanya satu dari mereka bisa membunuh raja iblis semudah ini.


"Pimpinan mengatakan aku boleh membunuhmu kalau mau karena itu, aku tidak akan menahan diri."


Saat wanita itu menjatuhkan dirinya di lantai, sekitar lima lingkaran sihir muncul bersamaan yang mana masing-masing dari sana menembakan pedang dengan kecepatan tinggi.


"Kau bisa berlari tapi tidak bisa bersembunyi, akuilah bahwa pemimpin kami lebih hebat dan akan menguasai dunia ini."


"Hal seperti itu mana mungkin bisa kulakukan."


"Kalau begitu matilah."


Aku mengeluarkan topeng monster dengan tiga mata dari bajuku, sudah sejauh ini aku tidak akan membiarkan dunia hancur begitu saja bahkan dari orang yang dulu pernah menyelamatkan dunia ini.


Aku memakai topeng ini dan lalu menghilang.

__ADS_1


Saat Wanita itu memeriksa keadaanku dia terkejut karena tidak bisa menemukanku.


"Kemana?"


Aku muncul di belakangan lalu memilintir kepalanya dan itu menghasilkan suara retakan sebelum dia jatuh ke lantai tak bernyawa, jika situasinya seperti ini kerajaan Weisvia kini dalam bahaya. Tempat itu akan menjadi lokasi pertarungan tiga raja iblis sekaligus. Tidak ada orang yang tahu apa yang terjadi saat mereka bergabung.


Setelah mengumumkan kemenangan kami dari raja Iblis Disolva, sebuah jamuan mewah telah menyambut di istana, Selly dan Sella tidak seperti sebelumnya suka berbuat onar mereka lebih feminim dan bisa menahan diri mereka.


Aku akan percaya bahwa ketika seseorang menikah kepribadian mereka akan sedikit lebih dewasa.


Kulihat Guarda sedang bersama keluarganya menikmati jamuan bersama. Selly dan Sella berkata di waktu bersamaan.


"Aku juga ingin punya putri yang manis seperti itu."


"Kalian hanya harus menunggu," bersamaan perkataanku yang lemas Riko muncul dengan dua gelas di tangannya yang mana aku menerimanya dengan baik.


"Jangan khawatir, itu hanya air biasa.. Aku ingin merayakan kemenangan secara pribadi dengan pahlawan dari kerajaan ini, kalau begitu mari bersulang."


"Bersulang."


Kami menempelkan gelas itu hingga menghasilkan suara nyaring sebelum meminumnya.

__ADS_1


__ADS_2