Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 115 : Desa Yang Tertutup Salju


__ADS_3

Aku menyeruput tehku saat Felisa muncul dengan terburu-buru, sepertinya dia baru mendapatkan informasi dari kerajaan buktinya ada sebuah kertas yang berada di tangannya.


"Suamiku aku perlu bantuanmu."


Aku bisa menduga hal ini akan terjadi, menurut Felisa di wilayah Utara kerajaan Weisvia tiba-tiba saja ada fenomena aneh dimana sebuah salju turun dan memenuhi seluruh desa, beberapa orang bahkan tidak bisa keluar dari rumah karena kadang salju turun dengan lebat.


Felisa bilang lebih baik mengandalkan suaminya dibanding kesatria, itu jauh lebih cepat, mendengar hal itu jelas membuatku tidak bisa mengkhianati harapannya tapi sebelum itu aku memutuskan untuk berburu binatang buas sendirian untuk dibawa ke sana.


Diluar dugaan Dewi Ristal telah berdiri di sana selagi melambaikan tangannya ke arahku.


Di wilayah ini terjadi pertumbuhan kelinci besar-besaran, walau aku memburu 1000 ekor itu tidak akan mengganggu ekosistem.


Aku menggunakan sihir angin untuk membuat tombak kecil demi menjatuhkan mereka, sementara Dewi Ristal menggunakan sihir es yang jarang dimiliki oleh orang lain.


Aku berkata ke arahnya selagi memasukan semua bahan makanan daging itu ke dalam sihir ruang waktuku, walau berapa lamapun daging ini tidak akan membusuk.


"Kenapa seorang Dewi juga datang untuk membantu?"


"Soal itu, aku ingin berduaan saja dengan Kazuya," teriaknya sementara aku menarik pipinya.


"Seberapa kau ingin bersamaku hal ini jelas aneh, cepat katakan."


"Sebenarnya salju itu ulah dari pohon Ragnarok yang pernah kau hancurkan."


"Pohon di kerajaan Elf itu rupanya."

__ADS_1


Padahal aku sudah membakarnya dengan api hitam.


"Ketika pohon itu dihancurkan di dunia ini maka sebuah celah telah terbuka di dunia lainnya."


"Celah?"


"Manusia mungkin menyebutnya fenomenal perubahan iklim, tapi secara abnormal."


Dewi Ristal diam sejenak lalu melanjutkan.


"Misalnya seperti salju ini, jika dibiarkan saja seluruh wilayah tertutup salju dan akhirnya tidak akan lagi kehidupan."


"Dengan kata lain ini juga terjadi di dunia lainnya."


"Tepat sekali bahkan separuh dunia di tempat asalmu dulu sudah tertutup salju."


"Karena itulah aku datang untuk mengatasinya juga, karena ada Kazuya aku bisa meminta bantuanmu."


Aku hanya bisa mendesah pelan lalu pergi ke desa tersebut dengan sihir teleportasiku, namun setelah digunakan kami berdua tetap tidak berpindah tempat.


"Aneh?"


"Salju itu menghalangi kekuatan sihir apapun, seperti yang para Oni lakukan, dengan kata lain kita akan pergi menaiki kendaraanku."


"Kendaraan seperti apa itu?" aku langsung balik bertanya dan Dewi Ristal menunjukan sebuah sapu terbang yang dimodif seperti sebuah motor dengan bagian kepalanya tengkorak hewan.

__ADS_1


"Bukannya ini terlihat keren."


"Ini terlihat memalukan."


"Apanya?"


Aku terdiam saat melihat penampilan Dewi Ristal telah berubah, dia mengenakan jaket kulit hitam dan celana ketat berwarna sama, ia bahkan mengenakan sepatu bot tinggi serta sarung tangan.


"Ayo naik, sahabatku akan mengantar kita."


Dia bahkan bertingkah seperti pencinta motor sesungguhnya.


"Ah benar sebelum itu.."


Aku hendak naik namun sebuah borgol telah mengikat kedua tanganku.


"Untuk jaga-jaga agar kau tidak menggepreku dari belakang."


"Kalau begini aku susah berpegangan, bagaimana jika terjatuh?"


"Itu lebih baik dibanding kau mengganggu konsentrasiku berkendara... tubuhku sangat sensitif."


Ini pasti hukuman untukku.


Tanpa berpikir lagi aku hanya menerimanya tanpa berkomentar apapun syukurlah aku tidak terjatuh, ada semacam sihir yang melindungiku ternyata.

__ADS_1


Dengan kecepatan tinggi kami menembus awan dan terus melesat ke arah desa tersebut.


__ADS_2