Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 138 : Alchemist Dari Masa Lalu


__ADS_3

Pagi hari di kediamanku aku melihat Selly dan Sella hanya duduk di sofa, semua orang tampak duduk di sekelilingnya atau lebih tepatnya para istriku hanya memperhatikan perut mereka yang bertambah besar.


"Kapan perutku seperti itu juga?" kata Hesna.


"Kalian semua, Aerith bukannya kau harus pergi ke kerajaanmu kau sudah absen beberapa minggu."


"Aku tak ingin kembali, aku akan tinggal selamanya di sini."


Itu akan buruk untuk kerajaannya.


"Dan Felisa?"


"Ugh.... Aku akan pergi bekerja."


"Kalian juga."


"Aku tahu."


Mereka akhirnya membubarkan diri juga, ibu hamil itu membutuhkan ketenangan, mereka harusnya tahu akan akan hal.


Aku mengelus rambut ke dua istriku.


"Pasti membosankan tinggal di rumah sepanjang hari mau jalan-jalan?"


"Aku ingin."


"Aku juga."


Selly dan Sella berkata di waktu hampir bersamaan, sementara semua orang mengintip dari balik tembok.


"Kalian semua masih belum pergi?"

__ADS_1


"Kami pergi."


Mereka juga akan memiliki gilirannya nanti.


Aku memegang tangan Selly dan Sella lalu dalam sekejap membawa mereka pindah tempat ke sebuah hutan yang belakangan ini sangat banyak dibicarakan banyak orang.


Hutan ini tidak seperti hutan lainnya, semuanya terbuat dari permen.


"Aku baru melihatnya Selly."


"Aku pernah mendengar tempat ini, tapi aku baru tahu bentuknya seperti ini."


Mereka pasti akan menikmati tempat ini, terlebih tempat ini sangatlah luas dan ramai pengunjung, kami mengambil kue muffin dan memakannya.


Sensasi lembut dan manis langsung terasa saat dikunyah, di sini juga ada air mancur cokelat, tiang permen serta apapun yang kalian pernah makan semuanya ada di sini.


Tak lama kemudian seorang penyihir kecil menemui kami.


"Selamat datang di hutan permen namaku Teresa, walau tubuhku mungil aku sudah hidup ratusan tahun, jadi tolong perlakukan aku sebagai orang dewasa."


"Begitu, ngomong-ngomong istrimu kembar."


Dia baru menyadarinya.


"Mari ikut denganku, biar aku yang menjadi petugas tur kalian.... walau semua di sini gratis kalian tidak boleh terlalu berlebihan memakannya atau gigi kalian akan berlubang."


Gadis kecil ini memang memiliki kepribadian dewasa, kami diajak melihat semak-semak permen kapas serta wafer yang dibentuk seperti sebuah piramida.


"Itu sangat hebat," kata Selly.


"Semua ini dibuat dengan pengetahuan Alkimia jadi seberapa banyak orang memakannya itu tidak akan habis."

__ADS_1


"Apa katamu bahwa mereka tercipta dengan sendirinya?" aku balik bertanya.


"Benar sekali, seorang Alchemist bisa membuat emas dan barang berharga dengan mudah tapi aku menggunakan kekuatan ini untuk merubah mereka jadi makanan manis."


"Tolong ajarkan aku membuat emas?" kataku memotong.


"Itu tidak bisa, dengan keserakahan hanya akan mendatangkan musibah."


Sesuai yang diharapkan dari seorang wanita dewasa.


Selly dan Sella pergi untuk menikmati permen kapas, sedangkan aku mengobrol satu sama lain dengan Teresa.


"Apa kau tahu tentang elf?"


"Tentu saja aku tahu, kalau kau ingin tahu lihat ini."


Saat Teresa mengangkat topinya aku bisa melihat telinganya yang runcing.


"Aku juga seorang elf, satu-satunya orang yang hidup dalam peristiwa itu."


"Akulah yang membunuh semua elf pria."


"Aku tahu."


Aku cukup terkejut dengan perkataan itu sampai Teresa melanjutkan.


"Aku tidak pernah lupa dengan orang yang menyelamatkanku, terima kasih.. aku belum mengatakan itu."


Aku hanya tersenyum ke arahnya.


"Mari kita lanjutkan turnya," teriak Teresa.

__ADS_1


Dulu saat aku menyerang markas elf, aku melihat Teresa kecil berada di dalam jeruji, tubuhnya terluka hingga tak bisa bergerak dan ayahnya sendiri yang menjadikannya sebagai kelinci percobaan.


Aku tidak menyangka kehidupan selalu terhubung satu sama lainnya walaupun aku sudah tiada.


__ADS_2