
Ini adalah bangunan yang dinamakan Terossa, bangunan ini bangunan pusat yang didirikan oleh dewan penyihir sebagai tempat aktivitas mereka.
Di koridornya yang panjang Valesta berjalan selagi melirik pemandangan di bawahnya, orang-orang yang bekerja di sini setiap paginya akan berkumpul di tengah lapangan selagi berteriak untuk memacu semangat, sesuatu yang tidak bisa kau temukan di tempat lain.
Tak lama kemudian seorang pria berambut acak-acakan mencegat Valesta dengan suaranya. Ia mengenakan celana panjang dengan kemeja tanpa lengan.
"Kau sudah kembali Valesta, bagaimana soal tugasmu?"
Velesta mengernyitkan alisnya.
"Siapa kau?"
"Gue Hornes, lu lupa?"
"Keberadaanmu sangat tipis."
"Kau sangat tidak sopan pada seorang Sage, terlebih pada teman masa kecilmu ini. Bagaimana soal Beaufort Reymond?"
Seketika wajah Valesta memerah meski begitu dia berusaha untuk mengembalikan ketenangannya.
"Dia bukan orang biasa."
"Seperti yang kuduga."
"Katanya dia akan menghancurkan dewan penyihir bahkan menghajar kalian semua."
"Orang yang cukup liar."
"Biasanya kalian tidak akan repot-repot soal ini, kenapa kalian bergerak?"
"Permintaan pemimpin atas, hanya itu yang bisa kukatakan."
Valesta memicingkan matanya.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Aku biasanya tidak mengatakan hal ini, tapi sepertinya kalian telah menyentuh sesuatu yang tidak boleh kalian sentuh."
"Perkataanmu membuatku takut."
Tiba-tiba saja seorang pegawai berlari ke arah Valesta.
"Gawat, gawat."
"Ada apa?"
"Saya baru menerima laporan bahwa penjara Tartarus hancur."
Entah Valesta atau Hornes keduanya mematung.
"Kau tidak bercanda?"
"Tidak, itulah laporan yang saya terima."
"Bagaimana dengan semua orang di sana?"
"Semuanya tewas."
"Ada apa?"
"Seluruh sihirku yang aku pasang di setiap wilayahku sekarang hancur."
"Dia sudah berada di sini, inilah yang aku takutkan."
"Sial."
Hornes menciptakan cermin raksasa kemudian masuk ke dalamnya hingga sosoknya menghilang seutuhnya.
***
Di atas sebuah tiang kapal di dermaga, aku duduk selagi menikmati cumi goreng, walau kota ini kecil mereka punya sesuatu yang menarik, selain laut biru yang tampak berkilauan, mereka juga pandai membuat makanan enak seperti apa yang aku makan sekarang.
__ADS_1
Rasanya tidak pas kalau tidak menggunakan saos karena itu aku membuatnya dengan sistem milikku.
Tepat saat aku bersantai beberapa ikan melompat di garis pandanganku, ikan-ikan itu memiliki mulut panjang berupa pedang serta ukurannya sebesar 1 meter.
Maksudku pedang adalah mereka benar-benar terlihat seperti itu. Aku berpikir apa rasanya akan terasa enak? Setelah menghancurkan sihir aneh di wilayah ini, aku ingin bersantai dengan melakukan tugas kecil yang ditawarkan guild yaitu memancing mereka untuk bayaran 10 koin perak.
Aku menciptakan tombak besi dengan rantai di bagian ujungnya yang keluar dari sepuluh lingkaran sihir yang kubuat.
Ikan-ikan ini biasanya hidup di Gandaria namun sepertinya karena habitatnya diganggu oleh monster mereka menyebrang sampai kemari dan kerap merusak kapal-kapal nelayan yang berlabuh hingga mereka pun memasang permintaan di guild.
Tombak besi dilucurkan dengan kecepatan tinggi yang mana membelah udara sebelum akhirnya menembus tubuh mereka dan menariknya ke dalam lingkaran sihir, sekitar 20 ikan berhasil aku tangkap.
Kurasa itu yang terakhir, saat aku hendak pergi sebuah cermin muncul di atas langit dan menjatuhkan sosok pria dari dalamnya.
Pakaiannya terlihat aneh terlebih rambutnya tampak acak-acakan seolah dia tidak pernah merapikannya.
Dia berdiri di atas laut yang tenang sementara aku pun mengikutinya hingga pandangan kami saling bertemu.
"Kau Beaufort Reymond?"
"Bukan."
"Kalau begitu aku salah orang."
"Lain kali tolong berhati-hatilah."
Saat dia hendak pergi dia berteriak.
"Lu sedang nipu gue... sudah jelas energi sihir ini sama dengan orang yang menghancurkan cerminku."
Aku tersenyum kecil, sudah kuduga kemampuannya memang seperti itu.
Aku mengarahkan tanganku dan berkata.
"Water Dragon."
__ADS_1
Sebuah naga air tercipta lalu menerjang ke arahnya, sebelum mengenainya sebuah cermin muncul di depannya yang mana memasukan seluruh tubuh naga yang kubuat untuk memunculkannya kembali dari atas kepalaku, tentu sebelum mengenaiku naganya langsung melebur menjadi tetesan air.
Sihir ruang kah? Ini pasti menjadi pertarungan merepotkan.