Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 423 : Alasan Semua Ini


__ADS_3

Kami menyewa satu kamar di penginapan, saat Noella mengganti pakaiannya dengan lingerie berwarna merah muda aku menatap ke arah jendela di mana kulihat beberapa orang telah mengawasi kami semenjak berada di guild.


Rara yang melihatnya juga hanya mengangkat tangannya selagi menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sudah jelas ini konflik antar kerajaan, lebih baik kau meninggalkan wanita itu lalu pulang saja."


"Seorang pria tidak bisa menarik kata-katanya lagi."


"Kau ini, apa kau tertarik dengan tubuhnya?"


"Aku memang tertarik tapi tidak sampai berbuat hal memalukan."


"Jadi apa yang akan kau lakukan?"


Aku akan langsung mengintrogasi mereka.


"Aku mengerti."


Suara lirih terdengar dari belakangku.


"Ah, tiba-tiba kepalaku pusing... aku rasanya mengantuk."


"Aku memasukan obat tidur ke dalam minumannya, sekarang aku akan pergi."


Aku menggunakan sihir teleportasiku untuk muncul di belakang para penguntit, karena hanya ada lima orang aku dengan mudah mengalahkan mereka dengan tangan kosong lalu mengikat mereka di pohon.


Aku bertanya pada seorang wanita.


"Jadi siapa kalian?"


"Apapun yang kau inginkan, lakukan saja aku tidak peduli."


"Kenapa wanita selalu ingin menerima siksaan seksual."

__ADS_1


Aku mendesah pelan lalu mengulurkan tanganku untuk menarik gulungan dari balik bajunya, mereka semua berpenampilan seperti Assasin pada umumnya jadi mereka semua terlihat terlatih.


Sebelum aku bisa membaca gulungannya bilah pisau menembusnya, tak hanya gulungan yang kupegang orang-orang yang kuikat dengan tali juga sudah tertancap pisau di kepala mereka.


Dari belakangku seorang muncul selagi memainkan pisau di tangannya.


"Dengan ini kau tidak bisa mengambil informasi dari mereka, tapi jangan khawatir kau juga akan menyusul."


"Apa yang kau katakan? Mereka masih hidup."


Aku menarik pisau dari kepala mereka lalu kuhidupkan kembali kelimanya tanpa luka sedikitpun.


"A-apa?"


Kelima orang itu tampak shock.


"Bukannya aku sudah mati."


"Kalian memang sudah mati tapi aku membangkitkan kalian kembali."


"Kaulah yang monster, yang bisa-bisanya membunuh rekanmu sendiri."


"Sialan."


Dia melemparkan pisau ke arahku, aku menangkapnya kemudian melemparkannya kembali menembus jantungnya hingga rubuh ke samping.


Aku berkata ke lima orang yang tampak ketakutan.


"Aku akan mengampuni nyawa kalian dengan syarat kalian harus memberikan seluruh informasi yang kalian miliki dan juga berhentilah jadi Assasin lalu hidup menjadi manusia biasa, kalian mau?"


Mereka semua menggangguk mengiyakan lalu berlarian melarikan diri. Aku sudah mendapatkan informasi yang kubutuhkan sekarang aku akan kembali ke penginapan bertingkah seolah tak terjadi apapun.


Noella tampak tergeletak di lantai jadi kuputuskan untuk menaikannya kembali ke tempat tidur lalu menutupinya dengan selimut.

__ADS_1


"Aku juga ingin lakukan itu hanya saja aku ini sebuah boneka haha, tapi diluar dugaan kau tidak menyentuhnya sama sekali."


"Aku tidak melakukan hal seperti itu dengan sembarangan orang."


"Begitu kah, lalu bagaimana?"


Aku duduk di ranjang milikku sendiri sebelum membalasnya.


"Seperti yang kau katakan... ini semua konflik kerajaan, kerajaan yang kita tempati memiliki hutang yang besar pada kerajaan lain... jika mereka tidak mampu membayarnya dalam enam bulan lagi maka kerajaan ini akan diambil alih kerajaan itu."


"Jadi mereka sengaja membuat hujan ini terus-menerus terjadi... dengan musim hujan yang tak henti-hentinya jelas kerajaan ini tidak akan bisa membayarnya."


Aku mendesah pelan.


"Aku bisa saja membayar semua hutangnya akan tetapi secara otomatis kerajaan ini akan menjadi milikku, hanya saja..."


"Hanya apa?"


"Agar rakyat bersatu aku harus menikahi putri kerajaan ini dan menjadikannya istiku."


"Memang benar itu pilihan terbaik, rakyat akan dengan senang menerima raja yang baru.. lalu siapa putri itu?"


Aku menunjuk ke arah Noella yang tertidur lelap.


"Orang ini," teriaknya demikian.


"Kerabat yang dia maksud sebenarnya tidak pernah ada... ini hanya rencana yang mudah tapi aku akan memilih rencana kedua yang sedikit sulit."


"Kau benar-benar tak ingin menjadikannya istrimu juga?"


"Aku sudah memiliki sembilan istri, kau tahu?"


"Menambah satu istri atau dua istri bukan hal yang aneh bukan?"

__ADS_1


Dia tidak tahu seberapa merepotkannya hal itu.


__ADS_2