Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 240 : Sebuah Syarat


__ADS_3

Hari ini, aku dan Haruna masuk ke dalam Bar yang masih tutup.


"Untuk apa kita datang kemari?"


"Kau juga akan tahu."


Saat pintu dibuka, keempat wanita berbeda terlihat di depan kami, mereka menggunakan yukata cerah dengan pedang di pinggang mereka.


"Kalian semua?"


"Haruna."


Mereka saling berpelukan.


"Aku mengumpulkan mereka seperti yang tuan Kazuya katakan."


"Kerja bagus, dari sini kita akan mulai pergi ke negeri samurai."


Semua orang mengalihkan pandangan ke arahku termasuk Haruna yang sampai sekarang menganggapku telah kehilangan kekuatan.


"Anda bilang kekuatan?"


"Ada seseorang yang membuatku mendapatkan kekuatan lagi."


"Syukurlah."


Dia malah menangis.


Aku tidak ingin memikirkan masalah negeri samurai di masa lalu atau masa sekarang, yang kupikirkan hanyalah bagaimana merubah semuanya jadi lebih baik.


"Kalau begitu kita pergi sekarang, semuanya berpegangan padaku."


Aku berkata ke arah Elona.


"Kami pergi."


"Jaga diri kalian."


Kugunakan sihir teleportasi dan kami semua langsung muncul di bagian terluar dari negeri ini yaitu di pantai putih yang indah.


"Kita bisa pergi dalam waktu singkat," kata salah satunya.

__ADS_1


Tapi aku punya rencana lain.


"Pemimpin kalian masih hidup kan? Lebih baik kalian biarkan aku menemuinya dulu."


Haruna tampak sulit untuk menjawabnya.


"Soal itu..."


"Biar aku katakan dengan jelas, situasi yang kalian hadapi sekarang adalah ulah dari pemimpin kalian... Jika dulu dia tidak mengasingkan pria maka hal seperti ini tidak perlu terjadi."


Semua orang tidak bisa menjawab apapun, mereka saling berunding dan akhirnya memutuskan untuk membawaku ke tempat persembunyian mereka yaitu sebuah desa terpencil jauh dari sini.


Tanah yang kuinjak ini merupakan daratan utama yang luas, jika kau melirik ke arah lain di sana ada pulau kecil yang mana tempat para pria diasingkan tapi sekarang berubah menjadi sebaliknya.


"Kita perlu perahu untuk pergi ke sana," kata Haruna dan aku menjawabnya, dengan kata," Tidak perlu."


Aku menyentuh permukaan laut hingga dalam sekejap permukaannya membeku menuju sepanjang jalan ke pulau tersebut.


"Mari pergi."


"Anda memang luar biasa."


"Nah, tuan Kazuya apa Anda tidak berminat mencari beberapa istri lagi?"


Aku sudah memiliki banyak di rumah, karena itu aku akan menolaknya sopan.


Kami tiba di desa tersebut yang mana semua orang di sini hanya memakai pakaian tradisional tentu semuanya wanita, mengesampingkan hal itu, tempat ini mengingatku tentang dunia yang sebelumnya aku tinggali.


Kelima wanita di depanku mengizinkanku masuk ke sebuah rumah kecil yang sederhana, dengan menggeser pintunya kami bisa masuk ke dalamnya.


"Ruangannya kosong?" kataku demikian hingga Haruna menggeser futon dan di bawahnya ternyata ada jalan rahasia menuju bawah tanah.


"Kita turun."


Setelah kelima wanita ini turun ke bawah, aku pun mengikuti dari belakang, di ujung tangga hanyalah sebuah lorong kecil bahkan untuk melewatinya kita harus merangkak.


Aku berkata ke arah depanku yang mana hanya pemandangan bokong dari seorang wanita saja di sana.


"Kalian membuat sesuatu yang merepotkan."


"Tuan jangan melihat ke depan."

__ADS_1


"Memangnya harus kemana lagi."


Ini mirip saat Alice pergi ke dunia Wonderland, sayangnya yang menunggu di depan bukan dunia yang menakjubkan melainkan hanya sebuah pintu kamar dari seorang wanita kecil dengan dua tanduk di keningnya, ia memiliki rambut merah sebahu dengan hiasan bunga.


Ia juga mengenakan kimono yang lebih besar dari tubuhnya hingga seluruh tangannya tak terlihat.


Paling tidak ukuran seluruh ruangan ini normal.


"Terima kasih sudah datang, namaku Orihime salam kenal."


"Apa kau tinggal di sini?"


"Memangnya ada yang salah?"


"Tentu saja salah, apa kau mencoba hidup seperti tikus tanah?"


"Berisik, jika pria itu tahu bahwa aku masih hidup aku bisa dibunuh, hanya ini jalan satu-satunya untuk tinggal."


Aku mendesah pelan lalu duduk bersila di depannya.


"Jadi kau ingin aku membantumu merebut lagi negeri ini?"


"Tepat sekali, karena itulah aku mengirim para samurai wanita untuk menemuimu."


"Lalu apa untungnya untukku?"


"Bukannya kau seorang pahlawan? Kau biasa membantu orang."


"Sebenarnya aku hanya membantu orang baik, apa menurutmu kau orang baik?"


Ekpresi wanita itu tampak kesulitan.


"Aku akan membayarmu dengan tubuhku."


"Tidak Nona, biar tubuh kami saja, kami ada lima orang, itu lebih dari cukup bukan?"


Orang-orang tak bermoral.


Aku hanya memasang wajah bermasalah lalu berkata.


"Biar kuubah, jika aku membantu kalian, aku ingin mengajukan satu syarat yang harus kalian penuhi."

__ADS_1


__ADS_2