Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 156 : Dua pendeta, Satu Iblis Dan Satu Oni


__ADS_3

Bertepatan saat Olien dan Cleo berjalan, sebuah bangunan di depannya tiba-tiba saja meledak dengan api yang membumbung tinggi ke udara, melihat itu, keduanya bersiaga akan sosok wanita yang berjalan ke arah keduanya, wanita itu telah menumbangkan banyak pendeta dengan tangannya serta membunuh beberapa pria dengan mudahnya, darah terus menetes dari tangan yang seluruhnya terlihat seperti tangan iblis tersebut, ada pola hitam yang memenuhinya sampai wajah.


"Aku suka gadis manis, apa kalian berdua ingin bermain denganku."


"Iblis, kita harus mengalahkan iblis ini Cleo, apapun yang terjadi jangan sampai menggunakan kekuatanmu... Jika kata yang keluar dari mulutmu tidak sesuai yang kau pikirkan kita semua akan mati."


(Aku tahu)


"Apa yang sedang kalian berdua bicara, mari bermain bersama," wanita itu tersenyum yang mana menampilkan rentetan gigi bagai gigi hiu sebelum melesat ke depan.


Olien melangkah maju, dengan tangan kosong dia memegang kedua pergelangan tangan wanita itu, di saat yang sama Cleo menarik kedua pistol yang disembunyikan di pahanya.


Tanpa menunggu lagi, Cleo menghujani tembakan ke arah wanita itu tepatnya mengarah pada kepalanya.


Sebelum mengenainya dia melompat dengan kedua kakinya untuk menendang tubuh Olien mundur demi menghindari peluru yang terus memburunya.


"Benda apa itu, jika terkena rasanya aku akan mati."


"Bagus Cleo, aku tidak tahu iblis seperti apa yang kita lawan tapi dia sangat berbahaya."


"Kau tidak tahu tentangku, sungguh menyedihkan.. Namaku Vieretta, aku iblis dari neraka tingkat dua, nama kalian?"


Sebelum Olien menyebutkan namanya mulutnya lebih dulu ditutup oleh Cleo hingga Vieretta berhenti bergerak.


Cleo menunjukan papan yang baru ditulisnya pada Olien.


(Dia sedang mencoba mengutuk kita lewat nama)


"Aku mengerti."


"Heh, kau bisa mengetahuinya, apa kau tidak bisa berbicara? Terserahlah, aku akan membunuh kalian tanpa harus mengutuk."


Perlahan tubuh Vieretta membesar merubah bentuknya menyerupai iblis sesungguhnya, tangannya mengeluarkan cakar yang menyerupai pedang panjang.


"Dengan ini aku lebih leluasa."


"Dia datang Cleo.. Buakh."

__ADS_1


Sebuah sikut tangan mendorong Olien hingga dia memuntahkan darah dari mulutnya lalu terlempar jauh, Cleo menembakan senjatanya namun peluru itu tidak bisa menembus tubuh iblis tersebut.


Sebagai balasan wajahnya ditampar membuatnya sejajar dengan lantai batu.


"Beraninya kau melakukan itu pada adikku," Olien berlari setelah memindahkan belati dari balik baju ke tangannya, dengan gerakan cepat dia menyayat tubuh Vieretta yang terus mencoba menangkapnya.


Cleo tak tinggal diam dan membantu semampu yang bisa dia lakukan dengan senjatanya, dia hanya harus mengirimkan sihir suci lebih banyak pada senjatanya.


Door.


Door.


Door.


Berhasil mengalihkan perhatian Vieretta, Olien memilintir tubuhnya sendiri hingga dia menangkap kepala iblis itu dengan pahanya.


"Sialan, kalian berdua."


Dengan gerakan cepat Olien menusukkan kedua belati secara bersamaan menembus leher Vieretta sampai ujung sebelum akhirnya Olien melompat ke depan.


"Leherku sakit sekali."


Sebuah tangan hendak menebas Olien dari belakang, Cleo yang melihatnya segera mendorong tubuh Olien ke samping hingga dirinyalah yang menerima luka di bahunya.


"Ini yang kubenci dari manusia, kalian selalu bertindak ceroboh dengan menyelamatkan satu sama lain."


Cleo yang tumbang diinjak hingga sebuah lubang tercipta di belakangnya dengan darah yang menyembur dari mulutnya.


"Cleo."


Olien tanpa pikir panjang bergerak maju sesuai yang diinginkan Vieretta.


"Matilah."


Sebuah cakar siap membunuhnya, ketika cakar itu hampir memenggal kepalanya sebuah bilah katana telah menahan serangan tersebut, Vieretta yang terkejut mundur demi menjaga jarak sedangkan Olien segera menyembuhkan luka adiknya.


"Terima kasih banyak," ucap Olien kepada penolongnya yang merupakan wanita dari ras Oni, tanduk di keningnya merupakan identitas dari ras miliknya.

__ADS_1


Kedua tangannya memegang dua pedang yang memancarkan cahaya gelap.


"Kalian mundurlah, tidak sepantasnya gadis kecil ikut dalam perang ini."


"Siapa kau?" tanya Vieretta kemudian Olien memotong.


"Jangan menyebutkan namamu nanti dia akan mengutukmu."


"Kutukan, aku sudah hidup dalam kutukan sepanjang hidupku... Namaku Minerva, Oni yang akan membantai seluruh Iblis."


Vieretta tersenyum lebar.


"Kena kau."


SLURRRRRR..


Tubuh Minerva tercabik-cabik hingga darah menyembur dari seluruh anggota badannya meski begitu Minerva tidak bergerak sedikitpun.


"Kutukan Ilusi kah, biar kutunjukan seperti apa itu kutukan."


Diserang dengan tatapan Minerva, Vieretta berteriak selagi berguling-guling di lantai batu memegangi kepalanya.


"Apa yang terjadi?" tanya Olien tanpa mendapatkan jawaban sedikitpun, Minerva menendang tubuh Vieretta dan menahan dengan kakinya.


"Sialan kau."


"Ilusi yang kubuat lebih menakutkan bukan."


"Walau ilusi aku masih bisa mereka sakitnya."


"Biar aku akhiri penderitaanmu."


Minerva menusukan pedangnya menembus jantung Vieretta hingga dia berubah menjadi debu dan hancur.


Minerva melompat ke atas bangunan dan mulai mencari keberadaan iblis lain meninggalkan kedua pendeta yang kebingungan.


"Oni tadi berada dipihak kita kan?"

__ADS_1


(Begitulah) tulis Cleo.


__ADS_2