Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 225 : Permainan Air


__ADS_3

Pagi berikutnya aku hanya diam di pinggir pulau selagi mencoba memancing sesuatu di sana, sebelum aku bisa menarik sesuatu dari dalamnya percikan air memantul di permukaannya membuat konsentrasiku pudar.


Jika begini, aku tidak akan mendapatkan apapun.


Sebagai gantinya hanya pemandangan mereka saja yang menjadi hiburan di sini, para pelayanku, di tambah Aurora dan Neffiel sedang bermain air dengan pakaian renang mereka.


"Tuan Anda tidak ingin ikut bermain dengan kami?" teriak Gabriela.


"Lakukan saja tanpaku, aku sedang memancing ikan emas di tempat ini."


"Ikan emas? Apaan itu?"


Neffiel menjelaskan.


"Sebelum aku tinggal di sini, ada legenda bahwa ikan emas tinggal di danau ini juga."


"Tuan hanya mencari sesuatu yang tidak pasti."


"Padahal Beaufort selalu mencuri pandang ke arah kita," tambah Aurora yang kujawab dengan senyuman masam.


Aku yakin tidak akan ada yang tahan dengan godaan mereka.


Aku melemparkan kembali kail pancingku ke arah yang lain, ketika itu ditarik oleh ikan, aku segera menariknya hingga satu ikan kecil berhasil kudapatkan.


Sayangnya itu bukan ikan emas karena itu aku melepaskannya kembali dan menunggu cukup lama.


Sebelum aku bisa mendapatkannya, mereka semua malah menarikku bermain.


"Aku belum mendapatkan ikan emas."

__ADS_1


"Sudahlah, itu mungkin hanya kebohongan yang dibuat orang-orang," ucap Aurora lalu melanjutkan.


"Bukannya lebih menyenangkan bermain dengan kami."


Aku tidak bisa menyangkalnya.


Aku diseret ke dekat air terjun dimana ada dua sulur yang merambat dari atas ke bawah. Sudah jelas bahwa Amnestha yang membuatnya.


"Kita akan berlomba naik ke atas, siapa yang lebih dulu memanjat dia akan menjadi pemenangnya," yang memberikan penjelasan adalah Neffiel.


"Apa ada hadiahnya?"


"Bagi yang kalah dia harus memijat yang menang nanti malam."


"Kalau begitu aku akan berusaha untuk kalah."


"Saat berhadapan tubuh wanita aku lebih suka yang melakukannya."


"Niat tuan sudah terlihat jelas."


Rin menatap air terjun dengan tatapan berapi-api dan berkata.


"Kalau begitu aku harus menang dan membiarkan tuan memijatku."


"Bukannya kau menyukai gadis?" perkataanku tidak di dengarnya.


Aku tidak terlalu buruk untuk berusaha mengalahkan mereka.


Saat permainannya dimulai aku mendaki sulur itu dengan segala kemampuanku, tentu yang kumaksud berusaha untuk kalah.

__ADS_1


Lawanku adalah Aurora karena itu, sungguh pemandangan yang bagus melihatnya mencoba memanjat.


Seperti yang kurencanakan aku kalah dengan mudah, dan kelompok yang kalah adalah, aku, Amnestha serta Neffiel.


"Dengan ini diputuskan bahwa kalian akan memijat kami malam nanti."


"Serahkan padaku, aku akan melakukannya dengan lembut."


"Niatmu sangat jelas," kata datar Neffiel lalu kembali membuka mulutnya.


"Untuk sekarang mari bersama melompat ke bawah, yang terakhir pecundang."


Mereka semua dengan senang melompat jatuh ke bawah memercikan air ke udara, aku bisa melihat riak-riak di permukaan airnya khususnya bra mereka yang hanyut.


"Punyaku."


"Itu punyaku."


Walau aku mati kurasa aku tidak akan menyesalinya, aku melompat dan jatuh di air juga.


Karena kedalamannya tidak terlalu dalam aku bisa merasakan kakiku menyentuh permukaannya hingga kami pun memutuskan untuk bermain gulat air.


Amnestha naik ke bahuku sementara Rin naik ke bahu Gabriela dan kami saling mendorong satu sama lain untuk menjatuhkan lawan.


"Usaha bagus, tapi aku yang lebih kuat dalam hal ini."


"Aku juga tidak akan kalah."


Ini jelas permainan yang melelahkan akan tetapi cukup menyenangkan.

__ADS_1


__ADS_2