Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 454 : Undangan Dari Ibela Histori


__ADS_3

Di sebuah mansion yang megah aku menyeruput teh yang dihidangkan oleh pelayan di kediaman Ibela.


Ken tidak ikut karena ia masih harus melindungi kota lainnya sampai makhluk bencana bisa dikalahkan seutuhnya.


"Aku benar-benar minta maaf soal perilaku komandan yang tak punya akhlak itu."


"Yah jangan dipikirkan... suamiku di masa lalu juga seperti itu, bahkan ketika dia sudah melihatnya dia mempraktekannya dengan kami."


"Aku tidak sebejat itu," kataku menyangkal pernyataan Selly lalu Sella menambahkan.


"Jadi apa ada sesuatu yang kau inginkan dari kami?"


Kedua istiku instingnya malah berubah jadi tajam.


"Sebenarnya aku ingin meminjam kekuatan kalian untuk menyelamatkan negeri ini, tak hanya Raja Dunia Encore kami juga harus melawan raja lainnya, hanya dengan kekuatan kami hal itu sangatlah mustahil."


"Kenapa mereka mengincar tempat ini sejauh itu?"


Walau sedikit ragu Ibela akhirnya membuka mulutnya demi pertanyaanku.


"Hanya kerajaan ini saja yang masih berdiri di benua ini."


Itu cukup mengejutkan.


Dari awal Sella dan Selly ingin memperbaiki dunia ini, karena itu tidak ada alasan untuk menolaknya.

__ADS_1


"Baiklah, kami akan membantu asal dengan satu syarat."


"Apa itu?"


"Boleh kami tinggal di sini dan mendapatkan perlakuan seperti tamu."


"Itu bukan masalah, aku bahkan akan membayar kalian dengan jumlah tinggi setiap kalian mencapai satu prestasi, ratu juga akan memberikan bonus yang lebih, aku menjaminnya lagipula aku adalah putrinya."


Kekuasaan tertinggi dipegang oleh ratu rupanya. Di luar itu sepertinya anak-anak ratu diharuskan untuk ikut berperang di sini.


Untuk sekarang kami bisa bersantai sampai misi diberikan, aku mendapatkan kamar luas dengan satu ranjang.


Karena pertarungan sebelumnya aku harus mengganti pakaianku dengan yang diberikan oleh Ibela.


Melihat pantulan diriku di cermin mengingatkanku saat berada di sekolah menengah atas.


Selly dan Sella tampak berbaring di ranjang selagi memamerkan paha mereka.


"Kita tidak tidur dulu... kami berdua sedikit nakal."


Kedua orang ini memang mesum bahkan setelah menikah.


"Ini masih siang hari jadi nanti saja. Aku harus mencari pedang yang cocok untuk kugunakan bertarung."


"Kalau begitu kami akan menunggu.. sampai nanti malam."

__ADS_1


Aku menutup pintu kamar lalu berjalan-jalan di sekitar kota, ini adalah bagian wilayah barat dari ibukota Eustila. Hanya perlu setengah hari dari jarak ibukota kemari.


Ada yang menarik dari kerajaan ini, nama keluarga Eustila hanya dipakai saat seseorang menjabat menjadi ratu, saat mereka hanya sebagai putri dan pangeran mereka hanya menyandang nama Histori.


Itu sedikit membuatku penasaran, lain kali aku ingin menyelidikinya mungkin ada sebuah cerita yang tersembunyi dibaliknya.


Setelah mencari ke beberapa tempat akhirnya kutemukan toko padai besi di sini, saat aku memasukinya bunyi lonceng pintu terdengar.


"Yo, apa yang membuatmu datang kemari?"


Toko ini dijalankan oleh pria paruh baya dengan penampilan seperti preman jalanan.


"Aku mencari sebuah pedang."


"Kau bisa memilih dari sana," katanya cepat.


Pedang diletakkan di beberapa tong besar walau ada senjata lain selain pedang aku sama sekali tidak tertarik dengan itu.


"Apa tidak ada lagi pedang yang lain, aku lebih suka menggunakan pedang terkutuk atau sebagainya."


"Kau ini mencari sesuatu yang aneh, tidak ada yang ingin menggunakan pedang seperti itu... gunakan saja yang ada di sana."


Aku mengambil satu dari dalam tong, saat aku menunjukannya pedang itu hancur.


"Apa yang kau lakukan pada pedangku?" teriaknya terkejut.

__ADS_1


__ADS_2