
Aku memesan beberapa makanan seafood untuk kunikmati sendirian, beberapa orang telah kembali dengan urusan mereka tanpa memperdulikan boneka ini lagi.
Manusia memang selalu cepat beradaptasi, gumamku selagi melihat tetesan hujan yang jatuh dari sudut jendela.
Intensitas musim dingin memang seperti ini, terkadang sehari hujan sampai tiga kali dengan waktu sekitar 2-3 jam, tapi jika melihat hujannya seperti ini benar-benar tidak masuk akal.
"Teh Anda tuan."
"Aku pikir aku tidak memesannya," kataku.
"Ini datang dari sana."
Aku mengalihkan pandanganku ke kursi bagian pojok di mana tampak seseorang sedang duduk dengan jubah menutupi seluruh tubuhnya, aku tidak tahu siapa dia? Tapi jika ia tahu bahwa aku menyukai teh pasti seseorang yang kukenal.
"Ada apa Kazuya?"
"Apa kau mengenal orang di sana?"
"Tidak sama sekali."
Orang itu memutuskan untuk berdiri sebelum akhirnya berjalan mendekat dan duduk di depanku.
Saat dia membuka tudungnya yang berada di dalam sana adalah Noella, orang yang berada di kota langit waktu itu.
"Sebuah kebetulan kita bertemu, one-san sangat beruntung."
"Selingkuhan?"
"Bukan."
__ADS_1
"Boneka ini sangat lucu, hubungan kami seperti yang kau pikirkan."
"Wanita sewaaan."
Pikirannya tambah parah.
Untuk sekarang mari abaikan itu.
"Kenapa kau ada di sini?"
"Sebenarnya orang yang memiliki wilayah di sini memiliki hubungan kekerabatan denganku, dia memintaku untuk mencari tahu kenapa hujan begitu sering terjadi di wilayahnya."
Aku baru tahu bahwa manusia permukaan maupun langit bisa memiliki hubungan seperti itu, mungkin aku akan melewatkan bertanya soal itu dan masuk ke bagian yang lebih penting.
"Maksudnya ada kemungkinan seseorang sengaja membuat wilayah ini diguyur hujan?"
"Itulah yang dipikirkannya lagipula hujan ini terjadi baru setahun yang lalu."
Noella menggenggam tanganku selagi menyinggungkan senyuman nakal.
"Maukah kau membantuku?"
"Soal itu, aku memiliki urusan lain."
Sebelum aku melanjutkan perkataanku tanganku ditarik olehnya dan ia segera menempatkan telapak tanganku di dadanya.
Saat aku sadari aku sudah meraba-rabanya dengan sensasi lembut mengiringinya.
"Kau akan mendapatkan yang lebih dari ini jika mau membantuku."
__ADS_1
"Wanita ini sangat licik Kazuya, aku sarankan untuk tidak terlibat dengannya... Kazuya, Kazuya."
Suara Rara menyadarkanku hingga aku segera menarik tanganku.
"Kenapa kau melakukannya sejauh ini?"
"Sebenarnya awalnya aku datang bersama pasukanku, sayangnya semuanya telah terbunuh," tepat saat dia mengatakannya kilatan petir menyambar keras memberikan nuansa horor yang begitu kental.
Sekarang aku tahu alasan kenapa dia ada guild, mungkin saja dia sedang mencoba merekrut beberapa orang kuat untuk membantunya, sayangnya tidak ada yang mau melakukannya.
Meski bayarannya tinggi tidak ada orang yang cukup bodoh untuk mencoba kehilangan nyawanya, karena itulah akulah yang akan membantunya.
Aku mengirim pesan kepada desaku lewat telepati bahwa aku tidak akan bisa kembali dalam beberapa hari namun jawaban mereka seperti biasanya.
"Lakukan sesukamu, pastikan saat kau meniduri wanita nikahi mereka juga."
Seperti itulah.
Aku mengangguk mengiyakan.
"Kau mau, terima kasih... dengan ini aku bisa membalas rekan-rekanku yang gugur."
"Maaf Rara, waktumu jadi.."
"Jangan pikirkan aku, aku sama sekali tidak keberatan."
Aku tersenyum sebagai balasan lalu setelah hujan reda kami keluar untuk pergi ke salah satu ladang penduduk.
Bisa kulihat seluruh tanaman yang harusnya tumbuh dengan baik mati begitu saja. Tanpa sinar matahari mereka akan terus seperti ini.
__ADS_1
"Karena inilah kerabatku memintaku untuk menyelidikinya."
Masalahnya lebih serius dari yang kubayangkan.