
Semenjak kejadian di desa Succubus kini aku selalu pergi dengan seekor kucing di atas kepalaku, beberapa orang di kota bahkan menertawaiku termasuk party Zeper.
"Bukannya kucing itu terlihat terlalu berkuasa."
"Kalian tidak tahu, ini kucing legenda, seekor kucing yang akan menguasai dunia suatu hari nanti."
"Meong, meong."
"Kalian dengar."
Ketiga orang ini tertawa.
"Maaf membuatmu kecewa, tapi itu kucing biasa Haru."
"Sepertinya begitu," tambah Lucy yang dapat anggukan Suhen.
"Dorothy kau diremehkan, cepat tunjukan kekuatanmu."
"Meong."
Saat Dorothy jatuh ke bawah, tubuhnya membesar sesaat dan dengan santai dia menginjak mereka.
"Kucing legenda."
"Akhirnya kalian tahu, mari pergi Dorothy."
"Meong."
Dia naik ke atas kepalaku lagi dengan bangga, kucing ini entah kenapa begitu lengket denganku.
Dia dengan tenang memarahi orang-orang yang berbuat jahat walaupun perkataannya cuma meong-meong, ketika ada kucing jantan dia langsung memalingkan wajahnya dengan jual mahal lalu menggerutu dengan perkataan yang sulit kumengerti.
__ADS_1
Sepertinya ini belum masuk musim kawin.
"Meong, meong, meong."
Dia bahkan memintaku membeli jajanan ikan bakar, aku tidak keberatan hanya saja dia malah makan di atas kepalaku. Kucing sekarang banyak maunya.
"Hey pria kepala kucing?" sebuah suara memangilku dari gang sempit, ini adalah kota Abelon yang dekat dengan desaku dan aku sering datang kemari untuk menghabiskan waktu tapi ini pertama kalinya aku melihat gadis di depanku.
"Namaku Beresford, aku dengar di sini ada orang yang telah berhasil mengalahkan seluruh raja iblis bisakah kau memberitahu di mana orangnya?"
Gadis itu berambut ungu sebahu, membawa buku serta mengenakan jubah berwarna sama dengan rambutnya.
"Pahlawan? Apa kau punya urusan dengannya?"
"Aku ingin menghajarnya karena telah menjerumuskan guruku ke hal yang aneh, dia selalu membaca buku aneh-aneh."
"Gurumu?"
"Mungkin maksudmu orang itu."
Aku menunjuk ke arah pria botak yang berkerumunan bersama teman-temannya.
"Lihat dia sangat kasar serta suka melecehkan wanita."
"Benar, dia pasti orangnya, akan kuhajar."
Kedua mata gadis itu berubah menjadi merah.
Dia memiliki mata jahat seperti Rusina rupanya.
Aku melihat bagaimana mata itu bekerja, hanya dengan tatapannya mereka semua di terbangkan dan dijatuhkan dengan cepat, para wanita mulai berlarian sebelum terkena juga.
__ADS_1
"Ka-kau kenapa kau memukulku?"
"Kau pahlawan yang mengalahkan raja iblis kan."
sepertinya akan gawat, mari pergi Dorothy.
"Aku bukan pahlawan."
"Kau pasti berbohong, kau orang yang bernama Haru Kazuya."
"Mana mungkin, dia yang namanya Haru Kazuya."
Saat wanita itu melihatku aku telah berlari jauh
"Sial, jadi dia orangnya."
Aku melesat dengan kecepatan tinggi sedangkan orang bernama Beresford mengejarku dengan terbang, dia memiliki kekuatan untuk mengatur gravitasi di sekelilingnya namun sepertinya kemampuannya memiliki batasan area.
"Tunggu kau, aku harus menghajarmu."
"Gurumu seperti itu bukan karena aku?"
"Itu ulahmu, Kini guru tidak tinggal di menara pengetahuan, aku pamit padanya untuk pulang ke rumah namun waktu kembali dia sudah tidak ada dan yang kutahu dia malah berada di kerajaan asing dengan tumpukan buku-buku yang belum pernah kulihat, di dalamnya juga ada beberapa gambar erotis."
"Entah kenapa, maaf soal itu."
"Tunggu kau."
"Jangan mengejarku."
Seharian penuh itu aku hanya berlarian ke sana kemari.
__ADS_1