Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 480 : Akhir Dari Raja Dunia Holdan


__ADS_3

Amaterasu menciptakan api berbentuk dua tangan raksasa untuk menangkap Grim Reaper. Sementara itu aku mengincar dua orang yang memanggilnya kemari.


Red menggunakan gitarnya untuk menjeratku dalam permainannya, sayangnya hal seperti ini mudah untuk diatasi. Aku telah menutup telingaku agar tidak mendengar permainan mereka.


Meskipun Green terus bernyanyi aku sama sekali tidak terpengaruh.


Sebagai serangan terakhir aku mengayunkan pedangku menghancurkan senjata mereka hingga keduanya tumbang ke tanah.


Grim Reaper menghilang dalam sekejap.


Aku melepas penutup telingaku sebelum Amaterasu mendekat.


"Kau tidak membunuhnya."


"Biarkan saja, tanpa peralatan mereka... mereka hanya manusia biasa."


"Begitukah."


Ledakan mulai terdengar dari arah pesawat, aku maupun Amaterasu yang akan mendekat langsung menutupi wajah kami untuk menahan debu yang berterbangan.


Dengan kekuatan seperti ini aku yakin bahwa kedua istriku yang melakukannya kemudian disusul api hitam yang menyeruak dari sana.


Yang itu pasti Akane.


Setelah beberapa saat Selly dan Sella keluar dari kapal terbang bersama enam orang Arch Priest termasuk Michella.


"Kami berhasil suamiku."


"Kerja bagus kalian berdua."


Aku mengusap kepala mereka, kalau mereka memiliki ekor aku bisa melihat ekor tersebut bergoyang.


Michella berkata ke arahku.


"Berhati-hatilah raja dunia mengambil sihir suciku demi menggunakan senjata milik peninggalan suku Atlantis."

__ADS_1


"Seperti yang kuduga, selain itu tidak ada yang diambil lagi dari kalian kan?"


"Apa maksudmu? Kami semua masih suci."


Aku menarik nafas lega.


"Aku membayangkan hal buruk terhadap tubuh kalian."


Semua Arch Priest ini segera menutupi tubuh mereka.


"Kau lebih berbahaya dari Raja Dunia Holdan."


Aku tidak bisa menyangkal hal itu, semua Arch Priest mulai bersembunyi di belakang bangunan. Akane masih berada di dalam kapal dia pasti akan menarik Holdan keluar dari sana.


Petir menyambar ke segala sudut kapal membakarnya jadi serpihan kehancuran barulah dari sana Akane dan sosok pria bertubuh besar keluar dan saling bertarung di atasnya.


Pria itu pasti Holdan dan senjata yang digunakannya adalah palu raksasa.


Akane melompat ke arah kami selagi mengatur nafasnya, dia bertarung dengan baik.


"Jadi begitu, yang kita lakukan hanya harus melawannya secara langsung."


"Kalian yang menentang para raja dunia harus dihapuskan... Lighting Hammer."


Holdan membuat palu raksasa dengan petirnya lalu menghantamkannya ke arah kami, menghasilkan ledakan besar. Di saat material menyembur ke udara kami semua melesat ke arahnya.


Melompat ke atas kapal, aku dan Akane mengayunkan pedang secara bersamaan. Holdan menahan selagi membalas serangan kami, Selly dan Sella mencoba memukul wajahnya bertepatan dengan Amaterasu.


Yang jelas kami menyerangnya bersama-sama.


Akane dan aku diterbangkan ke belakang, sementara Amaterasu dilempar ke udara. Di saat yang sama Selly telah mengambil kesempatan, dia menarik tinjunya yang di tahan oleh palu tersebut.


Sella muncul dari punggung Selly, pukulannya menghantam wajah Holdan membuatnya menukik jatuh ke tanah.


Kami tidak membiarkannya bersantai, secara terus menerus menyerangnya bersama-sama.

__ADS_1


"Sialan.." bersamaan teriakan Holdan petir dijatuhkan dari langit.


"Aaaargh."


Kami berteriak kesakitan sebelum tumbang.


"Melawanku dengan sihir ataupun tidak hasilnya tetaplah sama, sekarang aku adalah orang yang memiliki senjata dewa."


"Dengan merebut sihir orang lain, apanya senjata dewa?"


Aku mengayunkan pedangku hingga secara langsung berbenturan dengan palu tersebut.


Api hitam dan petir saling bertubrukan yang mana menghancurkan seluruh tanah sekeliling kami.


"Mustahil ? Paluku hancur."


"Senjataku yang lebih pantas disebut senjata dewa."


Aku menendang tubuh Holdan ke belakang bersamaan itu Selly dan Sella memukulnya, kemudian disusul Akane.


"Akuma Ougi... Kagutsuchi."


"Apa?"


SRAK.


Darah menyembur dari mulutnya, tak berhenti di sana serangan tangan api raksasa Amaterasu membuat Holdan terbang ke langit.


Aku memunculkan lingkaran sihir di bawah kakiku yang mana mengeluarkan asap hitam dari sana, asap tersebut terhisap ke dalam pedangku.


"Himitsu no ugoki... Tsukuyomi."


Dengan satu ayunan aku menciptakan bilah hitam raksasa berbentuk bulan sabit yang menerjang tubuh Holdan di udara hingga diapun meledak dahsyat.


Dengan ini dua raja dunia telah kami kalahkan.

__ADS_1


__ADS_2