Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 516 : Hidup Damai (End)


__ADS_3

Festival Idol adalah sebuah festival di mana semua pernak-pernik peridolaan dijual secara besar-besaran.


Di sini paling tidak ada lebih dari 20 grup idol berbeda dengan musik berbeda-beda akan menunjukan penampilannya di atas panggung.


Untuk acara ini aku bahkan membangun panggung luas yang dikerjakan seluruh ras hingga hanya dalam tiga hari berhasil dibuat.


Orang-orang mulai memenuhi bagian area penonton, para petugas keamanan dibuat sibuk olehnya.


Aku bisa melihat Koko, Mary maupun Momoko sibuk karenanya.


Berjuanglah.


Lagipula festival ini diadakan karena desakan satu orang yang sedang berada di sampingku.


Siapa lagi kalau bukan Mamisa, karena dia satu grup dengan Amnestha, Gabriela maupun Rin jadi aku tidak bisa menolak permintaannya.


"Tuan Kazuya, bukannya ini luar biasa berapa banyak penonton di sini?"


"Lebih dari 50.000 orang, aku kehilangan banyak uang bahkan aku harus memotong pepohonan."


"Bukannya nantinya tempat ini gundul."


"Nanti aku minta Amnestha untuk mengembalikannya, jadi tampillah dengan baik."


"Tentu saja, kami akan membawakan lagu terbaik kami."


Tak lama kemudian pelayan yang kumaksud muncul dengan penampilan berbeda, biasanya mereka mengenakan pakaian pelayan akan tetapi sekarang berbeda.


Mereka mengenakan pakaian idol dengan warna merah kompak satu sama lain, ada pita besar juga yang melekat di punggung mereka.


"Kalian sangat cocok mengenakannya, lakukan yang terbaik."


"Baik."


Ketiganya mengangguk semangat sebelum pergi ke belakang panggung. Tugas beratku sudah selesai sekarang. Aku melompat ke udara lalu melayang di atas penonton tanpa menggangu semua orang yang ada di bawah.


Aku meminta pelayan yang lainnya menjadi staf panitia, kurasa mereka terlihat baik-baik saja bersama sepuluh 10 Siren pekerjaku.


Di sana ada Neffiel juga yang mengarahkan semuanya.


Aku mengangkat tanganku dan bersamaan itu ledakan melesat ke atas langit menciptakan percikan kembang api yang memukau disusul sebuah musik yang mulai terdengar menarik antusias penonton.


Pertama adalah grup beranggotakan lima orang, mereka menari dengan bersemangat sementara orang-orang di bawah panggung mengangkat stik mereka selagi menggerakkannya ke depan ke belakang sambil berteriak.


Tanpa terasa lagu pertama telah selesai, setiap grup diberikan dua kesempatan untuk menyanyi jadi bagi semua orang ini adalah festival yang luar biasa, keluargaku berada paling depan untuk menyaksikan pertunjukan ini.


Ada Marina, Yuki dan Rusina juga yang bertugas menjaga mereka agar tidak berdesakan.

__ADS_1


Adapun untuk Dorothy dia menonton dari pinggir panggung dalam wujud kucingnya.


Asteropedia muncul di sampingku selagi duduk di lingkaran sihir yang kubuat juga.


"Menonton hiburan seperti ini cukup menyenangkan, terkadang orang-orang perlu hal seperti ini juga."


"Kukira kau lebih tertarik dengan buku."


"Sesekali seperti ini tidak masalah kan?"


Grup kedua mulai tampil dan mereka mengenakan pakaian idol lebih mini.


Sebuah kembang api berbentuk air mancur menjadi pembukaan meriah bagi mereka. Para peri yang dipimpin Tingkerbel juga tak kalah hebatnya dalam mengendalikan efek-efek panggung yang meriah.


Mereka juga menggunakan konfetti dengan baik.


"Uwah... hebat sekali, kurasa muridku juga akan menyukainya."


"Dia ada di sini?"


"Tentu, Beresford mungkin bergabung dengan kumpulan orang-orang di sana."


Aku bisa melihatnya sedang mengayunkan tongkatnya.


Hampir seluruh desaku mengirim perwakilan untuk tampil dalam festival ini termasuk ras Siren yang sedang tampil sekarang.


Aku mengarahkan jempol ke arah semua staf dan mereka juga melakukan hal sama.


"Menurutmu apa aku akan cocok menarik seperti itu?"


"Kurasa kau harus memiliki ukuran dada sedikit lebih besar."


"Aku akan mencekikmu."


"Aku cuma bercanda, siapapun memiliki kesempatan yang sama untuk tampil di atas panggung bahkan jika mereka tidak berbakat.. tidak ada salahnya memiliki impian."


"Perkataan yang bagus, dunia tidak ditentukan sebagaimana kau memiliki bakat melainkan bagaimana kau tidak menyerah saat gagal dan terus bekerja keras untuk bangkit."


"Aah."


Asteropedia melanjutkan.


"Izinkan aku untuk memanggil nama aslimu untuk terakhir kalinya."


"Tentu," jawabku singkat.


"Beaufort Reymond kau sudah melewati perjalanan yang panjang... kini impianmu telah terwujud, kau menciptakan tempat di mana semua orang bisa memiliki tempat yang mereka sebut rumah, kebahagiaan serta senyuman yang bisa mereka jaga."

__ADS_1


Tanpa sadar aku sedikit meneteskan air mata hingga menyekanya dengan lengan bajuku.


"Perjalanan yang sangat panjang dari seorang penduduk desa biasa, aku bahkan harus bereinkarnasi beberapa kali."


"Aku tahu."


"Aku adalah orang kedua yang mengawasimu setelah Dewi Ristal.


Tak lama kemudian sebuah musik yang kukenal diperdengarkan.


Di sana Mamisa bersama ketiga pelayanku berdiri dengan pose anggun. Mamisa mengangkat tangannya dan berkata.


"Music Started."


Alunan musik bersamaan kembang api membuat seluruh penonton takjub, mereka tak henti-hentinya meneriakan nama mereka selagi ikut bernyanyi.


Ini juga perjalanan yang panjang untuk mereka bertiga tanpa sadar aku tersenyum melihat bagaimana ketiganya mendapatkan mimpi mereka yang berbeda.


Hari ini hari yang menyenangkan dan damai.


Di akhir penutupan acara seluruh idol menyanyikan lagu bersama, kemudian meneriakkan namaku selagi mengutarakan ucapan terima kasihnya... ada juga yang bilang mencintaiku dan sebagainya.


Ini mungkin kerjaan Mamisa.


"Uuh... mereka sepertinya dipaksa untuk bilang itu."


"Memangnya kau pikir aku ini orang seperti apa?"


"Benar sekali," kata Asteropedia tertawa kecil.


Asteropedia adalah orang yang membantuku meraih kekuatan dan awal dari pencapaianku sekarang, dalam hatiku aku selalu menaruh rasa hormat serta terima kasih padanya.


Beberapa hari selanjutnya karangan yang kuminta telah diletakkan di pekarangan mansionku, semua istriku, semua pelayanku, serta semua orang kukenal berada di satu tempat.


"Wajahku mungkin tidak terlihat tolong geser sedikit."


Zeper yang berada di bagian samping mengeluh akan sesuatu.


"Jangan khawatir semua orang akan masuk ke dalam foto," balas Teresa sebelum mengambil posisi kosongnya bersama Lemy dan Keyla.


"Semuanya katakan hidup damai."


"Hidup damai."


Satu foto kebersamaan kami tercetak lagi.


-----End.

__ADS_1


__ADS_2