Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 42 : Desa Ini Juga


__ADS_3

Guild serikat dagang Hebet adalah sebuah guild pedagang yang berdiri di atas sebuah kota indah dimana bangunannya begitu tinggi seolah bisa mencapai langit.


Dikatakan bahwa setiap keuntungan yang diberikan oleh mereka sangatlah tinggi, dan banyak orang yang turut bergabung dengan mereka.


Hanya saja sekarang mereka telah mendapatkan kenyataan yang mengerikan dimana keuntungan yang mereka dapatkan turun sampai level minus.


Seorang pria yang memiliki guild tersebut melempar potongan kertas di tangannya selagi berteriak.


"Apa-apaan ini, kita terus mengalami kerugian bahkan pedagang yang kita miliki malah menghilang."


"Soal itu, ada perusahaan kecil yang tiba-tiba meniru rencana kita, mereka juga meminta petisi tentang peralihan hak kepemilikan dungeon kepada setiap orang yang terlibat." balas seorang sekertaris wanita.


"Cih... mereka mau bermain-main denganku, panggil para petualang elit yang kita miliki dan habisi orang yang bertanggung jawab untuk guild pedagang itu."


"Tapi?"


"Sudah lakukan saja, akan kuperlihatkan seberapa mengerikannya jika mereka berani macam-macam dengan King."


***


Di desa yang sudah terasa hangat, aku memutuskan untuk melihat pembangunan yang sedang dilakukan Lolia, Lolia adalah istri dari Ronald dan ibu dari Lili, ada sedikit yang membuatku terkejut bahwa dia tampak awet muda tiap harinya.


Aku pernah berfikir bahwa dia bukan manusia.


Dan sekarang aku temukan dirinya telah menyusut jadi anak kecil di usia 10 tahunan, dengan wajah yang sama serta bentuk tubuh yang tidak berubah.


"Bagaimana tuan, hebat bukan?"


"Bagaimana apanya?"


Dia menyuruhku untuk menilai dirinya atau rumah yang dia bangun, aku mengangkat Lolia seperti seekor kucing.

__ADS_1


"Tu-tuan apa yang kau lakukan?"


"Aku sedikit penasaran kenapa tubuhmu malah mengecil."


"Tolong turunkan aku dulu, aku sudah bersuami."


"Ah benar, maafkan aku.. aku lupa soal itu."


Aku menurunkannya kembali ke tanah.


Dan Lolia tampak mengembungkan pipinya dan itu terlihat imut dalam bentuk tubuhnya yang sekarang.


"Sebenarnya aku berasal dari ras kurcaci."


Ras yang jarang ditemui di dunia fantasy.


"Maksudmu Drawf."


"Mungkin agak berbeda, kami tidak pandai menempa peralatan besi seperti mereka.. kami hanya bisa membesarkan tubuh kami seperti manusia."


"Suamiku manusia biasa."


Itu melegakan aku tidak ingin tanpa sengaja menginjak Ronald saat melangkah, kupikir dia bisa mengecil seukuran kecoa.


"Begitu, enaknya... kalian pasti memiliki kisah romantis yang tak terlupakan," atas pernyataanku Lolia tampak malu-malu selagi berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Bukannya tuan memiliki kisah romantis dengan pelayan tuan juga."


"Tidak ada hal yang seperti itu, mereka itu suka berbuat onar dan menunjukan tubuh telanjang mereka tanpa rasa malu."


"Aku baru mendengar hal seperti itu."

__ADS_1


Aku juga terkejut, mari kesampingkan hal itu dulu sekarang.


"Lalu apa tubuhmu akan kembali lagi?"


"Ketika tenaga aku pulih, aku akan kembali sedia kala tuan, jangan khawatir."


"Aku malah khawatir, kau mungkin kelelahan... apa mau beristirahat dulu beberapa hari?"


"Tidak, aku ingin dapat berguna untukmu... aku nanti akan beristirahat sebentar dan kembali bekerja."


"Jangan terlalu memaksakan diri dan pastikan untuk beristirahat cukup lama."


"Terima kasih."


Tak lama kemudian dua pelayanku Selly dan Sella muncul dengan wajah berkeringat serta nafas terengah-engah.


"Kenapa kalian terlihat sangat kelelahan?" tanyaku.


"Kami sedang mengejar seekor kucing, apa tuan lihat?" kata Selly.


"Tidak."


Sella melanjutkan.


"Kucing nakal, dia suka mencuri makanan kita, kalau berhasil kutangkap akan kumandikan dia."


Aku menunjuk ke arah belakang keduanya di mana terdapat seekor kucing putih di sana.


"Apa itu yang kalian maksud?"


"Benar, mari tangkap dia Selly."

__ADS_1


"Iya."


Lolia yang memperhatikan hanya bisa menunjukkan ekspresi suram di wajahnya. Akhirnya dia tahu seperti apa kelakuan pelayanku ini.


__ADS_2