Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 355 : Musuh Dari Dunia Lain


__ADS_3

Scroll melemparkan bola api dari setiap kepala yang dia miliki, walau menghantam beberapa orang, itu hanya menjadi luka lecet tanpa meninggalkan kematian.


Mamisa, sebenarnya kau siapa? Dia bertingkah seperti Idol namun dia bisa dikatakan lebih kuat dari siapapun dalam sihir pendukung.


Aku duduk di pinggir kapal menyaksikan setiap rekanku yang berjuang, para petualang wanita menggunakan berbagai sihir yang mereka kuasai, di saat yang sama para pria mengayunkan senjata mereka dan mampu memotong satu kepalanya.


Berbeda dengan Hydra, Scroll tidak bisa menumbuhkan kembali anggota tubuhnya yang terpotong. Scarlet memberikan sihir api di pedang yang ada di tangannya dan hanya sekali tebasan, dia memotong tiga dari mereka.


Kukira dia akan membiarkan dirinya dipukuli tapi ternyata dia juga berfikir rasional.


Kemampuan Mamisa hanya bisa digunakan selama dia bernyanyi paling lama kurasa dia bisa bernyanyi sekitar lima lagu tanpa henti.


Dia melompat membuat roknya terangkat sementara itu aku tersenyum masam, seperti apa yang dia katakan, dia tidak mengenakan apapun di dalamnya.


Selagi mendesah pelan aku memperhatikan kelanjutan dari pertarungan.


Valesta menggunakan cambuknya kemudian mengikat satu kepala untuk menariknya jatuh ke bawah.


Orang-orang mulai menebas kepala tersebut dan sesekali tubuh mereka dilemparkan ke segala arah.


"Gwaaahh."


Sepertinya efek Mamisa tidak terlalu lama dari yang kubayangkan, seiring kemampuannya melemah orang-orang berhasil dikalahkan, bahkan hanya dua kepala itu sanggup menumbangkan para petualang yang masih berdiri.


"Aku sudah tidak kuat lagi," ucap Mamisa terengah-engah.


"Dari sini serahkan saja padaku."


Aku menciptakan busur dari api hitam meniru kemampuan dari Garandbell sebelumnya, dengan kemampuanku bahkan bisa meningkatkan kekuatannya dua kali lipat.


Aku menarik talinya hingga panah raksasa tercipta.

__ADS_1


"Aku mulai."


Scarlet yang menyadarinya mulai menarik semua orang mendekat ke arah kapal sementara aku melesatkan panahnya dengan kecepatan tinggi, membelah udara menembus tubuh Scroll.


Akibat kehilangan beberapa kepalanya efek dari different-nya menghilang dan dengan mudah meledakan tubuhnya.


Kami telah selesai menghabisinya hingga Mamisa memelukku dari belakang.


"Kau sangat hebat, berkatmu semua orang selamat... apa yang bisa kulakukan untuk berterima kasih?"


"Dengan mengenakan pakaian dalammu."


Tepat saat aku mengatakannya aura yang jauh mengerikan muncul dari arah belakangku, aku memegangi tubuh Mamisa.


"Hey, ini masih siang."


Aku mengabaikan perkataan orang sesat ini, lalu melemparkannya ke arah Valesta hingga dia menangkapnya dengan baik.


"Apa yang kau lakukan?"


"Kau berusaha melindungi mereka, keputusan yang baik."


"Siapa kau?"


"Siapa aku tidak penting tapi semua orang menyebutku Niko.. kau mungkin sudah bertemu dengan Dolla."


"Apa kau berasal dari dunia lain?" aku balik bertanya.


"Sepertinya Dolla mengatakan hal tidak penting padamu, orang itu meminta kami untuk tidak membunuhmu secara langsung dan membiarkan orang dari dunia ini yang melakukannya, tapi bagiku lebih cepat jika aku melakukannya sendiri agar rencana kami bisa diselesaikan."


"Orang itu? Dan Rencana, apa maksudnya?"

__ADS_1


"Sudah bicaranya, aku tidak akan mengatakan apapun lebih dari ini... yang harus kau tahu, kami harus membunuhmu agar tujuan kami tercapai."


Isi kepalaku masih tidak bisa memproses apa yang terjadi, siapa mereka dan kenapa mereka mengejarku sampai sejauh ini?


Aku berfikir lebih dari apa yang biasanya aku lakukan, semua hal tampak membingungkan.


Ini mungkin hanya tebakanku namun aku ingin mencobanya.


"Apa semua kejadian di dunia ini ulah kalian?"


Ekpresinya berubah sesaat kemudian berkata demi menyembunyikannya.


"Apa maksudmu, kami tidak tahu apapun."


Dia mengatakan kami dengan kata lain jumlah mereka lebih dari dua orang, terlebih aku tahu dia berbohong.


"Lebih baik aku menghabisimu sekarang."


Tanpa terduga Scarlet naik ke kapal lalu menerjang ke arah Niko.


"Apa yang kau lakukan?" teriakku.


"Dia musuh kita bukan? Mari kita habisi... seenaknya saja dia menyusup ke kapal kita."


"Aku ragu kau bisa melakukannya... Area Field, Zona Kesunyian," bersamaan perkataannya seluruh area kami berubah gelap gulita layaknya di malam hari yang hanya disinari cahaya rembulan.


Di saat yang sama patung-patung raksasa tanpa kepala bermunculan mengelilingi kami dengan jumlah yang sangat banyak sementara Niko duduk di atas tangan salah satu patung yang menengadah ke langit.


"Sekarang pestanya baru dimulai," katanya menyeringai senang.


Ini kemampuan yang sama dengan Dolla, sebuah sihir yang tidak kuketahui.

__ADS_1


__ADS_2