Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 483 : Hal Benar Untuk Dilakukan


__ADS_3

Tak lama kemudian seorang wanita dewasa muncul mendekatiku, dia mengenakan gaun dress merah terbuka dengan ekor serta telinga kucing berwarna serupa, rambutnya sendiri dibiarkan terurai begitu saja.


"Nama saya Yu, saya pemilik bar ini... izinkan hari ini saya yang akan melayani tuan secara khusus."


Bikin tegang saja, tapi aku sebisa mungkin menjadi pria tenang.


Dia duduk di sebelahku selagi menuangkan botol berisi perasan buah-buahan.


"Tanpa alkohol."


"Terima kasih."


Aku akan lebih berterima kasih jika dia mau sedikit menjauh dariku, aku meminum gelasku dan rasanya cukup menyegarkan, mereka menambahkan air dingin ke dalamnya.


Yu memainkan tangannya di pahaku.


Ini jelas cara menggoda teknik atas.


"Boleh aku menanyakan satu hal, kenapa tuan memberikan banyak uang untuk kami?"


"Itu hanya uang muka saja, kurasa aku akan membeli kalian semua."


"Betapa serakahnya."


"Aku memang cukup serakah, aku ingin menutup tempat ini dan membuatkan kalian tempat yang baru."


Mendapatkan pernyataan yang tak terduga itu wajah Yu sedikit terkejut.


"Tuan?"


"Kurasa sudah cukup kalian melakukan ini, aku punya rencana yang lebih baik untuk dilakukan."

__ADS_1


Yu tampak kebingungan meski begitu dia berusaha untuk tenang sebelum berbisik ke arahku.


"Seluruh bar ini dioperasikan oleh seorang bangsawan, bahkan ketika tuan akan membeli kami semua hal itu tidak mungkin dilakukan."


Oh, jadi begitu.


Sepertinya aku perlu berbicara banyak dengan wanita ini.


Kami mengambil kamar di bagian atas untuk digunakan, aku duduk di kursi selagi mengawasi keluar jendela.


Ada beberapa orang yang diam di sana namun sebenarnya mereka adalah suruhan bangsawan tersebut untuk menjaga tempat ini.


Yu mulai menjelaskan.


"Seluruh pekerja di sini adalah orang-orang yang memiliki hutang kepada bangsawan tersebut, akan tetapi di tempat lain beberapa juga merupakan korban dari peperangan."


"Ada tempat selain ini?"


Aku bisa mengerti.


"Apa ada yang lain?"


"Kudengar agar dia selamat, bangsawan itu juga memberikan dana kepada Raja Dunia Amandeus sebagai keamanan."


"Lalu bagaimana denganmu, apa kau memiliki hutang terhadapnya?"


"Tidak, aku hanya suka tidur dengan beberapa pria."


Wajahnya tampak memerah, seharusnya aku tidak menanyakan hal seperti itu. Sekarang aku menyesalinya.


Tak lama suara ketukan di pintu terdengar, aku membiarkan Yu duduk di atas ranjang sementara aku membuka pintunya perlahan setelah mengkonfirmasi bahwa hanya satu orang yang datang.

__ADS_1


Dengan sigap kutarik kerah bajunya lalu membantingnya ke lantai sebelum mengarahkan ujung pedang pada lehernya.


"Kau sudah gila, kau ingin membunuhku yah."


"Ternyata kau Ken."


"Apa maksudmu ternyata, aku tahu bahwa kau datang kemari juga... terlebih kau menyewa wanita lagi."


Aku segera menutup pintu.


"Aku tanpa sengaja datang kemari, dan nona Yu aku hanya meminta beberapa informasi padanya."


"Hai."


Ken tampak tercengang karena pesonanya.


"Jadi apa yang kau lakukan di sini?" aku balik bertanya.


"Aku hanya ingin menyelidiki tempat ini, aku rasa Amandeus ada sangkut pautnya dengan ini, lagipula sebenarnya hiburan seperti ini dilarang di kerajaan kami."


"Tidak biasanya kau melakukan hal benar."


"Aku juga memiliki rasa keadilan."


Aku mengalihkan pandangan ke arah Yu.


"Bisakah kau memberikan nama bangsawan tersebut."


"Aku akan menuliskannya, kalian bisa pergi ke sana."


Setelah mendapatkan informasi tersebut aku maupun Ken bergegas mendatanginya.

__ADS_1


__ADS_2