Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 153 : Pergi Ke Toko Bunga


__ADS_3

Setelah mengumpulkan keseluruhan kristal aku kembali ke lahan tandus bersama Hesna dan Enri, di sana aku dibantu Hesna membuat sebuah lingkaran sihir besar di mana aku meletakkan ke empat kristal itu secara berurutan.


Setelah selesai, keempat kristal itu bersinar terang lalu memunculkan sinarnya ke langit mirip sebuah pilar.


Selanjutnya.


Area yang tandus perlahan berubah menghijau kemudian menyebar ke sekelilingnya hingga ditumbuhi bunga-bunga yang indah, para naga yang melihatnya hanya tersenyum bersama hingga teriakan senang para ras Lemia dan Drawf memotongnya.


Semuanya telah kembali pada seharusnya, mereka semua akan menanam bibit mulai sekarang dan menjadikan hutan ini sedia kala.


"Mari kembali Hesna."


"Baik."


Beberapa hari setelah masalah lahan tandus telah selesai aku duduk selagi melihat pembangunan para peri di kebun bunga mereka.


"Sepertinya banyak peri yang baru menikah dan memulai hidup baru mereka," kataku ringan.


"Kami telah melewati musim kawin, sebulan lagi pasti akan ada banyak peri kecil."


"Aku tidak sabar menantikannya, ngomong-ngomong Tingkerbel kau mau ikut pergi ke toko Teresa? Mungkin ada bunga yang ingin kau tanam di sini."


"Sepertinya aku ingin pergi, tapi apa aku akan baik-baik saja? Di kepalamu ada seekor kucing yang menatapku penuh kebencian."


"Tenanglah Dorothy, dia tidak akan mengambil posisimu."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Dorothy mengeong mengerti, kucing betina sangat pecemburu. Tingkerbel duduk di bahuku dan bersama kami pergi ke kota di mana toko Teresa berada.


Kota dan desaku memang tidak jauh jadi setiap orang bisa pergi ke kota jika perlu sesuatu yang mereka butuhkan, setiap orang di desa telah bekerja di desa ini jika soal uang aku sudah memberikan mereka sesuai pekerjaan yang mereka lakukan serta perlindungan bagi mereka.


Walau tidak disebutkan bahwa aku seorang bangsawan tugasku tidak jauh berbeda dengan bangsawan Feodal yang mendukung kerajaan dari belakang, bagaimanapun ratu di negara ini adalah istriku juga jadi aku tidak keberatan membantunya.


Kami memasuki kota lalu menyusuri jalanan utama yang sedikit ramai, kebanyakan adalah pedagang yang singgah di guildku untuk mencari barang yang mereka akan jual kembali ke pelanggan ataupun sebaliknya.


Jika pedagang kesulitan mencari pelanggan hingga barang mereka tak laku guild pedagang akan membelinya dengan harga sedikit murah. Itu lebih baik dibanding mendapatkan kerugian.


Di tempatku berdiri aku bisa melihat toko bunganya, awalnya itu adalah Bar milik Elona dan sekarang telah disulap menjadi toko bunga yang memukau. Di sini juga terdapat jasa membuat karangan bunga.


Tak hanya sendirian Teresa juga dibantu oleh Selly dan Sella sebagai pegawai, mereka bilang akan membosankan terus berada di masion karena itu berkerja di sini adalah sesuatu yang mereka inginkan lagi pula mereka sedikit lebih feminim sekarang.


"Suamiku."


"Suamiku."


"Kenapa kau memiliki wajah yang sama denganku?"


"Harusnya aku yang bertanya itu."


Mereka masih suka bercanda.


Aku memeluk mereka berdua.

__ADS_1


"Jangan terlalu memaksakan diri, ibu hamil dilarang terlalu lelah."


"Kami tahu."


Walau mereka kuat tetap saja aku sedikit khawatir. Membiarkan keduanya melanjutkan pekerjaannya dalam merapikan bunga, aku, Dorothy dan Tingkerbel mulai memeriksa setiap bunga yang ada di toko ini.


Kulihat Teresa sedang sibuk melayani pelanggan yang sedang mengantri untuk bunga mereka karena itu kami akan menunggu selagi melihat-lihat.


"Bagaimana Tingkerbel, apa ada bunga yang ingin kau tanam di desamu?"


"Aku belum menemukannya.. Kami para peri lebih suka bunga yang tidak terlalu menyengat aromanya serta kelopaknya cukup besar untuk kami bisa duduki.


"Mungkin bunga matahari, aku rasa itu sangat cocok."


"Aku baru mendengar bunga itu."


"Mari tanya ke Teresa jika dia sudah selesai."


"Meong, meong."


"Ada apa Dorothy? Kau ingin bunga juga."


"Meong."


Pada akhirnya aku juga membiarkannya memilih apa yang dia suka.

__ADS_1


__ADS_2