
Pada malam harinya aku memanjakan mereka semua dengan pijatan tanganku, aku melakukannya hingga mereka terkulai lemas dan merosotkan tubuh mereka dengan rasa malu lalu tertidur pulas.
Tentu aku tidak melewati batas apapun.
Aku mengambil waktu lama untuk Aurora, aku mengoleskan minyak di tanganku dan mengambil dua lemak yang menonjol darinya.
"Tidak, jika begini aku tidak akan bisa menikah lagi."
Dan selanjutnya Aurora mengambil wujud aslinya.
"Jadi ini penampilan sebenarnya Aurora, dia ternyata Dewi Ristal."
"Tidak, kau melihat wujudku... aku pasti akan kehilangan pengikut kalau begitu, apalagi jika mereka melihat Dewi mereka dinodai oleh pria buruk."
"Tanganku hanya tergelincir."
Dewi Ristal tertawa lalu duduk dan mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya.
"Apa kau merasa bersalah?"
"Aku lebih merasa bersyukur."
"Dasar pria.. aku tidak bermaksud menipumu atau yang lainnya, kebetulan saja saat aku berada di hutan itu, kau menemukanku."
Jadi takdirku itu hanya kebetulan.
Seolah membaca pikiranku, Dewi Ristal tersenyum jahil.
__ADS_1
"Aku perlu seseorang untuk membuat kedamaian di dunia ini, kurasa aku ingin memilihmu saja."
"Karena itulah Dewi membuatku sangat kuat, dan memintaku datang kemari."
"Benar sekali, yang dibutuhkan di dunia ini bukanlah orang yang kuat sejak awal, melainkan orang yang baik yang mau merubah dirinya sendiri dan juga dunia ini."
"Apa Alexius adalah pahlawan yang Anda kirim ke dunia ini?"
Dewi Ristal mengangguk mengiyakan.
"Aku memilihnya karena dia memiliki statistik kuat hanya saja dia malah cenderung tidak melakukan tugasnya dengan baik."
Aku bisa mengerti itu, karena itulah Dewi Ristal juga menjadikanku seorang pahlawan meksipun tidak diakui secara resmi.
"Apapun yang kau lakukan di dunia ini adalah pilihanmu, sebagai Dewi aku benar-benar tidak membuatmu mengambil langkah yang kumau, aku hanya mengawasi."
"Dengan kata lain, meski aku meminta untuk kutukan ditubuhku dihilangkan, Dewi tidak akan melakukannya."
Tak lama kemudian ketiga pelayanku yang sebelumnya tertidur terbangun dan ikut mendengarkan di belakangku, sepertinya mereka sudah tahu siapa yang ada di depanku.
"Sekarang apa permintaanmu?"
"Di kehidupan berikutnya aku ingin pergi ke dunia yang berbeda tanpa ingatan apapun."
"Baik, lalu?"
"Setelah aku meninggalkan dunia itu, aku ingin kembali ke dunia ini dan bertemu dengan ketiga pelayanku lagi."
__ADS_1
"Tuan?" ketiga pelayanku memanggilku di waktu bersamaan, dengan permintaan ini, mereka akan berusaha menungguku, jujur saja aku tidak ingin mereka menjalani kehidupan dengan putus asa setelah kepergianku.
"Aku mengerti."
"Dan yang terakhir aku ingin menikah denganmu?"
"Hmm terus terang sekali, bagaimana dengan pelayanmu?"
Rin yang menjawabnya.
"Bagi kami melayani tuan Beaufort sudah lebih dari cukup, tanpa dirinya kami tidak mungkin ada di sini," kedua yang lainnya pun mengangguk mengiyakan.
Amnestha melanjutkan.
"Walau tuan menyentuh kami sedikit, itu sudah cukup bagi kami."
"Benar sekali."
Gabriela juga, entah kenapa aku merasa telah melakukan hal buruk pada mereka bertiga. Apa aku harus mengambil kesucian mereka? Tidak, itu perbuatan buruk.
Aku memang pria mesum tapi aku tidak ingin menghancurkan wanita siapapun, mereka harus melakukannya sesudah pernikahan dan pada orang yang mereka cintai.
Yang ketiga pelayanku tunjukkan padaku hanyalah kekaguman dan kesetiaan.
"Aku juga sedikit menyukaimu Beaufort, untuk pemintaan ketiga aku akan memasukanmu ke dalam situasi dimana kau bisa menikahi seorang Dewi."
"Maksudnya?" aku tidak bisa mengerti sedikitpun yang dia katakan, di sisi lain Dewi Ristal memiringkan kepalanya ke samping selagi meletakan satu jarinya di bibir dengan jahil.
__ADS_1
"Ra-ha-sia."
Pesona Dewi benar-benar sangat berbeda.