Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 227 : Kematian Para Bawahan Behemoth


__ADS_3

Pagi hari itu, aku keluar dari rumah selagi menarik nafas dalam-dalam untuk mengisi paru-paruku dengan udara segar, di saat yang sama Dewi Ristal muncul dari belakangku lalu berjongkok di pinggir pulau selagi membasuh wajahnya.


Aku ingin menjahilinya dengan mendorongnya jatuh, sayangnya dia sudah lebih dulu membaca pikiranku.


"Usaha bagus Beaufort, tapi aku ini seorang Dewi."


Aku tertawa ragu lalu melanjutkan.


"Ngomong-ngomong soal kemarin, apa benar walau aku bisa membuat kedamaian di Dunia ini, itu hanya bersifat sementara."


"Tentu saja, saat kau datang ke dunia ini lagi, kau akan tahu sendiri."


Aku hanya menjatuhkan bahuku lemas lalu mengambil air seperti yang dilakukan Dewi Ristal, air yang dingin menyebar ke seluruh wajahku dan dengan jahil Dewi Ristal menyemprotkan air ke arahku.


"Hentikan, itu dingin."


"Ini menyenangkan, rasakan ini."


Aku juga membalasnya.


"Kyaa."


Paling tidak Dewi juga bisa mengeluarkan suara imut.


Setelah aku selesai bermain dengan Dewi Ristal, bersama pelayanku kami pergi ke kota selanjutnya di mana menjadi wilayah bawahan Behemoth bernama Berry Lucia.


Dengan sedikit membuat keributan pria itu muncul dengan jubah hitam yang selalu di kenakannya, dia memiliki mata orang mati serta kepala yang diputar seperti burung hantu.


"Satu lawan empat, kami akan mengalahkanmu dengan cepat."

__ADS_1


Pria itu tertawa terkekeh.


"Yang benar tiga lawan satu."


Dari sekeliling kami ada dua lagi orang yang muncul.


Keduanya memperkenalkan diri sebagai orang bernama Adelta Laprus yang suka memakan jantung wanita dan satu lagi orang pendiam bernama Under Head.


Mereka sengaja menunggu kami di sini ternyata.


"Apa ini waktunya kami bilang terkepung."


"Kau yang mengalahkan Red Clover, kami lebih tertarik padamu."


"Tunggu sebentar kami juga ada di sini," potong Gabriela.


Under Head mengangkat tangannya dan tiba-tiba saja Rin, Amnestha dan Gabriela terangkat ke udara lalu mereka di dorong hingga tertahan di dinding tembok yang mengelilingi kota.


"Untuk kalian, akan kuhabisi nanti."


"Biarkan aku memakan jantung mereka saat aku melecehkan mereka."


Aku seketika muncul di dekat orang bernama Adelta Laprus, dengan sekali ayunan tanganku, aku memenggal kepalanya terbang hingga tubuhnya tumbang ke samping.


Kedua bawahan yang tersisa langsung mundur menjaga jarak.


"Cepat sekali," ucap Berry masam dan Under Head tampak memucat.


"Dia mengatakan sesuatu yang tidak enak di dengar, karena itu kubunuh cepat saja."

__ADS_1


"Kau."


Keduanya menerjang ke arahku, memaksaku untuk menghindarinya, Under Head menciptakan besi di tangannya, saat aku menghindari ayunannya, besi yang lain berjatuhan dari langit.


Dia mencoba menerbangkanku seperti ketiga pelayanku, tapi aku bisa menangkis hal seperti itu.


"Kena kau?"


"Tidak secepat itu."


Aku melewati tendangan samping dari Berry dengan cara menundukan kepalaku.


Dengan ringan aku memegangi tangannya lalu membantingkan tubuhnya ke arah Under Head hingga keduanya terlempar jauh.


Bahkan dengan kedua orang ini, aku tidak bisa berkeringat.


Dengan dipenuhi rasa marah, Berry mengarahkan tangannya menciptakan bola hitam berbentuk kerikil dan melemparkannya ke arahku dengan kecepatan tinggi, begitu juga Under Head yang terus meluncurkan pipa besi ke arahku.


"Kalian ini sedang main-main," kataku santai.


Dengan ringan aku berjalan ke arah keduanya, setiap serangan itu hanya mengenai tubuhku tanpa meninggal damage sedikitpun.


"Orang ini monster."


"Aku juga berfikir begitu."


Semakin cincin ini digunakan, maka perlahan kekuatannya akan melemah. Alasan kenapa Asteropedia pernah bilang suatu hari cincin ini akan hancur memanglah tepat.


Aku mencengkeram wajah keduanya lalu mengangkatnya ke udara hingga kedua kaki mereka tidak menginjak tanah lagi.

__ADS_1


"Kurasa tidak buruk mati di tangan orang sepertimu," ucap Berry selanjutnya kepala mereka berdua terbakar oleh api hitam disusul tubuh mereka, hingga berubah menjadi debu.


__ADS_2