Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 367 : Air Terjun Frosta


__ADS_3

Kami berdua muncul di atas sebuah air terjun raksasa atau tepatnya di sebuah batu yang berada di tengah derasan air yang mengalir.


Mamisa tampak bersemangat selagi menengok ke arah bawah.


"Jika kau terlalu dekat kau akan terjatuh loh."


"Benar-benar sangat tinggi kurasa paling tidak kedalamannya mencapai 100 meter lebih," kata Mamisa selagi duduk memeluk lututnya.


Dia bawah air terjun ini ada semacam daratan yang dihuni para kadal, sayangnya kadal yang kami maksud bukan kadal biasa melainkan kadal yang memiliki sayap layaknya kelelawar, bahkan aku bisa melihat mereka terbang layaknya seekor naga di antara pelangi yang tercipta dari percikan air terjun.


"Kurasa jika kita ke bawah kita bisa menemukan beberapa sisik yang mereka jatuhkan."


"Jangan bilang aku juga harus ikut?"


"Kau harus membantu, lebih banyak tangan lebih baik."


Aku memeluk Mamisa dari belakang.


"Tunggu, apa yang kau lakukan? Tidak, tidak, aku tidak mau... uwaaahhh."


Aku mendorong diriku maupun Mamisa jatuh ke bawah, dengan udara yang menerpa tubuh kami rasanya memang terasa jatuh dari atas langit.


"Aaaaaaaaaaaaahhhhhhh..... ini menakutkan."


"Katamu Idol bisa melakukan apapun."


"Ini diluar kemampuan Idol, memang untuk apa mereka jatuh dari ketinggian."


Kami melewati kabut di pertengahan jalan selanjutnya sebelum menghantam air kugunakan skillku yang mana membuat kami berdua melayang dan mendarat baik ke permukaan tanah.


"Kita sudah sampai?"


"Berhentilah memelukku."


"Padahal kau sendiri yang lebih dulu memelukku."


Di bawah sini terasa begitu lembab, bahkan karena kabut di atas kami, cahaya matahari benar-benar terhalang.

__ADS_1


Aria meminta kami berburu para kadal yang sedang berjemur di daratan atas, tapi aku lebih memilih untuk mengumpulkan di sini dengan begitu tak akan ada konflik antar kadal dan manusia.


Kami berjalan lebih jauh dari air terjun di mana sungai-sungai lebih kecil mengalir masuk ke dalam tanah yang menjadi tempat akhirnya.


Jika diibaratkan tempat ini seperti sebuah sumur raksasa seluas satu kerajaan.


"Lihat itu Redo, di bawah sungai ada sisik mereka dan di sana ada yang main kuda-kudaan."


Aku hanya menatap orang ini dengan pandangan bermasalah.


"Jangan dilihat napa."


Untuk sekarang kami memutuskan untuk turun ke sungai selagi mengutip beberapa sisik yang kami lemparkan ke pinggir. Di sini ada tanaman lumut bercahaya yang mana menjadi satu-satunya penerangan.


Walau banyak para kadal di sini mereka hanya berjalan melewati kami begitu saja, alasannya sederhana.


Sebelum kami berdua datang kemari aku membeli ramuan dari penyihir di kota untuk mengubah aroma kami seperti sebuah tanaman.


Efeknya sendiri akan berakhir selama satu hari.


Kami telah mengumpulkan sebanyak 50 buah.


Memangnya dia kadal.


"Lebih baik seperti ini dibanding hidup di permukaan, tapi kurasa mereka juga memerlukan sinar matahari untuk menghangatkan diri."


Ketika aku mengatakan itu, sosok wanita muncul dari kegelapan seperti seorang hantu


"Apa yang kalian lakukan?"


"Uwah, ada orang."


"Dia bukan manusia, dia hantu."


"Ha-hantu."


"Itu melukaiku, aku juga manusia tapi aku tanpa sengaja jatuh ke dalam sini."

__ADS_1


"Kau masih hidup setelah jatuh," potong Mamisa.


"Mungkin karena aku jatuh ke dalam air jadi tidak terlalu buruk."


Anggap saja dia mendapatkan keajaiban.


"Ah benar, aku belum memperkenalkan diri.. namaku Layne La Roux salam kenal."


"Aku Mamisa seorang idol," balasnya dengan pose imut.


"Dan dia?"


"Panggil saja Redo."


"Mamisa dan Redi kah."


"Redo," aku menegaskan sekali lagi.


"Aku tidak bisa bilang o."


"Tapi itu bisa?"


"Itu contoh."


Orang ini ngeselin, di mana aku mendengar lawakan seperti itu? Yang jelas dari dunia lain.


"Aku cuma bercanda, tapi aku punya satu pertanyaan?"


"Apa itu?"


"Idol itu apa?"


Mamisa tersenyum bangga membusungkan dadanya.


"Akan kuajarkan semua hal tentang per-idolan, mari ikut aku."


"Baik."

__ADS_1


Orang ini tidak bisa menahan diri hingga melupakan tugasnya.


__ADS_2