Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 289 : Pemberitahuan


__ADS_3

Sekembalinya kelompok Zeper dari misi mereka, Isabel berdiri di belakangku dengan pakaian pelayan pada umumnya, dia memang cantik tapi tak kusangka bisa menarik perhatian Lusy juga.


"Si-siapa dia? Cantik sekali."


Zeper pun tampak terkejut hingga beberapa kali melihat ke arahku dan Isabel secara bergantian.


"Haru?"


"Namanya Isabel, mulai sekarang dia bekerja di sini... akrablah satu sama lain."


"Mohon bantuannya kalian semua, Zeper juga."


"Ah iya."


Melihat Zeper malu-malu adalah sesuatu yang langka, kau tahu?


Tak lama kemudian Gabriela muncul.


"Apa tuan Kazuya memanggilku?"


"Gabriela, aku ingin menayangkan sesuatu ke seluruh wilayah kerajaan Weisvia, aku ingin kau membantuku."


"Tentu saja."


Di tengah alun-alun desa itu, meja serta berbagai peralatan masak telah disediakan, Gabriela menjentikkan jarinya untuk memunculkan sebuah layar raksasa ke seluruh Weisvia, sebelumnya dia juga pernah melakukan hal sama saat di kerajaan Artharissa.


Mari kita anggap seperti sebuah acara televisi saja.


Di bantu Rin dan Amnestha aku mulai memasak sajian dari olahan daging belalang, seluruh istri, putriku dan bahkan pendudukpun turut menonton.

__ADS_1


Pertama-tama aku akan membuat gorengan belalang yang semuanya tampak mudah dilakukan bahkan oleh seorang amatiran.


Kemudian membuat sajian belalang saus pedas.


Serta keripik belalang dan lainnya.


Orang-orang yang melihatnya terlihat terkagum-kagum, acara ini bertujuan untuk membuat semua orang bisa mengendalikan penyebaran hama di kerajaan ini. Jika mereka tahu bahwa bahan seperti ini bisa juga diolah menjadi makanan, mereka akan dengan senang mencobanya lalu berburu mereka.


Aku mengambil satu belalang lalu memasukannya ke dalam mulutku, begitu juga para pelayanku.


Rin yang pertama berkata.


"Ini benar-benar enak."


"Kurasa rugi jika seseorang belum mencobanya," kata Gabriela datar disusul Amnestha.


"Mereka adalah musuh pepohonan harus dimakan dengan penuh emosi."


"Aku akan menghargai siapapun yang mau menangkap mereka, agar wabah seperti belalang bisa teratasi dengan baik."


Aku juga memanggil seluruh istriku dan putriku untuk mencobanya, walau mereka ragu mereka harus mencobanya sebagai contoh baik bagi semua orang.


Melihat ekpresi mereka saat pertama kali memakannya cukup menghibur dan setelahnya mereka mulai menyukainya.


Beberapa hari setelah penayang itu, aku dibanjiri surat-surat di kantorku, aku bahkan tidak bisa melihat lantai ruangan ini lagi.


"Apa-apaan ini?" kataku pada Isabel.


"Banyak orang yang bilang ingin melihat hal seperti itu lagi dengan menu berbeda."

__ADS_1


"Mana mungkin bisa dilakukan sesering mungkin, Gabriela akan kehabisan mana dan ia mungkin akan berubah menjadi keriput."


"Siapa yang akan keriput?"


"Orangnya nongol," teriakku dalam hati selagi berusaha berpura-pura tenang.


"Apa ada yang bisa aku bantu Gabriela?"


"Sepertinya bukan aku yang harus dibantu, tapi mereka."


Gabriela menyerahkanku sebuah surat yang dikirimkan oleh Arthur, di depan amplopnya tertulis keadaan darurat.


"Mereka rupanya."


Aku membuka surat dan menemukan informasi yang selama ini kutunggu.


"Ini?"


"Ada apa?" tanya Gabriela, sementara Isabel duduk di atas meja.


"Kurasa aku akan bekerja sepenuhnya di desa beberapa hari ke depan."


Yang dikatakan Isabel adalah benar, soalnya aku harus pergi ke benua di timur secepat mungkin.


"Kemunculan Raja Naga Kehancuran Tiamat, di sini dikatakan bahwa dia membuat monster-monster untuk menyerang pemukiman manusia."


"Itu masalah merepotkan."


"Tolong panggil Rin dan Amnestha juga, kita berempat akan pergi ke sana."

__ADS_1


"Aku mengerti."


__ADS_2