Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 27 : Sepuluh Cincin Dari Dewa Kegelapan


__ADS_3

Aku meminta Selly dan Sella yang mengurus pembangunan dua masion di daratan tinggi yang baru kubeli sementara aku memutuskan mengunjungi bar Elona.


Aku duduk di salah satu kursi setelah memesan lemon teh pada Elona selagi menatap sepuluh cincin di jariku, menurut informasi yang kudapatkan.


Cincin ini dulu dimiliki oleh Dewa Jahat di masa lalu sebelum kemunculan raja iblis, riwayat mengatakan bahwa seorang pahlawan yang dipilih oleh Dewi mengalahkannya dengan memotong kedua tangannya, baru bisa melenyapkannya dari dunia ini.


Yang tidak bisa kumengerti hanyalah bagaimana seorang Raja Iblis Bisel bisa memilikinya? Apa dia sengaja mencarinya? Hal itu masih kucari tahu.


Ada kemungkinan ada seseorang yang berada di balik layar? Itu hanya pikiranku, belum tentu benar juga.


Adapun nama masing-masing dari cincin ini ialah.


Aku membuka bar menuku lalu menuju ke pelengkapan dimana nama beserta fungsinya tertulis rapih di sana.


Di tangan kiriku.


Jempol ---> Create of Magic Ring ---> Membuat sihir tak terbatas sesuai keinginan penggunanya, dengan cincin ini aku bisa membuat sihir apapun mencakup seluruh elemen kecuali sihir suci.


Aku sudah menjadi mage tingkat atas.


Telunjuk ---> Dispell Holy Ring ---> berhubungan dengan sihir suci menghilangkan ataupun melenyapkan hal seperti kutukan, Undead, dan segala yang tidak memiliki bentuk.


Aku bisa menjadi seorang Arc Priest juga jika aku mau.


Jari tengah --> Greater Ring ---> Ini adalah cincin untukku agar bisa menggunakan ruang kosong tak terbatas sebagai penyimpanan serta menghentikan waktu.

__ADS_1


Sungguh kemampuan yang pantas untuk dewa, karena inilah kenapa levelku selalu bertambah walau sudah mencapai batas.


Jari manis ---> Healing protection Barrier Ring --> tak hanya menggunakan pelindung, pelindungku juga bisa digunakan sebagai penyembuh bagi orang di dalamnya atau menggunakannya secara terpisah.


Jari kelingking ---> Death Soul Ring ---> aku bisa mematikan maupun menghidupkan seseorang jika jiwanya masih ada, meregenerasi tubuhnya sedia kala dengan peluang 100 persen.


Dewa jahat yang memiliki cincin ini pasti sangat luar biasa, tapi yang lebih hebat adalah pahlawan yang bisa mengalahkannya.


Aku berpikir begitu.


Sekarang tangan kananku.


Jempol ---> Resistance Poison Ring ---> aku kebal terhadap racun apapun.


Jari tengah ---> Breaker Ring --> Aku bisa menghilangkan serangan apapun bahkan jika itu masih dalam lingkaran sihir.


Jari manis ---> Levitation Ring --> Aku bisa terbang.


Dan yang terakhir yang menurutku paling aneh.


Jari kelingking ---> Immortal Different Ring ---> Selama aku menggunakan cincin ini aku tidak akan pernah mati.


Jika seseorang ingin membunuhku dia harus memotong tangan kananku dulu, kuharap tidak ada yang akan melakukannya, yah. Aku juga tidak mungkin membiarkannya.


Setelah melihat statusku yang bisa dikatakan tidak masuk akal, Elona berjalan ke arahku dengan pakaian tidak senonohnya, bisa dibilang hanya seutas tali dan seperti itulah.

__ADS_1


Dia menaruh pesananku sementara dirinya masih berurusan dengan rokok ditangannya.


"Maaf lama, hari ini aku terlalu banyak pelanggan."


"Setidaknya pekerjakan seseorang untuk bekerja di sini."


"Akan kupertimbangkan, ngomong-ngomong selamat untuk tanahnya."


"Terima kasih," jawabku ringan.


Aku menyeruput gelasku untuk merasakan air dingin masuk kedalam tenggorokanku sampai tiba-tiba seseorang berlutut di dekat kami. Ia mengenakan pakaian serba hitam dengan cadar menutupi setengah wajahnya dan rambut di kepang ke belakang, dia wanita dan salah satu anak buah Elona.


"Kami menemukan putri di salah satu desa terpencil, kami juga telah menangkapnya serta membawanya ke tempat persembunyian."


"Kerja bagus, kami akan pergi ke sana."


"Ah."


Orang itu langsung menghilang.


"Pergi sekarang?" Elona melemparkan pertanyaan itu padaku.


"Tentu saja, kuharap kalian memperlakukan putri dengan baik."


"Pastinya... lagipula dialah yang akan memimpin kerajaan ini di masa depan, kami harus memiliki hubungan baik terhadapnya."

__ADS_1


__ADS_2