Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 179 : Masa Lalu


__ADS_3

Namaku Beaufort Reymond umur 15 tahun seorang yang disebut orang desa, sebagai orang desa aku menjalani kehidupanku dengan hanya bertani dan berkebun meski begitu terkadang aku juga pergi ke hutan untuk mencari kayu seperti yang kulakukan sekarang.


Menebang pohon adalah sesuatu yang melelahkan karena itu aku hanya mengumpulkan ranting-ranting kecil lalu mengikatnya menjadi satu untuk dibawa ke desa, saat aku melakukannya terdengar sebuah alunan seruling yang tidak pernah aku dengar sebelumnya.


Aku berusaha untuk mengikuti suara tersebut dan kutemukan seorang wanita sedang duduk di batang pohon yang rubuh selagi meniup daun di bibirnya.


"Ara... apa aku mengganggumu?" wanita itu berkata ke arahku dengan senyuman ramah.


Wanita itu memiliki rambut coklat panjang dengan tanduk di atas kepalanya serta ekor kecil di belakangnya, ia mengenakan celana pendek ketat dengan bagian atas longgar, kendati demikian karena dadanya besar itu sama sekali tidak tersembunyi dengan baik.


Aku berkata dengan mulut tergagap.


"I-iblis."


"Heh, kau salah paham aku ini bukan iblis, lihat tandukku berbeda? Apa mengingatkanmu pada sesuatu."


"Rusa," kujawab demikian.


"Benar sekali, aku rusa.. apa baru sekarang kau melihat demi-human sepertiku?"


"Aku tinggal di desa jadi baru kali ini melihatmu."


Aku diam-diam mendekat lalu menarik bajunya ke atas untuk memperhatikan bagian perutnya yang putih.


"Ara, Ara, kau ini masih bocah... maaf aku tidak berminat denganmu?"


"Yah, bukan begitu juga.. aku hanya memastikan apa dibalik pakaianmu ada sisiknya atau tidak."


"Aku ini bukan kadal," teriaknya lalu melanjutkan.

__ADS_1


"Kukira kau ini bocah mesum ternyata cuma anak menyebalkan."


"Tidak perlu marah begitu."


Aku duduk di sebelahnya lalu mengambil buah apel yang kusimpan di dalam tasku untuk kuberikan padanya.


"Siapa namamu?"


"Aurora."


"Namaku Beaufort Reymond, salam kenal."


"Nama apaan itu?"


Kami menggigit apel itu di waktu bersamaan.


"Heh, begitukah... apa orang tuanmu menginginkanmu jadi pahlawan?"


"Mana mungkin aku bisa jadi pahlawan, orang desa itu disebut sebagai orang yang lemah.. Bahkan karena aku tidak bisa melakukan apapun, orang tuaku malah harus terbunuh di depan mataku oleh monster."


"Aku benar-benar turut berdukacita."


Aku hanya tersenyum masam sebagai balasan.


"Tidak usah dipikirkan, aku ingin mendengarkan kau bermain musik lagi, bisakah kau melakukannya lagi?"


"Aku tidak keberatan sih."


Sejak itu aku terus pergi ke hutan hanya untuk mengunjungi Aurora.

__ADS_1


Ketika ada pertemuan pasti ada perpisahan juga, setelah satu bulan dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan lagi.


"Sungguh menyenangkan menghabiskan waktu bersamamu, aku akan kembali ke rumahku di dataran tinggi di utara jika kau memutuskan untuk menjadi orang kuat datanglah ke tempatku, aku akan mengajarimu semua hal yang kau butuhkan sebagai balasan karena kau sering membawakanku makanan."


"Meski kau bilang begitu aku ini cuma orang desa."


Aurora mengelus rambutku lalu mengacak-acaknya dengan senang.


"Hentikan," aku membalasnya dengan menyentuh kedua dadanya.


"Aku menarik ucapanku, kau benar-benar mesum," katanya datar.


"Aku juga ingin mendapatkan kesempatan seperti ini."


"Dasar, dengar baik-baik, bagiku semua orang bisa menjadi kuat selagi mereka memiliki tekad, bahkan jika itu orang desa.. kau bisa menjadi orang desa pertama yang menjadi raja iblis atau pahlawan."


"Aku tidak berminat menjadi raja iblis," balasku ringan dan Aurora menarik bibirnya tersenyum simpul.


"Begitukah, tapi aku melihat masa depanmu yang jauh dari yang kau harapkan."


"Apa kau bisa melihat masa depan?"


Aurora menutup satu matanya selagi meletakan satu jari di bibirnya.


"Tolong rahasiakan ini, kalau begitu aku pergi.. Apapun yang akan terjadi denganmu pastikan untuk tidak menyerah."


"Dasar orang aneh."


Aku hanya bisa melihatnya pergi yang dengan santai melambaikan tangannya padaku.

__ADS_1


__ADS_2