Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 250 : Di Dalam Istana Kerajaan Weisvia


__ADS_3

Sebelum ke istana kami berdua menghabiskan waktu di beberapa tempat yang biasa dikunjungi pasangan, aku sedikit merasa canggung saat mereka semua menyebutku seperti yang mulia atau rajaku, kendati demikian aku jelas tidak bisa melarangnya, itu sama saja dengan menolak kebaikan yang diberikan penduduk kerajaan ini kepadaku.


Di tanah kosong di ibukota ada beberapa orang yang sedang memainkan hiburan musik, mereka biasanya disebut pengamen jalanan yang sering berpindah-pindah tempat untuk membagikan karya-karya indah buatan mereka sendiri.


Aku memberikan 10 koin emas pada mereka.


"Ini terlalu banyak, kami tidak bisa menerima semuanya?" kata salah satunya, semua pengamen ini berjumlah tujuh orang.


"Kalau begitu bagaimana jika kalian mainkan lagu yang bisa digunakan untuk tarian berpasangan."


"Jika itu, baiklah."


Ketika musik dimainkan aku mengulurkan tanganku pada Felisa, acara dansa sangat digemari oleh para bangsawan tidak terkecuali Felisa.


Aku berkata ke arah semua orang.


"Kalian juga bisa berdansa."


"Tapi yang mulia, dansa hanya dilakukan oleh para bangsawan," ucap salah satunya.


Aku mengkonfirmasi dengan melirik ke arah Felisa dan ia menganggukan kepalanya.


"Jadi begitu, kalau begitu mulai sekarang semua orang bisa berdansa di manapun mereka suka asalkan ada musik."


Ekpresi semua orang terlihat bersemangat dan mereka langsung berdansa secara berpasangan.


Aku dan Felisa memegang tangan satu sama lain dan mulai menari ke kiri ke kanan kemudian berputar.


"Bukannya terlalu berlebih melarang rakyat biasa berdansa seperti ini?" tanyaku.


"Jangan salahkan aku, ini hanya tradisi yang ditinggalkan nenek moyangku, sekarang kau malah menghancurkannya."


"Tapi begini lebih baik.. apa kau akan memarahiku?"

__ADS_1


"Jika suamiku yang menginginkannya, aku sama sekali tidak keberatan."


"Dibanding kerajaan dan aku, siapa yang kau pilih?"


"Tentu saja suamiku, tapi jika diantara putriku dan suamiku, aku akan memilih putriku, Alisha," Felisa menjulurkan lidahnya, dan itu terkesan imut.


Kurasa semua ibu juga akan begitu.


Aku mengelus rambutnya baru setelah selesai berdansa aku pergi ke istana yang megah di mana seluruh pelayan memberikan hormat kepada kami.


"Maaf selama ini merepotkan kalian, padahal kami tidak tinggal di istana tapi kalian masih mau menjaga istana ini."


"Tidak yang mulia, bisa menjadi bagian dari Istana, kami semua sangat senang."


Semua pelayan yang hanya terdiri dari wanita membungkukan badan mereka sekali. Aku membiarkan pelayan pria untuk mengambil masa pensiun mereka lebih cepat sementara hanya para wanita saja yang diizinkan menjaga Istana.


Mereka semua sangat terlatih dalam hal rumah tangga ataupun bertarung jadi jangan sampai meremehkannya.


Jadi aku akan memberikan mereka bonus.


"Kalian semua tolong ulurkan tangan kalian ke depan."


Tanpa menanyakan alasannya mereka melakukan hal yang kuinginkan, sekitar 50 pelayan mengulurkan tangannya, bersamaan itu sekantong uang jatuh dari atas yang mereka tangkap dengan baik.


"Itu hanya uang bonus, gunakanlah sebaik mungkin."


Masing-masing dari kantong itu berisi sekitar 100 koin emas.


"Yang mulia, kami tidak bekerja demi uang, kami murni ingin melayani kerajaan ini."


"Aku tahu, meski begitu keluarga kalian pasti membutuhkannya jadi simpanlah uang tersebut."


Beberapa pelayan terlihat menangis dalam bahagia.

__ADS_1


"Kenapa kalian semua?"


"Sebenarnya beberapa pelayan berasal dari pelayan rumah-rumah pejabat tanah di luar kerajaan Weisvia, dibanding memperlakukan kami dengan baik, kami lebih sering mendapatkan pelecehan seksual."


Jadi pelayan memang memiliki resiko seperti itu, jika mengingat ketiga pelayanku mereka malah ingin dilecehkan.


Apa coba?


"Dengan uang ini, kami bisa membawa keluarga kami tinggal di ibukota dan hidup lebih layak."


Aku hanya membalas mereka dengan senyuman hangat.


"Silahkan... apa yang mulia raja dan ratu ingin pergi dulu ke pemandian air panas?"


"Sepertinya menyenangkan, aku sudah lama tidak mandi dengan suamiku," jawab Felisa dengan mata mengkilap.


Dia merencanakan sesuatu yang membuatku menggigil.


Di masion ada putri kami, jadi tidak baik untuk memperlihatkan kedekatan seperti itu.


"Kalau begitu saya akan membuat hidangan enak."


"Soal itu, tolong buat untuk kalian juga, kita bisa makan bersama di atas meja."


"Saya tidak bisa mengizinkannya. Itu tidak..."


"Sudahlah... untuk hari ini saja, aku sudah lama tidak berkunjung kemari karena itu anggap saja ini permintaan maaf dariku."


Walau ragu akhirnya kepala pelayan mengangguk mengiyakan.


"Kami akan menyusun mejanya agar muat untuk semuanya."


Walau aku seorang raja aku lebih suka memperlakukan orang lain secara setara meskipun terkadang aku juga suka memerintah.

__ADS_1


__ADS_2