
Minerva terus melompat dari tempat satu ke tempat lainnya setelah membunuh para Golem, dibanding iblis kebanyakan dari mereka hanyalah bentuk seperti ini. Ketika dia mencari keberadaan iblis lainnya dia melihat seorang Arch Priest yang sedang bertarung dengan iblis yang dia cari.
Minerva menjatuhkan dirinya mendekat ke arah pendeta tersebut.
"Kau kelihatan kewalahan, biar aku saja yang mengalahkannya," kata Minerva menawarkan dirinya.
"Jangan khawatir, aku baru mulai," katanya selagi mengelap keringat di dahinya, Dia memegang tongkat serta memiliki rambut ungu yang mempesona, postur tubuhnya terlihat seperti wanita dewasa pada umumnya.
Dan semua orang memanggil namanya Revia yang berasal dari kultus Dewi Hecate.
"Jika kau bilang begitu, aku akan pergi ke tempat lain untuk membunuh iblis."
"Para Arch Priest mungkin telah mengatasinya juga, bagaimana jika kau mengalahkan Golem saja dan serahkan sisanya pada kami."
"Hah, aku datang kemari untuk membunuh iblis, bukan untuk membantu kalian."
"Kau ini sangat membenci iblis, apa boleh buat, kau saja yang menghabisi iblis ini aku akan mengalahkan para Golem."
"Jika itu aku bisa menyetujuinya."
Iblis di depan mereka tampak mengerenyitkan alisnya.
__ADS_1
"Kalian membuatku marah, apa kalian meremehkan kekuatanku... aku adalah Neus iblis dari neraka ke tiga."
Iblis itu segera menerjang ke arah keduanya, Minerva yang telah bersiaga dengan pedagangnya menebas tubuh Neus hingga jurang tercipta setelahnya.
"Dia begitu lemah."
Revia hanya bisa terkejut dengan kejadian yang berlangsung cepat itu, iblis yang dia coba kalahkan begitu mudah dihabisi oleh sosok Oni di sampingnya.
"Akhirnya dia ada di sini juga," kata pelan Minerva mengalihkan pandangan ke arah lain seolah apa yang dia tunggu telah datang.
"Tunggu, kau mau kemana?"
Minerva hanya terus berlari tanpa memperdulikan perkataan Arch Priest di belakangnya.
"Sudah selesai, sekarang kalahkan para Golemnya."
"Kami mengerti."
Di waktu yang sama pula Luxia tengah bertarung dengan Gerry, sosok iblis dari neraka ke lima. Mengandalkan senjata api berbentuk softgun dia terus menembakan isi pelurunya ke arah Gerry yang terus mengecohnya dengan gerakan cepat.
Door.
__ADS_1
"Kau menggunakan senjata yang aneh, dengan senjata itu kau tidak akan mungkin mengalahkanku."
"Diam saja, ini senjata yang kudapatkan dari Dewi Amnesia, iblis sepertimu tidak akan tahu seberapa hebat senjata ini."
Gerry memiliki bentuk seperti kelelawar dalam transformasi iblisnya. Karena itu, dia bergerak dengan cepat dengan menggunakan dorongan sayapnya. Tangan Gerry berhasil menghasilkan luka di setiap tubuh Luxia namun dia tidak pernah menyadarinya bahwa Luxia sedang mencari celah.
"Haha kau bahkan tidak bisa membalas seranganku," bertepatan saat Gerry muncul dari belakang, Luxia berbalik selagi mengarahkan ujung senjatanya masuk ke dalam mulut Gerry.
Selanjutnya.
Kepala iblis itu meledak dan berubah menjadi debu dalam sekejap.
"Kesombongan iblis yang menjatuhkan kalian ke dalam kehancuran, sekarang tinggal membersihkan sisanya."
Selagi berlari Luxia terus menghancurkan Golem yang dilewatinya, di pertigaan entah itu Elbina, Catrine maupun Revia turut bergabung juga.
"Kalian sudah selesai?" tanya Luxia.
"Tentu saja, aku bahkan harus menggunakan kartu andalanku," jawab Elbina lemas disusul Catrine.
"Aku kebetulan melawan musuh yang lemah bagaimana denganmu Revia."
__ADS_1
"Ada seorang Oni yang membantuku, kurasa aku yang paling mudah."
Keempatnya tertawa bersama.