Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 108 : Mengambil Alih


__ADS_3

Bersama Guarda kami menjatuhkan setiap pasukan penjaga, Guarda melompat ke arah kedua orang yang bertugas melindungi gerbang dan dia dengan mudah menumbangkan mereka.


"Sudah kubilang bro, lebih baik kita cari kerjaan yang lain aja dibanding ikut menjadi peran figuran."


"Berhenti bicara, gue mau pingsan dulu... kalau nggak pingsan nanti nggak dibayar."


"Benar juga."


Aku menembakan bola api ke langit memberikan cahaya di kegelapan malam, bersamaan saat gerbang dijatuhkan teriakan dari pasukan mulai terdengar.


"Serang."


Pihak musuh yang belum siap mulai menceburkan dirinya ke danau dan sisanya bertarung melawan kami, aku hendak melompat namun sebuah sihir lebih dulu ditembakan dari sampingku yang mana kutangkis tanpa masalah.


"Sudah cukup, aku tidak akan membiarkan kau berbuat seenaknya saja."


Di sana berdiri sesosok iblis yang membawa tongkat sebagai senjatanya, dari sana api di lesatkan lalu menghujaniku dari segala arah, tentu saja itu tidak berarti apapun bagiku.


"Tidak mungkin, siapa kau sebenarnya?"

__ADS_1


"Hanya orang biasa yang kebetulan lewat," jawabku selagi mengusap api di lengan bajuku untuk memadamkannya.


"Kau mencoba mempermainkanku, aku ini salah satu komandan pasukan raja iblis Disolva yang agung namaku."


Sebelum aku mendengar namanya aku lebih dulu melenyapkannya dengan sihir api hitam hingga tubuhnya menjadi debu dalam sekejap, aku tidak memiliki waktu untuk mendengarkannya.


Membebaskan penduduk kota dan habisi pasukan musuh.


Aku berlari di atas tembok menuju bangunan pusat yang berada di ujung kota.


Beberapa komandan pasukan raja iblis bermunculan, tanpa mendengar nama mereka aku menghabisi mereka hingga menjadi debu.


"Tidak ada ampun, tapi entah kenapa rasanya kasihan juga pada mereka karena belum memperkenalkan diri mereka dulu sebelum mati."


"Kazuya memang seperti itu, aku bahkan kadang lupa yang mana raja iblis dan bukan."


"Sampai segitunya."


Aku melompat jatuh menembus bangunan tersebut dan kutemukan seorang pria duduk selagi menatapku, dia hanya manusia dari kerajaan musuh yang bersekongkol dengan raja iblis.

__ADS_1


"Sungguh berani kau melawan kami, aku adalah seorang yang bertanggung jawab dengan kota ini namaku.."


"Memangnya gue peduli."


Aku memukul wajahnya hingga tubuhnya terbang menghancurkan jendela disusul tembok kemudian berguling-gulung di permukaan air danau sebelum akhirnya tenggelam dan mati.


Guarda dan Rusina yang baru muncul dari pintu hanya bisa menghela nafas selagi menggelengkan kepalanya.


"Sudah beres, mari istirahat di sini beberapa hari lagi," kataku tersenyum puas.


"Kau ini monster kah," balas ringan Guarda sementara Rusina hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali.


Pemberitaan tentang penyerangan yang dilakukan semalaman dalam waktu singkat telah menyebar ke segala pelosok kerajaan, beberapa pasukan musuh menjulukiku sebagai monster berdarah dingin dan mulai berlarian kembali ke wilayahnya hingga hanya sedikit orang yang turut ambil dalam peperangan ini.


Setelah mengambil Kota Bendungan Andreas pasukanku mulai mengambil kota lainnya untuk memaksa seluruh pasukan musuh mundur.


Raja yang sebelumnya bersemangat menjajah kerajaan dinyatakan telah bunuh diri karena depresi. Mayatnya dikirim ke kerajaan demi human lalu kini putrinya sendiri yang mengambil alih tahta tersebut dan menyatakan bahwa kerajaannya meminta maaf dan kini akan membayar seluruh kerugian yang telah diakibatkan oleh ayahnya serta akan membantu untuk melindungi hak dari demi human itu sendiri dimana menghapuskan seluruh perbudakan selamanya.


Riko pun menyetujuinya tanpa membuat semuanya semakin bertambah buruk hingga kedua negara ini menyetujui perdamaiannya, meski begitu urusanku masihlah belum selesai. Satu hal yang harus kulakukan adalah mengalahkan raja iblis Disolva.

__ADS_1


__ADS_2