Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 346 : Bagian Rencana


__ADS_3

[Lima hari sebelum eksekusi]


Setiap tahanan di sini diperbolehkan keluar sebanyak tiga kali, pagi, siang dan malam. Ketiganya digunakan untuk makan maupun ke toilet dan hanya diberikan waktu satu jam saja setiap kesempatan.


Tidak ada kerja paksa atau yang memberatkan tahanan lagipula pada awalnya kami semua datang kemari untuk mati, setiap tahanan hanya menundukkan kepala pasrah akan kematiannya tanpa berbicara ataupun berdebat dengan tahanan lain.


Mereka semua adalah narapidana yang telah banyak melakukan kejahatan yang tak termaafkan karena itu, aku tidak punya kewajiban menyelamatkan mereka ataupun menanggung dosa-dosa yang mereka perbuat.


Ada beberapa petugas yang ditempatkan untuk mengawasi, ketika ada seorang yang macam-macam tanpa ragu mereka akan memenggal kami di tempat.


Kepala penjara maupun empat orang sipir elit selalu memperhatikan kami dari lantai dua, dibanding mereka, aku lebih mengkhawatirkan sosok Dolla.


Di dalam game RPG terkadang ada sebuah bug yang dinamakan 'Immortal Object." Hal itu terjadi karena pemain terus-menerus menyerang sosok itu tanpa henti mengakibatkan tubuh musuh yang seharusnya hancur setelah kehilangan HP malah tetap bertarung tanpa henti.


Kejadian ini sangat jarang terjadi.


Yang jelas hal itu juga mirip dengan sosok Dolla, seberapa banyak aku membunuhnya dia tidak akan mati. Aku sempat mencoba pedang Grandbell untuk menebas takdirnya sayangnya itu tidak berhasil terlebih takdir yang kulihat hanyalah membunuh dan membunuh seolah dia memang hidup untuk melakukannya.


Untuk sekarang aku hanya ingin mengawasi saja.


[Empat hari sebelum eksekusi]


Saat aku hendak ke toilet aku berpapasan dengan tiga orang pria dari sipir elit, salah satunya mencengkeram kerahku lalu menghantamkanku ke dinding hingga darah mengucur dari kepalaku.


"Kau harus membungkuk saat berpapasan dengan kami."


"Aku tidak sudi."


"Kau."


Beberapa kali pukulan menghantam wajahku hingga aku memuntahkan darah bersamaan potongan gigi di mulutku.


"Tahu rasa."


Aktingku cukup baik, aku menggunakan skill penyembuhan untuk mengembalikan keadaanku sedia kala sebelum melanjutkan langkahku ke toilet.


Saat memasukinya tubuhku dihantam sesuatu bau yang menyengat, saat aku melirik ke arah lantai sekitar sepuluh orang telah tergeletak mati.


Mata mereka dilukai serta organ tubuh mereka di keluarkan seperti sebuah daging busuk. Mereka memang penjahat tapi hal ini tidak bisa dikatakan sesuatu yang layak mereka terima.

__ADS_1


Aku berjanji ketika waktunya tiba, aku akan membunuh mereka seperti apa yang mereka lakukan pada semua orang ini sebanyak jumlahnya.


[Tiga hari sebelum Eksekusi]


Hari ini aku telah menjalankan rencanaku secara diam-diam, di saat Dolla tak melihat aku memasang beberapa peledak di setiap bangunan, dengan melubanginya aku menaruh peledak kemudian mengembalikan lubang itu dengan sihir waktuku.


Dengan begini siapapun tidak akan menyadarinya.


[Dua hari sebelum eksekusi]


Aku sedang makan saat salah satu orang memukul makananku hingga berserakan.


"Kudengar kau mengirim sebagian orang keluar penjara, kemana kau mengirimnya?"


"Kejahatan mereka terbilang ringan jadi aku sedikit membantunya untuk merubah hidup mereka."


"Kalau begitu kami juga, keluarkan kami dari penjara."


Aku mencuri data dari semua tahanan serta melihat kasus mereka, beberapa orang memang terlihat terpaksa membunuh karena tidak ada pilihan lain sebagai pembelaan diri, tapi jika menyangkut sepuluh orang yang menggangguku sekarang mereka jelas suka membunuh.


Aku mengirim sepuluh orang itu dengan sihir perpindahan tapi bukan ke tempat yang mereka inginkan akan tetapi ke lava panas yang membara, setiap tubuh mereka berubah menjadi tengkorak lalu hancur tanpa sisa.


[Satu hari sebelum eksekusi]


"Ka-kau?"


Dia mati tapi aku tidak membiarkannya, aku menghidupkannya kembali hingga dia terkejut.


"Bukannya aku.."


Aku meledakan kepalanya lalu menghidupkannya kembali.


"Tunggu.... BRAK."


Potongan tangan, kaki dan organ dalamnya menyembur ke segala arah tapi aku menghidupkannya kembali, dia bersujud di depanku selagi meminta pengampunan.


Sayangnya seperti yang kukatakan, aku ini bukan pahlawan yang selalu berfikir naif bisa menyelamatkan semua orang.


Aku menggunakan skill Necromancer untuk menghidupkan orang-orang yang dia bunuh.

__ADS_1


"Kau akan mati di tangan mereka."


"Hentikan... tiiiidak!"


Hal ini juga berlaku untuk kedua rekannya yang lain.


[Hari eksekusi]


Walau terjadi kegemparan karena menghilangkan tiga sipir elit, hukumanku tidak ditunda, bersama kepala penjara dan Dolla aku digiring berjalan di jembatan yang menghubungkan penjara dengan daratan.


Dari atas sini aku bisa melihat gelembung panas meletup ke udara.


"Waktumu sudah habis, dorong dia."


Aku tertawa lalu menyeringai.


"Tempat ini memang neraka, bagaimana bisa para Sage sialan itu memperlakukan manusia secara tidak manusiawi, walau mereka penjahat paling tidak berikan mereka kematian yang cepat."


"Kau pasti sudah gila, biar aku yang mendorongnya."


Saat kepala penjara mendorongku tangannya terpotong-potong.


"Aaaaaaaaargh."


Bersamaan itu.


'Bam'


Ledakan menggema ke udara, entah itu jembatan atau penjara semuanya jatuh langsung ke dalam lava, orang-orang berteriak namun hanya ada kematian untuk mereka.


Aku menghancurkan borgol di tanganku selagi melayang di udara, kulihat ada segumpal lava yang berjalan ke darat kemudian membentuk dirinya kembali sedia kala, dari tulang yang hancur berubah menjadi daging dan sosok Dolla kembali sedia kala bahkan boneka yang dipegangnya tidak ikut hancur.


Dia menyeringai ke arahku.


"Ini baru menarik."


Aku melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi selagi menciptakan pedang Grandbell dengan gaya tusukan.


Itu menembus tubuhnya.

__ADS_1


"Aku ini abadi, kau tahu?"


Kugunakan sihir perpindahan hingga kami berdua muncul di sebuah padang rumput luas lalu menjaga jarak satu sama lain.


__ADS_2