
Seseorang baru saja dijatuhkan dari atas langit, itu adalah seorang wanita dengan rambut acak-acakan yang tampak tidak terurus dengan baik.
Di adalah Dolla.
Saat kedua kakinya mendarat ke tanah gelombang gempa menyebar ke sekelilingnya menghancurkan setiap daratan dengan lubang sebagai hasilnya.
"Padahal ini musim dingin tapi aku malah harus melakukan ini semua, tapi apa boleh buat ini demi impianku juga."
Selagi menyeret boneka miliknya ia akhirnya sampai di desa dataran tinggi tepatnya di desa manusia. Ia meletakkan tangannya di permukaan salju hingga pijakan tanah menyeruak ke atas membawa dirinya ke bagian ujungnya.
Selagi menyeringai senang Dolla menyatukan kedua tangannya dan berkata.
"Area Field... Zona Kematian," bersamaan perkataan itu seluruh desa manusia terbungkus dengan tiang-tiang mirip salib, di bawah tiang itu tangan-tangan tengkorak bermunculan dengan jumlah besar.
"Sekarang bagaimana kau mengatasinya Haru Kazuya."
Beberapa saat sebelumnya.
Baru saja aku keluar dari rumah untuk menikmati secangkir teh hangat, sesuatu membuatku terkejut.
"Aku lupa membawa gula," tepat saat aku kembali tiba-tiba saja getaran tercipta di permukaan tanah hingga cangkir yang tadinya berisi teh kini telah kosong seutuhnya, sementara itu saat aku mengalihkan pandangan ke arah berbeda kulihat sebuah tiang-tiang salib bermunculan secara bersamaan di sekitar desa.
"Dolla kah."
Ketiga penjaga segera muncul di depanku.
__ADS_1
"Perintah Anda."
Mereka seperti ninja saja maksudku Mary, Koko dan juga Momoko.
"Ini teknik untuk mengirim seluruh undead ke suatu wilayah dengan jumlah besar, kalian urus para Undead itu aku yang akan menghadapi penggunanya."
"Dimengerti."
"Momoko aku mengizinkanmu melepas kalung di lehermu jika situasi di luar kendali."
"Baik."
Ketiganya menghilang meninggalkan aku sendirian, paling tidak aku merasakan sekitar 1000 Undead sekarang telah memenuhi wilayah ini.
Aku muncul di belakangnya yang duduk santai di atas tumpukan tanah, dia memutar kepalanya ke belakang selagi menyeringai sementara tubuhnya masih di depan.
"Kazuya~ mari ~bermain~denganku."
Dia benar-benar mengerikan, saat dia menjulurkan lidahnya lambang lotus terlihat jelas di sana.
Aku mengarahkan tanganku dan berkata.
"Hell fire."
"Api seperti itu tidak akan melukaiku."
__ADS_1
Walau terkena seranganku secara langsung Dolla tidak menerima damage apapun.
"Kau sebenarnya siapa? Aku ragu kau ingin menjadi bawahannya."
Saat Dolla menyeringai untuk kedua kalinya mulutnya merobek sampai telinga menampilkan gigi berjeruji.
"Tepat sekali, aku bukan anak buahnya aku hanya meminjamkan kekuatanku padanya... keinginanku adalah untuk mengambil alih semesta dari para Dewi, bagaimana mengatakannya... aku adalah keberadaan yang tidak diinginkan oleh siapapun."
"Apa maksudmu?"
"Aku diciptakan dari sifat negatif manusia, dulu energiku disebar ke seluruh dunia ini dan semua orang menyebutnya dungeon.”
Aku yang menerima pernyataan itu tampak terkejut.
"Mungkinkah?"
"Seperti yang kau duga, aku adalah dungeon yang dulu kau hancurkan bisa dibilang aku adalah ibu yang menciptakan seluruh monster di dunia ini."
Dungeon adalah tempat dimana monster dilahirkan, beberapa monster biasanya naik ke atas permukaan dan mulai menyebar ke setiap penjuru wilayah benua, itulah sebabnya monster ada di manapun.
Dolla melanjutkan.
"Dulu kau menghancurkan para monster karena kebencianmu pada mereka yang telah menghabisi orang tuamu, sekarang karena kebencianmu itu seluruh dungeon yang kau hancurkan mulai mengirimkan seluruh energi negatif di satu tempat hingga terciptalah diriku... kekuatanku setingkat dengan Dewa karenanya aku dan kau bisa saling mengimbangi satu sama lain... mau mencobanya haha."
Kini orang yang membuat dunia ini dalam bahaya adalah diriku sendiri.
__ADS_1