Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 332 : Di Balik Kebenaran


__ADS_3

Malfeed muncul di tengah hutan di mana terdapat sebuah altar luas di sana, sebelum dia melangkahkan kakinya sebuah suara pria memangilnya dari belakang.


Pria misterius itu hanya bersandar di balik pohon tanpa menunjukkan wajahnya.


"Lama tak bertemu Malfeed."


"Bukannya kau orang yang mengajariku sihir terlarang."


"Kau masih ingat denganku?"


"Tentu saja, berkat Anda aku bisa melakukan apa yang kuinginkan."


"Begitukah, tapi berhati-hatilah karena Beaufort datang juga ke tempat ini."


"Anda kenal dia?"


"Sangat mengenalnya, dia telah banyak merusak rencanaku sejak dulu sampai sekarang, dia telah mengalahkan Behemoth, kemudian pahlawan yang kubuat agar menentang perintah Dewi, bahkan Galius serta Naga Kehancuran pun berhasil dikalahkannya, dia sangat merepotkan... sekarang aku hanya berharap pada raja dunia bawah, jika dia gagal juga akan kubuat lebih banyak lagi rencana."


"Sejak dulu aku tidak tahu, sebenarnya apa yang Anda inginkan?"


Sebelum menjawab pertanyaan Malfeed, pria itu telah menghilang meninggalkan tanda tanya di belakangnya.


Malfeed memutuskan untuk tidak memikirkannya dan kembali fokus dengan apa yang akan dibuatnya, dia menciptakan lingkaran sihir di kedua telapak tangannya sebelum meletakannya di altar, bersamaan itu getaran tanah terjadi hingga sebuah bangunan menyeruak dari dalamnya.


Itu adalah menara yang dibuat dengan tulang berulang serta kepala manusia, tingginya 120 meter dan di sebut sebagai 'Menara kematian.'

__ADS_1


"Dengan ini semuanya akan berakhir," ucap Malfeed berjalan masuk.


***


Di dalam kota bawah tanah aku masih bertarung dengan sekumpul orang-orang ini, mereka mengeluarkan kertas dari baju mereka menunjukkan lukisan laba-laba dan ular hingga selanjutnya kedua lukisan itu keluar dari kertas dan menyerangku.


Ukurannya sebesar anak sapi walaupun gambarnya kecil, jadi tidak salah lagi makhluk inilah yang menyerang di akademi.


Aku melompat selagi menembakan bola api untuk membunuhnya. Sebelum mengalahkan penggunanya, sihir ini tidak akan berakhir.


"Fire Bolt."


Bola api ditembakan dan itu membakar dua orang musuh hingga tewas. Kemudian aku mengincar sisanya dengan pedang yang diberikan Minerva hingga menghabisi semuanya.


Aku harusnya mampu membunuh Malfeed di tempat ini saat itu juga hingga hal ini tidak akan terjadi. Memikirkannya sekarang hanya akan sia-sia, yang bisa kulakukan hanyalah mencegah bencana yang lebih besar tidak akan terjadi lagi.


Setelah menyelesaikan urusanku, aku kembali ke guild petualang untuk memberikan peta yang kupinjam, tak berhenti di sana aku sudah berjanji akan menjual item monster yang sangat mahal pada guild ini.


Aku menciptakan lingkaran hitam dari sihir ruang dan waktuku untuk menjatuhkan beberapa kepala monster raksasa yang disebut Salamander.


Para petualang maupun receptionis berteriak terkejut.


"Eeeeeeekkkk."


"Tu-tuan Beaufort?"

__ADS_1


"Aku akan menjual semuanya."


"Aku tidak yakin memiliki cukup koin untuk membelinya, aku akan memanggil guild master dulu."


Setelah menunggu aku mendapatkan sekitar 800 koin emas.


Kurasa segini juga cukup.


Aku meninggalkan guild setelah menyimpan uang ke dalam sihir penyimpananku, sejujurnya hampir seluruh uangku ada di sana.


Saking banyaknya aku tidak tahu harus menggunakannya untuk apa, selain memberikannya.


Terlebih.


"Sistem Administrator.... Pembuatan item, emas batangan."


Aku juga bisa membuat semuanya dengan mudah, seperti sekarang yang kubuat yaitu sebuah emas yang sangat berat.


Membawanya akan merepotkan jadi kuberikan pada salah satu pengemis yang sedang duduk bersandar di tembok.


Wajahnya tampak terkejut lalu berteriak.


"Aku kaya raya, aku jadi kaya raya.... terima kasih pemuda misterius yang baik hati."


Aku hanya melambaikan tangan sebagai jawaban sebelum kembali ke akademi.

__ADS_1


__ADS_2