Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 357 : Sepuluh Siren


__ADS_3

Aku memperbaiki kapalnya sebelum akhirnya berlayar kembali. Di bawah permukaan air yang memantulkan cahaya bulan yang bersinar aku duduk di lantai kapal selagi melemparkan pancinganku.


Riak-riak air tampak saat beberapa ikan melompat di atasnya, ikan yang kumaksud bukanlah ikan biasa melainkan ikan dengan tubuh manusia wanita dewasa serta sirip menjadi kaki mereka.


Mereka adalah para Siren, aku meminta agar mereka tidak melakukan hal yang aneh hingga mencelakai para penumpang yang sudah tertidur.


Ada sekitar 10 Siren di sini yang dengan senang menggangguku.


"Hey, hey, kita main yuk... bukannya membosankan hanya duduk di sini beberapa jam."


"Benar."


"Biarkan, pergilah dari sini... kalian tidak lihat aku sedang memancing," kataku menyela.


"Aneh sekali, padahal manusia cenderung mencoba mendapatkan kami semua."


Mereka semua melompat ke atas kapal lalu mengerumuniku yang sedang fokus dengan pancinganku. Kurasa mereka tidak bermaksud jahat, paling tidak untuk sekarang.


Ras Siren cenderung menjadi hantu menakutkan di lautan, mereka menghipnotis para pelaut dengan nyanyian mereka, saat mereka terjebak dengan ilusi yang dibuat para Siren. Mereka akan mengorbankan dirinya jatuh ke laut, di saat yang sama Siren akan menciummu lalu mengambil jantungmu.


Itulah faktanya.


"Kenapa kau sangat bersikeras ingin mendapatkan ikan? Kami ikan yang lebih segar."


Rasanya seperti melewati tempat aneh hingga digoda para wanita dewasa. Jika aku lengah mereka mungkin akan membunuhku.


Ketika aku mengabaikan sepuluh orang Siren ini, sesuatu muncul di dalam air. Dia adalah Siren pria.


Mereka jarang terlihat bahkan keberadaannya juga diragukan.


"Apa yang kalian lakukan, harusnya kalian mempersembahkan jantung manusia pada ratu kita bukannya menggoda pria di sana.

__ADS_1


Para Siren di dekatku tertawa.


"Kami ingin bersamanya, lupakan soal jantung."


"Kalian ingin berkhianat."


"Tak masalah untuk kami."


"Apa?"


Pria ini berisik hingga ikan-ikan pada lari, biar lebih mudah aku mengulurkan tanganku lalu meledakkannya hingga tubuhnya terbang ke langit.


"Uwahh.... sialan kau."


Ini jauh lebih baik.


Kenapa aku sangat fokus dalam memancing? Karena di wilayah peristirahatan kami ada ikan emas yang belum pernah aku tangkap.


Salah satu Siren berkata selagi menempatkan kepalanya di pangkuanku.


"Di sini panggil aku Redo, kami ingin pergi ke Gandaria."


Mereka semua terdiam.


"Apa terjadi sesuatu?"


"Di sana bukanlah tempat bagus.. para monster bermunculan bahkan kami juga tidak bisa mendekat."


"Benar sekali, biasanya monster-monster itu selalu berada di bawah laut tapi sesuatu menarik mereka ke permukaan."


"Apa kalian bisa mencari tahu sesuatu itu apa?"

__ADS_1


"Bagaimana yah, kami juga takut... terlebih kami sekarang sudah dicap sebagai pengkhianat oleh ratu kami."


"Bukannya barusan salah kalian?"


"Ini salah tuan yang menarik perhatian kami, tak kusangka ada yang bisa memantulkan nyanyian kami."


Aku tidak melihat dimana bagian salahku? Para Siren merubah siripnya menjadi kaki serta melapisi tubuh mereka dengan gaun biru sesuai rambut mereka.


Sekilas mereka terlihat kembar satu sama lain.


"Kami sebenarnya tidak memakan jantung bahkan kami tetap bisa hidup hanya memakan rumput laut, sayangnya tradisi menangkap jantung itu merupakan perintah ratu kami."


"Apa yang dilakukan dengan jantungnya, yah, biar aku tebak... dia hanya mengoleksinya sebagai cendramata."


"Sesuai yang diharapkan dari tuan Kazuya, entah kenapa kami ingin mengikuti tuan."


"Aku mendesah pelan, aku memiliki desa jauh dari tempat ini... apa kalian mau tinggal di sana bersama ras lainnya."


Mata sepuluh wanita ini bersinar terang.


"Kami ingin ikut, entah itu air tawar atau laut kami bisa gunakan.. kami juga bisa hidup di daratan."


"Aku sedang ada urusan di sini karena itu, kalian bisa ikut dengan Scarlet sementara waktu."


Orang yang dimaksud nongol selagi meminum air.


"Apa ada yang menyebutkan namaku? Uwah... kau sedang bersenang-senang dengan 10 wanita cantik sekaligus, tunggu... mereka Siren, apa mereka mau mengambil jantungku? Bagaimana ini Redo, aah, apa aku akan mati."


"Jangan kumatlah."


Para Siren memiliki bentuk telinga mirip seperti sirip hanya saja warnanya biru jadi mudah untuk mengenali mereka.

__ADS_1


Aku membutuhkan pegawai untuk penerimaan tamu kurasa mereka bisa mengisi bagian itu, dan juga bisa meringankan dokumen yang selalu menumpuk di kantorku.


Sekarang tugas yang paling berat adalah memberikan mereka nama, karena setiap Siren yang meninggalkan laut tidak akan menggunakan nama asli mereka lagi.


__ADS_2