Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 368 : Kota Para Pembohong


__ADS_3

Seminggu sebelumnya.


Di padang rumput yang landai di mana angin berhembus melewatinya, seorang wanita bernama Layne berjalan melewatinya, kedua tangannya dipenuhi dengan buah apel yang ia sukai.


"Dunia ini sangat menyenangkan, banyak makanan enak juga... sekarang aku pergi ke mana lagi? Ohok.. ohok."


Layne adalah putri dari raja dunia bawah yang melarikan diri ke dunia ini melewati celah dunia, beberapa minggu sebelumnya dia bertemu dengan Queen dan selanjutnya tanpa diduga perjalanannya telah sampai kemari.


Layne menggigit apel di mulutnya dan tanpa terduga dia menemukan kota jauh di depan matanya. Itu adalah sebuah kota di dalam tembok tinggi.


Ada sebuah peringatan yang tertulis di sana hingga Layne berhenti untuk membacanya.


"Kota para pembohong, di sini semua orang akan mengatakan hal yang berbeda dengan apa yang mereka pikirkan."


Layne memiringkan kepalanya, dia baru tahu bahwa di dunia manusia terdapat kota-kota yang aneh dan salah satunya di depannya.


Karena rasa penasarannya lebih tinggi dibandingkan rasa takut, dia pun akhirnya melewati gerbang yang sudah kehilangan pintunya.


Tidak ada penjaga ataupun orang yang mengawasi, semua orang bebas keluar masuk sebanyak yang mereka mau, mengesampingkan hal itu, kota ini tetap saja indah.


Jalanan utamanya dihiasinya pertokoan elit di samping kiri kanannya dan di antara itu orang-orang hidup semestinya.


Salah satu pedagang menghentikan Layne.


"Ah, nona jelek, apa kau mau beli?"


"Bukannya perkataanmu terlalu kasar penjual."


"Mana mungkin, di sini adalah kota berbohong kami tidak bisa menyembunyikannya."


"Benarkah, sebenarnya apa yang kau jual?"


"Cuma buah-buahan dan sayuran, apa kau mau beli?"


"Tidak, semuanya terlihat sangat jelek."


"Jika telihat jelek kau harus membelinya," si penjual dengan gigih menawarkan barangnya tapi bagi Layne itu sudah pasti.


Dia berjalan melewatinya begitu saja.


Layne mengalihkan pandangan ke arah tembok tinggi yang sudah dipenuhi tanaman merambat dan bergumam.


"Kota yang menarik," dan memutuskan dia tidak akan mengatakan apapun dan hanya menggunakan isyarat.

__ADS_1


Awalnya Layne pikir kota ini terkutuk atau hal lainnya, akan tetapi semua yang dikatakan semua orang di sini memang apa adanya.


Mereka benar-benar suka berbohong.


Demi mencobanya, sebelumnya Layne bilang bahwa barang dagangan penjual sebelumnya sangat jelek, tapi itu memang kenyataannya.


Walau sudah mengatakan itu, para penjual terus memaksanya membeli karena bagi kota itu perkataan Layne sebuah kebohongan.


Dengan kata lain.


Kota ini dibuat memang untuk para pembohong, sebuah surga yang berbeda dari kebanyakan orang inginkan.


"Nona jelek, aku punya pakaian yang tidak cocok untukmu? aku kasih potongan harga deh jika kau mau membelinya."


Menipu dan berbohong merupakan satu hal yang sama, Layne hanya menjawab dengan tangannya lalu segera berjalan ke salah satu penginapan.


Hari sudah sore karena itu memilih tempat untuk tidur sebuah keharusan.


"Selamat datang, apa kau mau memesan kamar?"


Layne mengangguk sebagai jawaban lalu menunjukkan satu jarinya.


"Untuk semalam kah, itu hanya sekitar 1 koin perak.... terima kasih, pasti terasa tidak nyaman ketika orang-orang mengejekmu saat datang kemari, aku benar-benar minta maaf."


"Kebanyakan orang yang kulewati hanya berusaha menipuku."


"Kuharap nona tidak menyalahkan mereka... sebenarnya kota ini adalah kota yang telah di tinggalkan, kemudian para pedagang menemukannya dan mulai mengelola kembali seperti sekarang, aku juga termasuk rombongan tersebut."


"Begitukah, tapi kenapa mereka melakukan itu, aku pikir siapapun yang datang kemari akan menyadarinya?"


"Apa nona melihat tanda yang ada pada bagian paling bawah."


Itu mengingatkan kembali ingatan Layne.


"Jika kalian terlalu lama tinggal di sini, kalian akan kehilangan kemampuan berbicara dan akan terus mengatakan kebohongan."


"Tepat sekali, selagi para penduduk melontarkan hinaan mereka dan terus menakuti para pengunjung mereka pasti tidak akan berlama-lama di sini lalu kembali melanjutkan perjalanan."


"Kalau boleh tahu kenapa alasannya?"


"Itu karena kami takut akan ada seseorang yang mengambil rumah kami. Kota ini adalah kota yang ditinggalkan karena sebuah bencana, saat itu situasinya sangat buruk, seperti tembok yang jebol, jalan yang hancur, serta rumah-rumah yang rusak.. akan tetapi berkat kami semuanya sedikit lebih baik."


Layne tersenyum kecil.

__ADS_1


Karena sudah ditinggalkan kurasa tidak akan ada orang yang dirugikan.


"Jadi begitu. Kuharap kamu tidak mengatakan hal yang sama pada pengunjung lain."


"Ini pertama kalinya aku mengatakan ini pada seseorang karena sudah hampir 10 tahun tidak ada yang datang kemari untuk menginap, mereka hanya membeli bahan makanan dan pergi setelahnya... nona memutuskan untuk diam karena itu, aku yakin bahwa nona sudah menyadarinya dari awal."


Layne menaikan bahunya dengan ringan.


"Aku hanya seorang pelancong jadi aku tidak akan mengatakan apapun soal tempat ini.. kalau begitu aku bisa pergi ke kamarku sekarang."


"Silahkan, aku akan menyiapkan air hangat serta makanan."


"Terima kasih."


Diam-diam Layne menyodorkan beberapa koin tambahan.


"Tolong masakan yang paling enak."


"Baik."


Keesokan harinya Layne meninggalkan kota tersebut lalu melanjutkan perjalanannya, sepasang kekasih yang sedang menaiki kereta berhenti di depannya.


Mereka terlihat baru menikah.


"Maaf, apa nona seorang pelancong?"


"Benar," jawab singkatnya.


"Saya lihat nona keluar dari kota itu, apa kota itu bisa ditinggali?"


"Tidak, kota itu terkena kutukan. Jika kau terlalu lama di sana kau akan selalu berbohong sepanjang hidupmu."


"Begitukah, syukurlah kami bertemu dengan nona pelancong, kami tadinya berniat tinggal di sana."


"Dari sini ada sebuah desa, aku sebelumnya membeli apel di sana kurasa tempat itu lebih nyaman untuk ditinggali."


"Benarkah, terima kasih banyak."


"Iya."


Layne hanya melihat kepergian mereka selagi meneruskan perjalanannya.


Saat makan malam Layne memberikan sihir tidur pada receptionis serta keluarganya yang tinggal di sana, saat itu dia menemukan sebuah dokumen yang tersembunyi di balik laci.

__ADS_1


Alasan sebenarnya mereka tinggal di kota itu karena mereka semua tidak memiliki rumah untuk tinggal, mereka telah berpergian jauh namun mereka terus saja ditolak kemanapun mereka pergi. Jika lebih sederhananya mereka bukanlah pedagang melainkan para penjahat yang posternya telah disebar ke semua wilayah.


__ADS_2