
Hari ini aku dan Hesna telah pergi ke wilayah di mana sebelumnya para naga tinggal, sesudah tempat ini dihancurkan hingga sekarang pun tetap sama.
Itu menjadi lahan tandus yang tidak bisa ditumbuhi apapun.
"Terlihat parah sekali."
"Benar sekali, padahal tempat ini dulu merupakan lahan hijau dan menjadi tempat hidup banyak hewan."
Meski para naga telah memiliki rumah di desaku, namun tidak seperti mereka para Drawf serta Lemia sama sekali tidak punya pilihan selain hidup serba kesusahan di sini, aku bisa melihat ada sedikit hutan yang bisa mereka gunakan untuk tempat tinggal, dipandu Hesna aku menemui kedua pihak tersebut, tentu sebelumnya mereka tinggal di sini bersama para ras naga.
Drawf adalah ras Kurcaci, sementara Lemia ras Ular, mereka memiliki tubuh manusia dan dari perut ke bawah ekor ular meski begitu mereka juga bisa menyembunyikannya dan merubahnya menjadi kaki.
Alasan kenapa aku datang kemari karena ada sebuah surat yang dikirimkan kepadaku dan merekalah orang yang mengirimnya.
Aku bisa menawari mereka untuk tinggal di desaku hanya saja mereka telah hidup lama di tempat ini hingga memutuskan untuk bertahan selama mungkin yang mereka bisa lakukan, tapi setelah mendengar tentangku yang menikah dengan ratu naga mereka mencoba peruntungan untuk meminta bantuanku untuk mengembalikan tanah mereka yang rusak.
Perwakilan kedua pihak bahkan menundukan kepala mereka.
"Aku akan berusaha sebisaku untuk membantu, aku hanya harus meminta kristal naga dari keempat naga kehidupan."
Mereka semua menganggukkan kepalanya, kecuali ras naga yang dipimpin oleh Hesna ada empat lagi naga penyendiri yang tidak suka berbaur dengan makhluk lainnya, mereka adalah naga bumi, air, angin dan api yang melambangkan elemen kehidupan.
__ADS_1
Jika aku mendapatkan keempat kristal dari mereka aku bisa mengembalikan tempat ini sedia kala, karena keempat naga ini sombong sangat mustahil untuk memintanya tanpa berkelahi.
Hesna berbisik ke arahku.
"Setelah berhasil mengalahkan mereka, mereka pasti akan melayani suamiku, jadi itu tawaran yang bagus."
"Kurasa aku akan meminta mereka pindah kemari dan menjaga tempat ini agar tidak terjadi hal sama."
"Sesuai yang diharapkan suamiku."
Aku mengatakan pada mereka untuk bersabar sedangkan aku naik kembali ke punggung Hesna dalam bentuk naganya.
Hesna sudah tahu di mana semua naga itu tinggal karena itu bukan hal sulit untuk menemukannya.
"Tentu, kuserahkan semuanya pada Hesna sayang."
"Aku malu, tolong jangan memanggilku begitu."
Hesna mengepakkan sayapnya lalu mulai terbang menuju tempat yang sama sekali asing bagiku, itu adalah danau yang berada antara gunung-gunung tinggi.
Danau yang memancarkan warna kebiruan tampak memukau mata, di sekelilingnya pepohonan yang memberikan nuansa ketenangan dari alam.
__ADS_1
Ketika kami mendarat, kulihat sosok keluar dari tengah danau, tentu itu naga yang menyerupai wujud Hesna tapi warnanya biru.
"Aku mencium naga yang kuat, ternyata kau rupanya."
"Lama tak bertemu Februari, kau sama seperti dulu."
"Apa yang kau inginkan dariku?"
"Sebenarnya suamiku ingin menantangmu berduel untuk mendapatkan kristal milikmu."
"Heh, kau menikahi manusia kah... Dia terlihat lemah bagiku."
Aku menatap dengan mata bermasalah.
"Maaf soal itu."
"Baiklah, aku akan melawannya... seperti aturan naga jika aku kalah aku juga akan melayaninya."
Yang dikatakan Hesna memang benar, naga seperti mereka memiliki peraturannya sendiri, Februari melanjutkan.
"Dengan peraturan ini aku berarti berhak membunuhnya."
__ADS_1
Ternyata ada kosekuensi saat menantang naga.