Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol

Tidak Ada Salahnya Memulai Kehidupan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 120 : Patung Dari Dewi Sesungguhnya


__ADS_3

Tugasku hanya membuat desain mereka lalu kembali ke masion, aku tidak menyangka akan sesulit ini.


Bukan karena aku tidak pandai menggambar hanya saja di kelilingi para wanita cantik seperti ini sungguh menguras mental.


Keempat Arch Priest tidak menyembunyikan lagi wajah mereka yang membuat semuanya terasa sulit terlebih.


"Terlalu dekat."


"Heh, jadi begini penampilan Dewi Ristal, dia sangat cantik... terlebih dadanya," bahkan pengikut Dewi lain mengatakan itu dan setuju akan hal itu.


Mungkin mereka akan terkena hukuman nanti.


Aku telah menyelesaikan tiga gambar Dewi dan selanjutnya Dewi terakhir Hecate. Sosoknya seperti gadis kecil yang manja.


Semua orang pasti setuju bahwa dia terlihat sangat imut, namun Revia yang menjadi pengikutnya tampak kebingungan.


"Ada apa?" tanya Elbina.


"Dewi yang lain pasti akan terlihat sejajar ketika dibuat patungnya, tapi..."


Itulah masalahnya, sosok Dewi Hecate akan terlihat kecil.


"Bagaimana kalau kita buat menjadi besar saja," potong Luxia dari kultus Dewi Amnesia.

__ADS_1


"Itu bukan ide baik, kita harus membuat sosok Dewi sesungguhnya."


"Itu mudah, kita buat sebuah balok tinggi dimana Dewi Hecate berdiri di sana, dengan itu kita bisa mensejajarkan semuanya."


"Ah~"


Semua orang menatapku dengan heran.


"Ternyata kau pintar."


"Kau mengejekku ya," teriakku pada Catrine.


Untuk hari ini aku telah menyelesaikannya dan pembangunan akan dilakukan esok hari, aku meminta satu kamar untuk aku tinggali semalaman sementara Ariel sudah kembali ke alam dewi jadi aku sendirian sekarang.


Selagi duduk di atas genteng rumah aku menikmati teh di tanganku, pemandangan bulan bersinar memang sangat indah.


"Pertarungan selanjutnya melawan seluruh raja iblis dan juga Alexius, ketika mereka dikalahkan dunia pasti akan memiliki kedamaiannya sendiri, sungguh disayangkan bahwa 12 Oni paling kuat itu telah dihabisi dan hanya Minerva yang masih hidup," gumamku dalam hati.


Keesokan paginya pembangunan telah dimulai, menjadikan desainku sebagai acuan sekitar lebih dari 20 orang telah disibukkan dengan aktivitas memahat, patungnya sendiri diletakkan di alun-alun kota agar semua orang bisa merasakan keindahannya saat bersantai dan berdoa.


Beberapa orang ada yang sengaja datang kemari hanya untuk melihat pemahatan dari awal dan ada juga yang hanya sekedar melintas, semua orang menunjukan ekpresi berbeda-beda.


Elbina muncul dari belakangku.

__ADS_1


"Ini pasti akan luar biasa, semua orang akan mulai membicarakan patung Dewi dan kota suci pasti akan dikunjungi banyak orang ke depannya."


"Sepertinya begitu, yah, kalian akan baik-baik saja."


"Lalu bagaimana denganmu? Aku pikir kau terlihat memikirkan sesuatu hingga tidak bisa tidur semalam."


"Kau melihatku?"


"Cuma kebetulan."


"Yah, aku hanya ingin menjalani hidup damai, aku pikir hanya beberapa langkah lagi hal itu akan terwujud."


"Kau pasti dihadapkan tugas yang berat."


Mungkin lebih tepatnya penebusan dosa, dulu aku berniat menguasai dunia ini tapi sekarang aku berniat untuk melindunginya.


"Aku akan kembali ke rumah, dari sini kalian lakukan sendiri."


"Terima kasih banyak."


Aku kembali ke masionku dalam sekejap, ketika aku mengatakan bahwa raja iblis akan menyerang kemari Minerva tampak berlatih menggunakan pedangnya kembali untuk membantu, berbeda jauh dengan istriku yang hanya bersantai setiap harinya.


Paling tidak mereka masih mau memasak dan membersihkan rumah.

__ADS_1


__ADS_2