
Di alun-alun kota itu, tepuk tangan terdengar meriah bersamaan sorak-sorai pujian yang dilemparkan ke arah Arthur dan Clara yang berdiri di depan semua orang.
Dengan kekuatan Arthur dia telah menghabisi banyak monster sementara kekuatan Clara telah melindungi banyak orang, dengan ini semua penduduk kota akan selamat meskipun naga itu kembali lagi kemari.
Kekuatan unik Clara memiliki efek khusus di mana saat dia menggunakannya pelindung itu tidak akan pernah menghilang.
Jika ada benteng yang paling kuat di dunia ini, maka benteng inilah yang dimaksud.
Ladolfo memberikan masing-masing lencana pada keduanya sebagai bentuk penghormatan, bahkan yang awalnya Arthur akan membayar biaya masuk ke kota malah berakhir dengan dirinya yang diberi uang termasuk keuntungan dari barang yang mereka jual.
Itu sudah lebih dari cukup untuk mengembalikan desa Bougenville kepada semestinya.
Serta membayar semua orang yang terlibat datang kemari. Clara menjulurkan uang hadiahnya namun Arthur menolaknya dengan gelengan kepala.
"Gunakan uang itu untuk keperluanmu sendiri."
Dua hari berikutnya di luar kota. Mion menatap matahari terbit selagi menarik nafas dalam-dalam untuk memenuhi paru-parunya dengan udara segar, sementara di belakangnya ada Arthur, Clara serta para pedagang dari desa yang sedang memeriksa kembali barang dagangannya.
"Jadi ini rasanya berada di luar kota sungguh menyegarkan."
"Mulai sekarang kau bisa hidup bebas dan melakukan apapun yang kau suka."
"Terima kasih banyak Arthur, karena sudah menyelamatkanku."
Arthur mengangkat kedua bahunya seolah mengatakan bukan masalah, sedangkan Clara tersenyum lalu masuk ke dalam kereta.
__ADS_1
"Boleh aku tanya satu hal padamu?"
"Apa itu?"
"Kau adalah putri raja sebelumnya bukan? Kau diam-diam masuk ke dalam kota ini, kemudian menyembuhkan mereka saat wabah itu menular."
"Kenapa kau bisa menyimpulkan hal itu?" Mion balik bertanya.
"Aku melihat lemari pakaianmu dan di sana ada pakaian pendeta tersimpan rapih, saat aku bertanya bagaimana orang-orang di kota bisa disembuhkan mereka bilang ada seorang pendeta yang menuangkan air suci ke dalam sumur mereka dan setelah itu tubuh mereka sembuh... kau tidak bermaksud untuk menghancurkan ayahmu ataupun kerajaan yang dia bangun melainkan hanya ingin menyelamatkan semuanya, sayangnya ayahmu lebih dulu mengambil keputusan dengan mengurung mereka di sini, apa benar?"
Mion tersenyum lembut selagi memiringkan wajahnya, rambutnya yang berwarna coklat berkibar tertiup angin bersamaan perasaan hangat yang menerbangkan bunga-bunga ke udara.
"Entahlah, mungkin hanya kebetulan aku memilikinya."
Arthur hanya tersenyum kecil lalu mengulurkan tangannya yang diterima baik oleh Mion.
"Um... aku akan memulai kehidupan baruku dengan menyenangkan," ucap Mion tersenyum senang lalu melanjutkan.
"Ngomong-ngomong Arthur, soal ajakan itu selamanya akan berlaku loh, jadi aku menunggumu."
"Ah lihat, sudah jam berapa ini... Semuanya mari kembali ke desa."
"Berangkat."
Mion hanya mengembungkan pipinya cemberut saat karavan meninggalkan Benteng Besar Ivielda menuju desa Bougenville.
__ADS_1
Sesampainya di sana, Paula bersama Luis dan Pireta menyambut kedatangan semuanya.
"Kalian lama sekali, aku pikir kalian tidak akan kembali."
"Di sini rumah kami, memangnya kami akan pergi kemana."
"Lalu siapa dia?"
"Namanya Mionmion, dia katanya ingin bekerja di sini, apa Nona Paula keberatan?"
"Panggil saja Mion," potongnya.
"Tentu saja tidak, aku akan senang ada teman yang mau membantuku mengembalikan tempat ini sedia kala."
"Terima kasih banyak."
"Demi merayakan kembalinya kalian semua. Pireta akan memasak untuk kita semua."
"Hore, aku tidak sabar ingin merasakan makanan Pireta."
"Aku juga," saking inginnya mereka menangis.
"Kenapa aku? Arthur lakukan sesuatu?"
"Aku juga akan membantu."
__ADS_1
"Bukan itu... kenapa semua orang selalu memperlakukanku seperti seorang gadis," teriaknya demikian hingga semuanya tertawa lepas.
"Tidak baik juga terus menggodanya, karena itu kami sepakat untuk tidak mempermainkannya selama beberapa bulan," ucap Arthur tanpa terdengar siapapun.